<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524</id><updated>2011-04-22T10:18:26.002+09:00</updated><title type='text'>[.: Let's Have a Better Society :.]</title><subtitle type='html'>Blog ini khusus untuk menampung pemikiran orang-orang dan saya, tentang peristiwa dan kehidupan sehari-hari. Dari pengalaman itu kadang menyisakan kepedihan  atas ketidaktahuan, berbagai ketidak adilan dan keserakan manusia.  Selamat menikmati.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>34</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-115755868550916181</id><published>2006-09-07T01:04:00.000+09:00</published><updated>2006-09-07T01:04:46.136+09:00</updated><title type='text'>Dahsyatnya Sedekah</title><content type='html'>Oleh: Aa Gym&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanakah letak kedahsyatan hamba-hamba Allah yang bersedekah? Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptkana gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menjawab, "Ada, yaitu besi" (Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi). Para malaikat pun kembali bertanya, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah yang Mahasuci menjawab, "Ada, yaitu api" (Besi, bahkan baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertanya kembali para malaikat, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah yang Mahaagung menjawab, "Ada, yaitu air" (Api membara sedahsyat apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh air)."Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali bertanya para malaikat.Allah yang Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab, "Ada, yaitu angin" (Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, "Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah yang Mahagagah dan Mahadahsyat kehebatan-Nya menjawab, "Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi tetap dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan sebagainya. Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan.Karenanya, tidak usah heran, seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas adalah orang-orang yang mempunyai kekuatan dahsyat. Sungguh ia tidak akan kalah oleh aneka macam selera rendah, yaitu rindu pujian dan penghargaan.Apalagi kedahsyatan seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari datang kepada seorang ulama dua orang akhwat yang mengaku baru kembali dari kampung halamannya di kawasan Jawa Tengah. Keduanya kemudian bercerita mengenai sebuah kejadian luar biasa yang dialaminya ketika pulang kampung dengan naik bis antar kota beberapa hari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah perjalanan bis yang ditumpanginya terkena musibah, bertabrakan dengan dahsyatnya. Seluruh penumpang mengalami luka berat. Bahkan para penumpang yang duduk di kurs-kursi di dekatnya meninggal seketika dengan bersimbah darah. Dari seluruh penumpang tersebut hanya dua orang yang selamat, bahkan tidak terluka sedikit pun. Mereka itu, ya kedua akhwat itulah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya mengisahkan kejadian tersebut dengan menangis tersedu-sedu penuh syukur.Mengapa mereka ditakdirkan Allah selamat tidak kurang suatu apa? Menurut pengakuan keduanya, ada dua amalan yang dikerjakan keduanya ketika itu, yakni ketika hendak berangkat mereka sempat bersedekah terlebih dahulu dan selama dalam perjalanan selalu melafazkan zikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, tidaklah kita ragukan lagi, bahwa inilah sebagian dari fadhilah (keutamaan) bersedekah. Allah pasti menurunkan balasannya disaat-saat sangat dibutuhkan dengan jalan yang tidak pernah disangka-sangka.Allah Azza wa Jalla adalah Zat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada semua hamba-Nya. Bahkan kepada kita yang pada hampir setiap desah nafas selalu membangkang terhadap perintah-Nya pada hampir setiap gerak-gerik kita tercermin amalan yang dilarang-Nya, toh Dia tetap saja mengucurkan rahmat-Nya yang tiada terkira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala amalan yang kita perbuat, amal baik ataupun amal buruk, semuanya akan terpulang kepada kita. Demikian juga jika kita berbicara soal harta yang kini ada dalam genggaman kita dan kerapkali membuat kita lalai dan alpa. Demi Allah, semua ini datangnya dari Allah yang Maha Pemberi Rizki dan Mahakaya. Dititipkan-Nya kepada kita tiada lain supaya kita bisa beramal dan bersedekah dengan sepenuh ke-ikhlas-an semata-mata karena Allah. Kemudian pastilah kita akan mendapatkan balasan pahala dari pada-Nya, baik ketika di dunia ini maupun saat menghadap-Nya kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman kongkrit kedua akhwat ataupun kutipan hadits seperti diuraikan di atas, dengan penuh kayakinan kita dapat menangkap bukti yang dijanjikan Allah SWT dan Rasul-Nya, bahwa sekecil apapun harta yang disedekahkan dengan ikhlas, niscaya akan tampak betapa dahsyat balasan dari-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah barangkali kenapa Rasulullah menyerukan kepada para sahabatnya yang tengah bersiap pergi menuju medan perang Tabuk, agar mengeluarkan infaq dan sedekah. Apalagi pada saat itu Allah menurunkan ayat tentang sedekah kepada Rasulullah SAW, "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir; seratus biji Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui," demikian firman-Nya (QS. Al-Baqarah [2] : 261).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seruan Rasulullah itu disambut seketika oleh Abdurrahman bin Auf dengan menyerahkan empat ribu dirham seraya berkata, "Ya, Rasulullah. Harta milikku hanya delapan ribu dirham. Empat ribu dirham aku tahan untuk diri dan keluargaku, sedangkan empat ribu dirham lagi aku serahkan di jalan Allah.""Allah memberkahi apa yang engkau tahan dan apa yang engkau berikan," jawab Rasulullah. Kemudian datang sahabat lainnya, Usman bin Affan. "Ya, Rasulullah. Saya akan melengkapi peralatan dan pakaian bagi mereka yang belum mempunyainya," ujarnya.Adapun Ali bin Abi Thalib ketika itu hanya memiliki empat dirham. Ia pun segera menyedekahkan satu dirham waktu malam, satu dirham saat siang hari, satu dirham secara terang-terangan, dan satu dirham lagi secara diam-diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa para sahabat begitu antusias dan spontan menyambut seruan Rasulullah tersebut? Ini tiada lain karena yakin akan balasan yang berlipat ganda sebagaimana telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Medan perang adalah medan pertaruhan antara hidup dan mati. Kendati begitu para sahabat tidak ada yang mendambakan mati syahid di medan perang, karena mereka yakin apapun yang terjadi pasti akan sangat menguntungkan mereka. Sekiranya gugur di tangan musuh, surga Jannatu na’im telah siap menanti para hamba Allah yang selalu siap berjihad fii sabilillaah. Sedangkan andaikata selamat dapat kembali kepada keluarga pun, pastilah dengan membawa kemenangan bagi Islam, agama yang haq!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa kaitannya dengan memenuhi seruan untuk bersedekah? Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala dan pelipat ganda rizki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai dengan hati khlas, sampai-sampai Allah sendiri membuat perbandingan, sebagaimana tersurat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, seperti yang dikemukakan di awal tulisan ini.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-115755868550916181?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/115755868550916181/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=115755868550916181' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115755868550916181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115755868550916181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/09/dahsyatnya-sedekah.html' title='Dahsyatnya Sedekah'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-115699601858924073</id><published>2006-08-31T12:43:00.000+09:00</published><updated>2006-08-31T12:47:05.866+09:00</updated><title type='text'>Bagaimana Irlandia menjadi Negara terkaya kedua di Eropa ?</title><content type='html'>Sumber : milis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hal yang mungkin anda belum tahu : Irlandia sekarang adalah  Negara terkaya kedua di Uni Eropa, setelah Luxembourg, ya Negara yang selama ratusan tahun dikenal karena imigrasi warganya, puisi tragisnya,  perang saudaranya dan lepranya; sekarang memiliki GDP perkapita lebih tinggi dari Jerman, Perancis dan Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Irlandia berubah dari Negara sakit Eropa, menjadi Negara kaya Eropa hanya kurang dari satu generasi adalah cerita yang luar biasa.Kenyataan ini menggambarkan Eropa sekarang; semua inovasi muncul di Negara pinggiran Eropa yang memeluk globalisasi dengan cara mereka  sendiri - Irlandia, Inggris, Skandinavia dan Eropa Timur. Mereka yang ikut  model Social - Prancis Jerman menuai pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan Irlandia dimulai akhir 1960-an saat pemerintah  menggratiskan sekolah menengah, memungkinkan anak kelas bawah bisa menyelesaikan sekolah menengah atau sekolah teknik. Hasilnya, saat Irlandia bergabung ke Uni Eropa pada 1973, mereka dapat mengandalkan tenaga kerja berpendidikan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertengahan 1980-an, Irlandia sudah mendapat keuntungan awal anggota Uni Eropa, seperti subsidi pembangunan, infrastruktur dan pasar lebih luas.Tapi mereka masih belum memiliki produk kompetitif untuk dihasilkan akibat proteksi dan kesalahan fiscal selama bertahun - tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara itu bangkrut dan para sarjananya berimigrasi ke luar negri, "kami meminjam, belanjakan, meningkatkan pajak dan itu nyaris menenggelamkan kami," kata Deputi PM Mary Harney, "Hanya karema kami nyaris  tenggelam, kami berani berubah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irlandia pun berubah. Dalam perkembangan yang tidak biasa,  pemerintah, serikat pekerja terbesar, petani dan kalangan industri bersetuju  melakukan langkah perbaikan fiscal, memotong pajak korporasi sampai 12,5%, mengurangi gaji dan harga, serta merayu investasi asing. Pada 1996,  Irlandia membuat pendidikan tinggi pada dasarnya gratis, sehingga tenaga kerja berpendidikan lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya sangat fenomenal. Sekarang, 9 dari 10 perusahaan farmasi  terbesar dunia memiliki pabrik disana, seperti 16 dari 20 peralatan pembuat  medis serta 7 dari 10 perusahaan pembuat piranti lunak. Tahun lalu, Irlandia mendapat investasi Amerika lebih banyak dari Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan secara keseluruhan, pendapatan pajak pemerintah meningkat, "kami membuat pabrik di Irlandia pada 1990." Kata Michael Dell  Computer, "yang menarik kami? Tenaga kerja berpendidikan dan Universitas bagus didekatnya. Irlandia memiliki kebijakan industri dan pajak yang  secara konsisten mendukung bisnis, siapapun yang sedang berkuasa secara  politik disana. Saya percaya ini karena banyak orang yang ingat saat buruk,  saat pembangunan ekonomi terlalu terkait politik. Irlandia juga memiliki transportasi dan logistic sangat baik - mudah bagi produk apapun mendistribusikan produknya dipasar utama Eropa dengan cepat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, tambah Mr. Dell, "mereka kompetitif, ingin berhasil, haus  dan tahu bagaimana rasanya menang. Pabrik kami di Limerick, tapi kami juga memiliki beberapa ribu orang penjualan dan teknis diluar Dublin. Bakat teknis di Irlandia juga terbukti menjadi sumberdaya kami .. Fakta  menyenangkan;kami, menjadi eksporter Irlandia terbesar, " Intel membuka pabrik chip pertama di Irlandia pada 1993. James Jarret, wakil Presiden Intel, mengatakan mereka tertarik banyaknya orang berpendidikan di Irlandia. Pajak korporasi  yang rendah, dan insentif lain yang membuat Intel menghemat miliaran dollar selama lebih 10 tahun. Program kesehatan nasional juga tidak merugikan. "kami memiliki 4.700 karyawan diempat  pabrik dan kami malah merancang chip tercanggih di Shannon dengan insinyur Irlandia," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1990, angkatan kerja Irlandia adalah 1,1 juta. Tahun ini  mencapai 2 juta, tanpa ada menganggur, dan 200 ribu pekerja asing (termasuk 50  ribu Cina). Negara lain memperhatikan perubahan ini. Perdana Mentri Bertie  Ahern mengatakan, "saya bertemu perdana mentri Cina lima kali dalam dua  tahun terakhir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasehat Irlandia sangat sederhana; buat agar pendidikan menengah dan tinggi gratis; buat pajak korporasi rendah, sederhana, dan  transparan; aktif mencari perusahaan global; buka ekonomi untuk kompetisi; berbicara bahasa Inggris; ciptakan kebijakan fiscal yang tertib; dan ciptakan  consensus keseluruhan paket ini dengan buruh dan manajemen, dan setia disana  karena anda juga bisa menjadi Negara terkaya di Eropa. "Ini bukan keajaiban,  kami tidak menemukan emas," kata Mary Harney, "Ini kebijakan domestic  yang tepat dan percaya bahwa selalu ada peluang dari globalisasi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From s'one:Thomas L. Friedman&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-115699601858924073?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/115699601858924073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=115699601858924073' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115699601858924073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115699601858924073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/08/bagaimana-irlandia-menjadi-negara.html' title='Bagaimana Irlandia menjadi Negara terkaya kedua di Eropa ?'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-115699512487784775</id><published>2006-08-31T12:23:00.000+09:00</published><updated>2006-08-31T12:32:05.096+09:00</updated><title type='text'>Puasa Menuju Pendewasaan Spiritual</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;KH. Jalaluddin Rakhmat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Sumber : milis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Mengapa puasa itu disyariatkan Allah swt pada seluruh agama? Pertama, puasa adalah alat untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Hakikat keberagamaan adalah upaya untuk mendekati Allah sehingga kita menemukan puasa terdapat pada seluruh agama di dunia ini. Kedua, agama memenuhi kebutuhan spiritual atau kebutuhan rohani kita. Jika Anda seorang Antropolog, Anda tahu bahwa banyak lembaga-lembaga sosial dibentuk untuk memenuhi kebutuhan manusia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Untuk memenuhi kebutuhan manusia akan pemuasan seksual, masyarakat membentuk lembaga pernikahan. Untuk memenuhi kebutuhan manusia akan kekuasaan, masyarakat menciptakan sistem politik. Untuk memenuhi kebutuhan ruhaniah manusia, pada masyarakat lahir agama. Agama adalah institusi untuk rnemenuhi kebutuhan ruhaniah. Secara filosofis, kita percaya bahwa yang membedakan kita dari makhluk-makhluk lain adalah ruh. Sebagian orang menyatakan bahwa hakikat kemanusiaan seseorang terletak di dalam ruhnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Ada suatu penelitian tentang puasa di Barat. Penelitian itu mengamati sekelompok orang yang berpuasa. Setelah beberapa hari puasa, terjadi sesuatu yang aneh. Pikiran mereka menjadi lebih filosofis. Mereka jadi bisa berfilsafat. Seperti seorang filusuf, orang yang berpuasa itu mulai berfikir yang abstrak. Fikiran mereka tidak terbatas pada hal-hal yang konkret lagi. Di dalam ilmu Psikologi Perkembangan (Development Psychology), kita ketahui bahwa dalam perkembangan kepribadiannya, manusia mengubah-ubah bentuk kebutuhannya. Dengan kata lain, kenikmatan manusia ini berganti-ganti sesuai dengan perkembangan kepribadiannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Pada tingkat yang masih awal sekali dalam perkembangan kepribadian, kebutuhan manusia itu hanya berkaitan dengan hal-hal yang konkret atau hal-hal yang berwujud dan kelihatan. Pada tingkat ini, kebutuhan itu memerlukan pemuasan yang sesegera mungkin (Immediate Gratification). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Sigmund Freud bercerita tentang kesenangan anak-anak di masa kecil mereka. Menurutnya, ada tiga tahap perkembangan kenikmatan anak-anak itu. Ketiga tahap itu memiliki persamaan. Semuanya bersifat konkret, bisa dilihat, dan pemenuhannya sesegera mungkin. Kalau orang itu lapar, ia makan. Segera dia dipuaskan dengan kesenangannya pada makan dan minum. Menurut Freud, dalam periode paling awal pada perkembangan kepribadian anak, letak kenikmatan adalah pada mulut mereka. Freud menyebutnya Periode Oral. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Anak-anak menemukan kenikmatan ketika memasukkan sesuatu ke mulutnya. Kesenangan ini diperoleh dalam pengalaman pertama ketika dia menyusu pada ibunya. Dia lalu belajar untuk memasukkan apa saja ke dalam mulutnya. Pada Tingkat Oral ini, jika anak-anak diperintahkan untuk berjalan, dia akan berusaha mengambil sesuatu dan mencoba untuk memasukkannya ke mulut. Bila tidak ada sesuatu yang bisa diraih untuk diletakkan ke dalam mulutnya, dia akan memasukkan tangannya sendiri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Pada perkembangan selanjutnya, kenikmatan itu tidak hanya terletak pada mulut. Dia mendapatkan kenikmatan ketika mengeluarkan sesuatu dari tubuhnya. Seperti ketika dia buang air besar atau buang air kecil. Masa itu disebut Masa Anal. Pada periode ini, seorang anak bisa berlama-lama di atas toilet. Dia senang melihat tumpukan kotorannya dan kadang-kadang ia mempermainkannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Sesudah itu, kepribadian anak berkembang lagi. Kenikmatannya sekarang bergeser. Dia memasuki satu periode yang akan mempersiapkan diri untuk menjadi orang yang lebih dewasa. Periode ini dinamakan Periode Genital. Dia senang mempermainkan alat kelaminnya dan memperlihatkannya pada orang tuanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Kalau teori Freud benar, maka seluruh kebutuhan pada masa kanak-kanak itu bersifat fisik. Tidak ada kebutuhan ruhaniah sedikit pun di situ. Kebutuhan kita ini berkembang. Semakin dewasa kita, semakin abstraklah kebutuhan kita. Pada orang-orang tertentu, kepribadiannya itu terhambat dan tidak bisa berkembang. Hambatan kepribadian itu disebut Fiksasi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Misalnya ada orang yang terhambat pada pemenuhan kebutuhan oral saja. Walaupun dia sudah dewasa, dia hanya memperoleh kenikmatan pada makan dan minum saja. Perbedaannya ialah bahwa dia mengubah makan dan minum itu ke dalam bentuk simbol, misalnya dalam bentuk pemilikan kekayaan. Saya pernah diwawancarai sebuah radio di Jakarta. Saya ditanya tentang relevansi puasa dalam kehidupan modern. Saya jawab dengan merujuk kepada teori Freud. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Orang-orang modern dalam pandangan Freud adalah orang-orang yang sakit jiwa, orang-orang yang terhambat dalam perkembangan kepribadiannya. Mereka hanya mengejar kenikmatan dalam makan dan minum saja atau paling tidak mereka terhambat pada tingkat Genital. Mereka seperti anak-anak, masih mencari kenikmatan dalam mempermainkan alat kelaminnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Lembaga-lembaga modern dibuat untuk memenuhi kebutuhan itu; makan, minum, dan seks. Bisnis makanan sampai sekarang adalah bisnis yang paling banyak menyedot uang di dunia modern. Saya dengar asset bulanan suatu restoran fast food di Indonesia itu adalah puluhan milyar rupiah. Jadi, puluhan milyar rupiah dikeluarkan oleh orang Indonesia hanya untuk membeli sepotong burger saja. Rata-rata orang Indonesia mengeluarkan lebih dari tujuh puluh lima persen dari penghasilannya untuk makan dan minum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Orang modern adalah orang yang kerjanya menumpuk kekayaan. Ia akan memperoleh kenikmatan dengan melihat banyaknya kekayaan yang dimilikinya. Saya ingin memberikan contoh yang sederhana. Dahulu, di salah satu kampung yang bertetangga dengan kampung saya, ada seorang ibu yang dikenal sebagai orang kaya (kaya dalam ukuran kampung). Tetapi, sehari-hari dia hanya makan dengan nasi yang amat sedikit. Lauk pauknya pun ia cari sendiri dengan merendam dirinya di sungai untuk memperoleh ikan. Pakaian yang biasa dipakainya pun sangat sederhana. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Ketika ia meninggal dunia, lemarinya dibuka. Herannya, lemari itu penuh berisi dengan pakaian yang bagus-bagus. Orang tidak pernah melihat ia memakai pakaian-pakaian itu. Ia juga meninggalkan uang yang bertumpuk-tumpuk. Orang-orang bingung. Ia menderita sepanjang hidupnya padahal ia memiliki harta yang banyak. Orang tidak tahu bahwa ibu itu memperoleh kenikmatan tidak dalam mempergunakan seluruh harta dan barangnya, tapi ia memperoleh kenikmatan ketika ia membuka lemari dan memandang hartanya itu seraya berkata pada dirinya, "Semua ini milikku." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Orang kota juga banyak yang seperti itu. Dia memperoleh kenikmatan dalam membaca laporan depositonya di bank. Kalau dia ingat, dia membuka lemari dan menyibak lembaran-lembaran depositonya. Ia tidak ingin menggunakan depositonya karena takut jumlah uang itu akan berkurang. Ada juga orang yang membeli barang-barang dan memperoleh kenikmatan dengan melihat tumpukan barang-barang itu. Sebetulnya sebagian barang itu saja sudah cukup baginya tetapi dia memperoleh kenikmatan dalam pemilikan semua barang itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Menurut Sigmund Freud, orang yang seperti itu bertahan dalam tahap yang kedua, yaitu tahap kenikmatan melihat kotoran. Penumpukan kekayaan yang dibeli dengan pengeluarannya itu sebetulnya adalah pemuliaan atau simbolisasi dari kenikmatan melihat kotoran. Freud juga memandang bahwa kekayaan-kekayaan yang ditumpuk itu sebetulnya adalah kotoran. Dia terhambat pada periode Anal. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Manusia yang tidak mengalami Fiksasi akan memasuki kepada tahap kebutuhan yang lebih abstrak, antara lain kebutuhan intelektual, kebutuhan akan informasi, kenikmatan dalam mengumpulkan informasi, atau kenikmatan dalam menyampaikan informasi. (Informasi itu sesuatu yang abstrak.) Abraham Maslow membuat piramida kebutuhan manusia. Semakin tinggi bagian piramida, semakin abstrak pula kebutuhannya. Pada tingkat yang paling bawah, manusia hanya memenuhi kebutuhan makan dan minum saja atau kebutuhan biologis saja. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Bila kebutuhan biologis itu sudah terpenuhi, kebutuhannya akan naik pada tingkat selanjutnya. Kebutuhan di atasnya itu adalah kebutuhan akan kasih sayang, ketenteraman, dan rasa aman. Lebih atas lagi adalah kebutuhan akan perhatian dan pengakuan. Lebih tinggi dari itu adalah kebutuhan akan self actualization atau aktualisasi diri. Dalam Islam, hal itu disebut kebutuhan akan AlTakämul Al-Rühäni, proses penyempurnaan spiritual. Itulah tingkat yang paling tinggi dalam kebutuhan itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Dari uraian yang panjang itu kita bisa menyimpulkan; semakin dewasa seseorang, semakin abstrak kebutuhannya. Kebutuhan yang paling tinggi ialah ketika orang berusaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan ruhaniahnya bukan kebutuhan-kebutuhan jasmaniahnya. Itulah orang yang sudah sangat dewasa. Di bulan Ramadhan kita dilatih untuk mengembangkan kepribadian kita. Kita meninggalkan tingkat Oral, Anal, dan Genital ke tingkat ruhaniah yang lebih tinggi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Pada siang hari di bulan Puasa, kita berlatih untuk meninggalkan masa kanak-kanak kita. Kita mencoba menahan diri untuk tidak memenuhi kebutuhan Oral kita dengan tidak makan dan minum. Kita pun mencoba untuk meninggalkan tahap Genital dengan mengendalikan nafsu seks kita. Pada bulan Ramadhan, kita belajar menjadi dewasa. Di bulan itu kita berusaha untuk memenuhi kebutuhan ruhaniah kita. Kita meninggalkan keterikatan pada tubuh kita dan mulai mendekati ruh kita. Kita adalah gabungan antara ruh dan tubuh tapi dalam kenyataan sehari-hari kita ini terikat sekali dengan tubuh kita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Seseorang yang sudah sampai pada tingkat di mana keterikatan pada ruhnya lebih besar daripada keterikatan pada tubuhnya, akan mampu untuk mengendalikan tubuhnya sendiri. Orang yang sangat terikat dengan tubuh akan mudah sekali dipengaruhi oleh perubahan cuaca. Dia bisa kedinginan kalau suhu udara turun. Dia bisa kegerahan kalau suhu udara naik. Sedangkan orang yang sudah lebih terikat kepada ruh akan bisa menciptakan tubuhnya sejuk ketika udara sangat panas. Dia pun bisa membuat tubuhnya hangat ketika udara amat dingin. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Menurut Murtadha Muthahhari, salah satu tahap dalam wilayäh atau kewalian seseorang adalah tahap di mana ia sudah bisa mengendalikan hawa nafsunya. Dia tidak akan marah ketika seharusnya marah. Dia tidak ingin membalas dendam ketika semestinya ia membalas dendam. Dia tidak sakit hati ketika orang menyakiti hatinya. Nafsunya sudah terkendalikan. Menahan makan dan minum serta menahan diri dari perbuatan zina sudah termasuk tingkat wilayah yang paling awal. Jadi di dalam bulan Puasa, Insya Allah, kita akan menjadi wali-wali Allah pada tingkat yang paling Elementer. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Jika orang sudah berhasil mengendalikan seluruh hawa nafsunya, dia akan naik kepada Wilayäh yang kedua, yaitu ketika ruhnya sudah bisa mengendalikan tubuhnya. Tingkat yang ketiga, ialah ketika ruhnya sudah bisa mengendalikan gerakan alam semesta. Kalau dia menyatakan sesuatu itu jadi, maka terjadilah sesuatu itu. Kalau dia meminta supaya pohon itu berbunga, maka berbungalah pohon itu. Dari dirinya memancar sesuatu yang menggerakan dan menggoncangkan seluruh molekul di sekitarnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Menurut Iqbal, orang seperti itu adalah orang yang sudah bisa menentukan takdirnya. "Kembangkan dirimu begitu rupa," kata Iqbal, "sehingga kalau Allah akan menetapkan takdirnya, Dia akan berkonsultasi dulu dengan kamu. Kalau Allah akan mematikan kamu, Dia akan bertanya dulu: Apakah kamu akan mati sekarang atau nanti." Orang tersebut sudah mencapai tingkat kewalian yang ketiga. Ketika dia bisa menentukan takdir, menggenggam takdir ditangannya, dan tidak lagi tunduk kepada takdir. Bahkan Allah menentukan takdir dengan berkonsultasi terlebih dahulu kepadanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Bulan Puasa adalah suatu bulan ketika kita paling tidak dihantarkan untuk mengendalikan hawa nafsu. Lalu bagaimana kalau di bulan Puasa ada orang yang berhasil mengendalikan makan, minum, dan seksnya tetapi dia tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya? Itu berarti orang itu tidak masuk ke tingkat wali yang paling Elementer sekali pun. Orang seperti ini tidak makan dan minum tapi mudah tersinggung. Ia mudah marah dan mencaci maki orang lain. Ia tidak bisa mengendalikan mulutnya. Ketika ceramah di bulan Puasa, dia menghantam golongan lain yang tidak sepaham dengannya. Sebenarnya orang itu menderita Fiksasi. Dia terhambat dalam perkembangan kepribadiannya, dia belum bisa mengendalikan hawa nafsunya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Bagaimana kita meningkatkan tingkat kewalian atau wiläyah kita ini? Kita dapat berpedoman pada hadits-hadits Qudsi. Hadits Qudsi adalah petunjuk Allah bagi yang ingin mendekati-Nya. Dengan latar belakang psikologis yang panjang di atas, saya akan mengantarkan Anda kepada hadits-hadits Qudsi yang membimbing kita untuk menjalankan ibadah puasa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Dalam satu hadits Qudsi tersebut, Allah berfirman: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;"Demi keagungan-Ku, kebesaran-Ku, kemuliaan-Ku, cahaya-Ku, ketinggian-Ku, dan ketinggian kedudukan-Ku, tidaklah seorang hamba mendahulukan kehendaknya di atas kehendak-Ku kecuali Aku cerai beraikan urusannya. Aku kacaukan dunianya. Aku sibukkan hatinya dengan dunianya. Dan dunia tidak mendatanginya kecuali yang sudah Aku tentukan baginya." &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;"Demi keagungan-Ku, kebesaran-Ku, kemuliaan-Ku, cahaya-Ku, ketinggian-Ku, dan ketinggian kedudukan-Ku, tidaklah seorang hamba mendahulukan kehendaknya di atas kehendak-ku kecuali akan Aku perintahkan para malaikat untuk menjagaNya. Aku akan jaminkan langit dan bumi sebagai rizkinya. Aku akan menyertai setiap usaha dagang yang dilakukannya. Dan dunia akan datang sambil merendahkan diri kepadanya." &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Menurut hadis Qudsi ini, terdapat dua golongan manusia. Pertama, golongan manusia yang mendahulukan kehendaknya di atas kehendak Allah. Kedua, golongan manusia yang mendahulukan kehendak Allah di atas kehendaknya. Orang yang berpuasa adalah orang yang termasuk ke dalam golongan kedua. Ia menempatkan kehendak Tuhan di atas kehendaknya sendiri. Ketika siang hari, keinginannya ialah untuk makan dan minum tetapi keinginan Allah adalah supaya ia tidak makan dan tidak minum. Orang yang berpuasa akan mengutamakan keinginan Allah itu. Meskipun lapar, ia tidak akan penuhi keinginannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Ketika kita lapar, umumnya kita mudah sekali tersinggung. Kalau kita diganggu orang, kita ingin sekali untuk marah. Namun Allah menghendaki kita di bulan Ramadhan ini untuk mengekang amarah kita. Rasulullah saw bersabda, "Siapa yang mengendalikan marahnya di bulan Ramadhan, Allah akan menahan murka-Nya pada Hari Kiamat nanti." Kita menahan amarah kita demi memenuhi kehendak Allah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Sebetulnya setiap hari kita dihadapkan pada dua pilihan. Apakah kita akan memenuhi kehendak Allah atau memenuhi kehendak diri kita sendiri. Allah berkehendak agar kita mencari nafkah yang halal untuk membiayai keluarga kita. Bila kita memiliki kelebihan harta, Allah berkehendak agar kelebihan itu dibagikan kepada hamba-hambaNya. Tapi jika kita mempunyai kelebihan rizki, kehendak kita adalah memakai kelebihan itu untuk memenuhi keperluan konsumtif kita. Kita tumpuk makanan berlebih untuk kita santap ketika berbuka puasa. Seakan suatu kompensasi akan ketidakmakanan dan ketidakminuman kita di siang hari. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Di bulan Puasa ini, mari kita kesampingkan kehendak kita itu. Kita utamakan kehendak Allah swt; kita bersedekah sebanyak-banyaknya kepada para fakir miskin dan mustadh'afin. ( KH. Jalaluddin Rakhmat )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Selamat menempuh ibadah puasa.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-115699512487784775?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/115699512487784775/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=115699512487784775' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115699512487784775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115699512487784775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/08/puasa-menuju-pendewasaan-spiritual.html' title='Puasa Menuju Pendewasaan Spiritual'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-115698756874447164</id><published>2006-08-31T10:23:00.000+09:00</published><updated>2006-08-31T10:26:09.170+09:00</updated><title type='text'>Menghindar dari Jeratan Utang</title><content type='html'>Oleh : Pietra Sarosa, RFADimuat di : Majalah Prospektif, Edisi 41/Vol 6/11-17 Oktober 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini, hutang merupakan bagian yang hampir tak terpisahkan dari kehidupan kita. Semakin majunya sistem pembayaran membuat hampir semua barang sudah bisa dibeli dengan menggunakan hutang. Bahkan ada juga yang mengatakan untuk beberapa kasus- misalkan pembelian rumah, “Mana bisa membeli rumah jaman sekarang kalau nggak pakai kredit”. Ya, kita memang tidak bisa memungkiri bahwa hutang memang bisa dimanfatkan untuk membeli barang-barang yang nyaris tak terjangkau jika menggunakan pembayaran cash. Sayangnya banyak orang-termasuk kalangan eksekutif, yang lupa bahwa hutang mempunyai sifat seperti api, yaitu “kecil jadi kawan, besar jadi lawan”. Sudah merupakan cerita lama bahwa banyak orang (termasuk beberapa klien saya) yang meskipun tingkat penghasilannya terbilang cukup tinggi namun tetap saja akhirnya terjebak dalam kesulitan keuangan diakibatkan besarnya hutang dalam keuangan pribadi mereka. Penggunaan hutang (terutama untuk konsumsi) yang tidak terkontrol dalam jangka panjang memang akan sangat berpotensi untuk menghancurkan kondisi keuangan Anda dan juga kehidupan keluarga Anda. Jika Anda saat ini tidak mengalami hal seperti itu, maka saya ucapkan selamat kepada Anda. Tetapi jika Anda ternyata mengalami tanda-tanda terjerat dalam hutang, maka saya sarankan pada Anda untuk segera mengambil langkah-langkah antisipasi. Berikut ini saya akan berbagi dengan Anda beberapa alternatif antisipasi yang bisa kita lakukan bersama :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kurangi pengeluaran Anda Saya sangat percaya bahwa langkah ini sangat sulit dilakukan bukan hanya oleh Anda, saya sendiri, tapi juga oleh hampir semua orang. Bagi kebanyakan orang, mengurangi pengeluaran bahkan dianggap sebagai menurunkan standar hidup sehingga banyak orang menghindari langkah ini. Tapi jika Anda sudah dalam kondisi terjerat hutang, maka apa boleh buat? Kebanyakan obat memang pahit bukan? Poin yang penting disini adalah ketepatan dalam menempatkan prioritas pos pengeluaran mana yang harus dikurangi terlebih dulu dan pos mana yang sebaiknya tetap dipertahankan. Kuncinya adalah membedakan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants). Lakukan prioritas pengurangan pada pos-pos ‘wants’ seperti misalnya liburan, entertainment, travelling, gifts, mobil baru, dll. Apa lagi jika semua pos tersebut Anda biayai dengan hutang (misalkan kredit mobil atau kartu kredit), maka sebaiknya Anda tangguhkan dulu semuanya sampai kondisi keuangan Anda pulih kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Prioritaskan untuk Melunasi Tagihan Kartu Kredit Anda Jenis hutang yang paling menggerogoti kemampuan finansial Anda adalah tagihan kartu kredit. Kebanyakan barang yang dibeli melalui kartu kredit adalah barang konsumsi yang semakin hari harganya bukannya naik, tapi malah menurun atau malah sudah habis terpakai. Padahal di sisi lain, Anda diharuskan untuk selalu membayar bunga tinggi atas tagihan kartu kredit Anda. Jadi, prioritaskan untuk melunasi tagihan kartu kredit Anda terlebih dahulu. Jika Anda tidak bisa sekaligus melunasinya, cobalah memperbesar cicilan Anda tiap bulannya, sehingga jangka waktu pelunasan akan lebih cepat, dan total biaya yang ditanggung menjadi lebih kecil. Selanjutnya, Anda bisa menghentikan dahulu penggunaan kartu kredit Anda sampai keuangan Anda kembali stabil. Jangan lupa untuk mulai membiasakan menggunakan kartu kredit untuk hal-hal darurat saja dan melunasinya secara penuh pada saat jatuh tempo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gunakan Tabungan Anda Bagaimana jika Anda tidak punya dana selain tabungan Anda yang bisa Anda gunakan untuk melunasi tagihan kartu kredit Anda? Jika begini keadaannya, mau tidak mau terpaksa Anda harus merogoh tabungan Anda di bank untuk melunasinya. Memang ada sisi negatifnya, yaitu tabungan Anda jadi tergerus, namun coba pikirkan sisi lainnya bahwa dengan membiarkan tabungan Anda tetap di bank dan tagihan kartu kredit tidak terbayar, maka Anda harus menanggung selisih negatif pendapatan bunga sebesar kira-kira 18% (katakanlah maksimum bunga bank 6% setahun minus bunga kartu kredit minimum 24% setahun). Tapi, jangan lupa bahwa meskipun Anda menggunakan tabungan Anda untuk melunasi hutang, tetap sisakan sejumlah dana di tabungan untuk keperluan emergency fund Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 4. Gunakan Debit Card Untuk lebih mengefektifkan poin no. 2 dan no. 3 diatas, maka Anda bisa mengkombinasikannya dengan poin yang keempat ini, yaitu memakai kartu kredit sebagai pengganti kartu kredit. Kartu debit yang dihubungkan langsung dengan tabungan Anda akan ‘memaksa’ Anda untuk membeli barang sesuai dengan kebutuhan Anda karena jika tabungan Anda sudah tidak mencukupi, maka kartu debit Anda pun sudah tidak bisa digunakan lagi. Kadang, hal ini justru menjadi semacam ‘shock therapy ‘ yang cukup efektif terutama mereka yang memiliki tingkat konsumerisme cukup tinggi. Kebanyakan orang lebih merasakan efek dari berkurangnya tabungan daripada efek daripada bertambahnya hutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. ‘Restrukturisasi’ Hutang-Hutang Anda Bukan cuma hutang korporat yang bisa direstrukturisasi, hutang pribadi pun bisa juga direstrukturisasi. Poin utamanya adalah dengan mengurangi total biaya hutang (terutama bunganya) yang harus Anda tanggung. Caranya bisa berbagai macam, misalkan dengan mengalihkan hutang kartu kredit Anda ke kartu kredit lain yang memberikan bunga lebih rendah. Bisa juga Anda mencari semacam pinjaman lunak dari keluarga atau kerabat Anda dengan bunga yang lebih rendah untuk melunasi hutang-hutang Anda yang lain. Biasanya dengan sedikit personal approach, keluarga atau kerabat Anda pasti akan bisa memahami kesulitan Anda. Memang, kadang tindakan-tindakan ini jadi terkesan ‘gali lubang tutup lubang’, tapi selama yang ditutup adalah lubang yang lebih dalam, itu masih menguntungkan bagi keseluruhan kondisi keuangan Anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-115698756874447164?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/115698756874447164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=115698756874447164' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115698756874447164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115698756874447164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/08/menghindar-dari-jeratan-utang.html' title='Menghindar dari Jeratan Utang'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-115682711975231289</id><published>2006-08-29T13:50:00.000+09:00</published><updated>2006-08-29T13:52:00.003+09:00</updated><title type='text'>Fauzi Saleh, contoh seorang pengusaha sukses sekaligus dermawan</title><content type='html'>Sumber : milis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fauzi Saleh, contoh seorang pengusaha sukses sekaligus dermawan. Ini berkat kompak dengan karyawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derai tawa dan langgam bicaranya khas betawi. Itulah gaya H. Fauzi Saleh dalam meladeni tamunya. Pengusaha perumahan mewah Pesona Depok dan Pesona Khayangan yang hanya lulusan SMP tersebut memang lahir dan dibesarkan di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Setamat dari SMP pada tahun 1966, beliau telah merasakan kerasnya kehidupan di ibukota. Saat itu Fauzi terpaksa bekerja sebagai pencuci mobil di sebuah bengkel dengan gaji Rp 700 per minggu. Bahkan delapan tahun silam, dia masih dikenal sebagai penjaga gudang di sebuah perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kehidupan ibarat roda yang berputar. Sekarang posisi ayah 6 anak yang berusia 45 tahun ini sedang berada di atas. Pada hari ulang tahunnya itu, pria bertubuh kecil ini memberikan 50 unit mobil kepada 50 dari sekitar 100 karyawan tetapnya. Selain itu para karyawan tetap dan sekitar 2.000 buruh mendapat bonus sebulan gaji. Total Dalam setahun, karyawan dan buruhnya mendapat 22 kali gaji sebagai tambahan, 3 bulan gaji saat Idul Fitri, 2 bulan gaji saat bulan Ramadhan dan Hari Raya Haji, dan 1 bulan gaji saat 17 Agustus, tahun baru dan hari ulang tahun Fauzi. Selain itu, setiap karyawan dan buruh mendapat Rp 5.000 saat selesai shalat Jumat dari masjid miliknya di kompleks perumahan Pesona Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap dermawan ini tampaknya tak lepas dari pandangan Fauzi, yang menilai orang-orang yang bekerja padanya sebagai kekasih. "Karena mereka bekerjalah saya mendapat rezeki.", katanya. Manajemen kasih sayang yang diterapkan Fauzi ternyata ampuh untuk memajukan perusahaan. Seluruh karyawan bekerja bahu-membahu. "Mereka seperti bekerja di perusahaan sendiri." Katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip manajemen "Bismillah" itu telah dilakukan ketika mulai berusaha pada tahun 1989 silam, yaitu setelah dia berhenti bekerja sebagai petugas keamanan. Berbekal uang simpanan dari hasil ngobyek sebagai tukang taman, sebesar 30 juta, beliau kemudian membeli tanah 6 x 15 meter sekaligus membangun rumah di jalan jatipadang, jakarta selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyiapkan rumah itu secara utuh diperlukan tambahan dana sebesar 10 juta.&lt;br /&gt;Meski demikian, Fauzi tidak berputus asa. Setiap malam jumat, Fauzi dan pekerjanya sebanyak 12 orang, selalu melakukan wirid Yasiin, zikir dan memanjatkan doa agar usaha yang sedang mereka rintis bisa berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena usaha itu dimulai dengan sikap pasrah, rumah itupun siap juga. Nasib baik memihak Fauzi. Rumah yang beliau bangun itu laku Rp 51 juta. Uang hasil penjualan itu selanjutnya digunakan untuk membeli tanah, membangun rumah, dan menjual kembali. Begitu seterusnya, hingga pada 1992 usaha Fauzi membesar. Tahun itu, lewat PT. Pedoman Tata Bangun yang beliau dirikan, Fauzi mulai membangun 470 unit rumah mewah Pesona Depok 1 dan dilanjutkan dengan 360 unit rumah pesona depok 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dibangun pula pesona khayangan yang juga di depok. Kini telah dibangun pesona khayangan 1 sebanyak 500 unit rumah dan pesona khayangan 2 sebanyak 1100 unit rumah. Sedangkan pesona khayangan 3 dan 4 masih dalam tahap pematangan tanah. Harga rumah group pesona milik Fauzi tersebut antara 200 juta hingga 600 juta per unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik tradisi pengajian setiap malam jumat yang dilakukannya sejak awal, tidak ditinggalkan. Sekali dalam sebulan, dia menggelar pengajian akbar yang disebut dengan pesona dzikir yang dihadiri seluruh buruh, keluarga dan kerabat di komplek pesona khayangan pertengahan september lalu, ada sekitar 4.000 orang yang hadir.setiap orang yang hadir mendapatkan sarung dan 3 stel gamis untuk shalat. Setelah itu, ketika beranjak pulang, setiap orang tanpa kecuali, diberi nasi kotak dan uang Rp 10.000. tidak mengherankan, suasana berlangsung sangat akrab. Mereka saling bersalaman dan berpelukan. Tidak ada perbedaan antara bawahan dan atasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Fauzi, beliau sendiri tidak pernah membayangkan akan menjadi seperti ini. "Ini semua dari Alloh. Saya tidak ada apa2nya." Kata pria yang sehari-hari berpenampilan sederhana ini. Karena menyadari bahwa semua harta itu pemberian Alloh, Fauzi tidak lupa mengembalikannya dalam bentuk infak dan shadaqoh kepada yang membutuhkan. Tercatat, beberapa masjid telah dia bangun dan sejumlah kaum dhuafa dan janda telah disantuninya.&lt;br /&gt;Usaha yang dijalankannya tersebut, menurut Fauzi ibarat menanam padi. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bertanam padi, rumput dan ilalang akan tumbuh. Ini berbeda kalau kita bertanam rumput, padi tidak akan tumbuh". Kata Fauzi. Artinya, Fauzi tidak menginginkan hasil usaha untuk dirinya sendiri. "Saya hanya mengambil, sekedarnya, selebihnya digunakan untuk kesejahteraan karyawan dan sosial." Katanya. Sekitar 60 % keuntungan digunakan untuk kegiatan sosial, sedangkan selebihnya dipakai sebagai modal usaha. Sejak empat tahun lalu, ada Rp 70 milyar yang digunakan untuk kegiatan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, keuntungan perusahaan ini adalah nol." Kata Fauzi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-115682711975231289?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/115682711975231289/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=115682711975231289' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115682711975231289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115682711975231289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/08/fauzi-saleh-contoh-seorang-pengusaha.html' title='Fauzi Saleh, contoh seorang pengusaha sukses sekaligus dermawan'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-115682476909223938</id><published>2006-08-29T13:12:00.000+09:00</published><updated>2006-08-29T13:12:59.796+09:00</updated><title type='text'>SIAPAKAH ANDA ?</title><content type='html'>Sumber milis :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah orang yang sibuk?Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu solatnyaseolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah orang yang manis senyumanya?Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpamusibah lalu dia berkata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalusambil berkata,"Ya Rabb, Aku redha dengan ketentuanMu ini", sambilmengukir senyuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah orang yang kaya?Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dantidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah orang yang miskin?Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada selalumenumpuk-numpukkan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah orang yang rugi?Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namunmasih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah orang yang paling cantik?Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang matimembawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan sejauhmata memandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit? Orangyang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawaamal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah orang yang mempunyai akal?Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelakkarena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksaneraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah org yg PELIT ?Orang yg pelit ialah org yg membiarkan atau membuang email ini begitusaja, malah dia tidak akan menyampaikan kepada org lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-115682476909223938?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/115682476909223938/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=115682476909223938' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115682476909223938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115682476909223938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/08/siapakah-anda.html' title='SIAPAKAH ANDA ?'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-115682434989352472</id><published>2006-08-29T13:02:00.000+09:00</published><updated>2006-08-29T13:05:49.986+09:00</updated><title type='text'>Orang Brengsek Guru Sejati</title><content type='html'>Sumber : milis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa dan di mana menariknya, Bank Indonesia amat senang mengundang saya untuk menyampaikan presentasi dengan judul Dealing With Difficult People.Yang jelas, ada ratusan staf bank sentral ini yang demikian tertarik dan tekunnya mendengar ocehan saya. Motifnya, apa lagi kalau bukan dengan niat untuk sesegera mungkin jauh dan bebas dari manusia-manusia sulit seperti keras kepala, suka menghina, menang sendiri, tidak mau kerja sama dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal presentasi, hampir semua orang bernafsu sekali untuk membuat manusia sulit jadi baik. Dalam satu hal jelas, mereka yang datang menemui saya menganggap dirinya bukan manusia sulit, dan orang lain di luar sana sebagian adalah manusia sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, begitu mereka saya minta berdiskusi di antara mereka sendiri untuk memecahkan persoalan kontroversial, tidak sedikit yang memamerkan perilaku-perilaku manusia sulit. Bila saya tunjukkan perilaku mereka ; seperti keras kepala, menang sendiri, dll  dan kemudian saya tanya apakah itu termasuk perilaku manusia sulit, sebagian dari mereka hanya tersenyum kecut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertolak dari sinilah, maka sering saya menganjurkan untuk membersihkan kaca mata terlebih dahulu, sebelum melihat orang lain. Dalam banyak kasus, karena kita tidak sadar dengan kotornya kaca mata maka orangpun kelihatan kotor. Dengan kata lain, sebelum menyebut orang lain sulit, yakinlah kalau bukan Anda sendiri yang sulit. Karena Anda amat keras kepala, maka orang berbeda pendapat sedikitpun jadi sulit. Karena Anda amat mudah tersinggung, maka orang yang tersenyum sedikit saja sudah membuat Anda jadi kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pembicaraan mengenai manusia sulit hanya boleh dibicarakan dalam keadaan kaca mata bersih dan bening. Setelah itu, saya ingin mengajak Anda masuk ke dalam sebuah pemahaman tentang manusia sulit. Dengan meyakini bahwa  setiap orang yang kita temui dalam hidup adalah guru kehidupan, maka guru terbaik kita sebenarnya adalah manusia-manusia super sulit. Terutama karena  beberapa alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, manusia super sulit sedang mengajari kita dengan menunjukkan betapa menjengkelkannya mereka. Bayangkan, ketika orang-orang ramai menyatukan pendapat, ia mau menang sendiri. Tatkala orang belajar melihat dari segi positif, ia malah mencaci dan menghina orang lain. Semakin sering kita bertemu orang-orang seperti ini, sebenarnya kita sedang semakin diingatkan untuk tidak berperilaku sejelek dan sebrengsek itu. Saya berterimakasih sekali ke puteri Ibu kost saya yang amat kasar dan suka menghina dulu. Sebab, dari sana saya pernah berjanji untuk tidak mengizinkan putera-puteri saya sekasar dia kelak. Sekarang, bayangan tentang anak kecil yang kasardan suka menghina, menjadi inspirasi yang amat membantu pendidikan anak-anak di rumah. Sebab, saya pernah merasakan sendiri betapa sakit hati dan tidak enaknya dihina anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, manusia super sulit adalah sparring partner dalam membuat kita jadi orang sabar. Sebagaimana sering saya ceritakan, badan dan jiwa ini seperti karet. Pertama ditarik melawan, namun begitu sering ditarik maka ia akan longgar juga. Dengan demikian, semakin sering kita dibuat panas kepala, mengurut-urut dada, atau menarik nafas panjang oleh manusia super sulit,itu berarti kita sedang menarik karet ini (baca : tubuh dan jiwa ini) menjadi lebih longgar (sabar). Saya pernah mengajar sekumpulan anak-anak muda yang tidak saja amat pintar, namun juga amat rajin mengkritik. Setiap di depan kelas saya diuji, dimaki bahkan kadang dihujat. Awalnya memang membuattubuh ini susah tidur. Tetapi lama kelamaan, tubuh ini jadi kebal. Seorang anggota keluarga yang mengenal latar belakang masa kecil saya, pernah heran dengan cara saya menangani hujatan-hujatan orang lain. Dan gurunya ya itu tadi, manusia-manusia pintar tukang hujat di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, manusia super sulit sering mendidik kita jadi pemimpin jempolan. Semakin sering dan semakin banyak kita memimpin dan dipimpin manusia sulit, ia akan menjadi Universitas Kesulitan yang mengagumkan daya kontribusinya. Saya tidak mengecilkan peran sekolah bisnis, tetapi pengalaman memimpin dan dipimpin oleh manusia sulit, sudah terbukti membuat banyak sekali orang menjadi pemimpin jempolan. Rekan saya menjadi jauh lebih asertif setelah dipimpin lama oleh purnawirawan jendral yang amat keras dan diktator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, disadari maupun tidak manusia sulit sedang memproduksi kita menjadi orang dewasa. Lihat saja, berhadapan dengan tukang hina tentu saja kita memaksa diri untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan orang yang berhobi menjelekkan orang lain tentu membuat kita berefleksi, betapa tidak enaknya dihina orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, dengan sedikit rasa dendam yang positif manusia super sulit sebenarnya sedang membuat kita jadi hebat. Di masa kecil, saya termasuk orang yang dibesarkan oleh penghina-penghina saya. Sebab, hinaan mereka membuat saya lari kencang dalam belajar dan berusaha. Dan kemudian, kalau ada kesempatan saya bantu orang-orang yang menghina tadi. Dan betapa besar dan hebatnya diri ini rasanya, kalau berhasil membantu orang yang tadinya menghina kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir dan yang paling penting, manusia super sulit sebenarnyamenunjukkan jalan ke surga, serta mendoakan kita masuk surga. Pasalnya, kalau kita berhasil membalas hinaan dengan senyuman, batu dengan bunga, bau busuk dengan bau harum, bukankah kemungkinan masuk surga menjadi lebih tinggi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*penulis asli tidak dicantumkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-115682434989352472?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/115682434989352472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=115682434989352472' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115682434989352472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115682434989352472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/08/orang-brengsek-guru-sejati.html' title='Orang Brengsek Guru Sejati'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-115682409694046519</id><published>2006-08-29T12:59:00.000+09:00</published><updated>2006-08-29T13:01:37.120+09:00</updated><title type='text'>Management Stress</title><content type='html'>Sumber : milis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat memberikan kuliah tentang Management Stress, Stephen Coveymengangkat gelas airdan bertanya kepada para siswanya : "Seberapa berat menurut Anda segelas airini ?"Para siswa menjawab mulai dari 200 gram sampai 500 gram."Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama Anda memegangnya," kata Covey. "Jika saya memegang gelas ini selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika sayame megangnya selama 1 jam,lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh,mungkin Anda harusmemanggil ambulans untuk saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya,maka bebannya akan semakin terasa." "Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akanmampu membawanya lagi.Beban itu akan meningkat beratnya," lanjut Covey."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenaksebelum mengangkatnya lagi.Kita harus meninggalkan beban secara periodic, agar dapat lebih segar danmampu membawanya lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hal ini juga berlaku dengan masalah yang kita hadapi sehari-hari. Sebelumpulang ke rumah,dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan dibawa pulang kerumah.Beban itu dapat diambil lagi besok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun beban yang ada di pundak Andahari ini,coba tinggalkan sejenak, jika bisa. Setelah beristirahat, dapat diambillagi.Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya secarapositif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, ataudisentuh,tapi dapat dirasakan jauhdi relung hati kita. Start everyday with a smile :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pick Me UP Love,,Everyday !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-115682409694046519?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/115682409694046519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=115682409694046519' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115682409694046519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115682409694046519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/08/management-stress.html' title='Management Stress'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-115682386424479236</id><published>2006-08-29T12:57:00.000+09:00</published><updated>2006-08-29T12:57:44.623+09:00</updated><title type='text'>Mengapa Berteriak?</title><content type='html'>Sumber : Milis Penulis asli tidak dicantumkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya;"Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab;"Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak.""Tapi..." sang guru balik bertanya, "lawan bicaranya justru beradadisampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar Menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru lalu berkata; "Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan,jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru masih melanjutkan; "Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orangsaling jatuh cinta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil.Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?" Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang guru masih melanjutkan; "Ketika anda sedang dilanda kemarahan,janganlah hatimu menciptakan jarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin di saat seperti itu, TAK mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang BIJAKSANA. Karena waktu akan membantu anda."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-115682386424479236?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/115682386424479236/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=115682386424479236' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115682386424479236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115682386424479236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/08/mengapa-berteriak.html' title='Mengapa Berteriak?'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-115675547761409488</id><published>2006-08-28T17:49:00.000+09:00</published><updated>2006-08-28T17:58:44.370+09:00</updated><title type='text'>”Homo Socius” Menurut Adam Smith</title><content type='html'>Oleh IMAM CAHYONO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Man has a natural love for society, and desires that the union of mankind should be preserved for its own sake and though he himself was to derive no benefit from it.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;(Adam Smith)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK banyak orang yang tahu. Pada 17 Juli 1790, ia mengembuskan napas terakhir akibat sakit keras dan dimakamkan di kompleks Canongate, Royal Mile, Edinburgh. Masyarakat lebih mengenalnya sebagai "nabi" sistem kapitalisme. Padahal, ia mengabdikan sebagian besar hartanya untuk berderma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam Smith, nyaris tak pernah lepas dari kontroversi. Ia selalu disanjung, tapi juga dicaci-maki. Karya-karyanya menggetarkan dunia. Ia tenar sebagai penggagas konsep homo economicus, karakter egois yang hanya memikirkan keuntungan pribadi, menekankan pentingnya aspek ekonomi dalam tingkah laku umat manusia di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukunya Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776) memberikan sumbangan besar pada jagad akademis ilmu ekonomi modern. Ia juga meletakkan pondasi rasional intelektual yang kokoh bagi perdagangan bebas (free market), kapitalisme laissez-faire dan libertarianisme. Tapi, perlu dicatat, Smith juga mendukung pendidikan publik bagi kaum dewasa yang miskin serta mencoba menjalankan sistem kelembagaan yang tidak hanya menguntungkan industri swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komplikasi sosio-ekonomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang melupakan reputasi Adam Smith sebagai ahli filsafat moral. Tepatnya 17 tahun sebelum terbitnya The Wealth of Nations (WN), ia telah memublikasikan The Theory of Moral Sentiments (1759) (TMS), yang menegaskan bahwa manusia selalu bersimpati satu sama lain, terutama untuk menciptakan masyarakat harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perbedaan besar dalam dua karya itu, yakni kontradiksi antara penekanan simpati dan pentingnya ego pribadi (self-interest). Dalam WN, manusia adalah homo economicus, sementara dalam TMS, manusia merupakan homo socius seperti halnya homo ethicus. Dalam TMS, simpati merupakan indra manusia yang menekankan pentingnya pengendalian diri, sementara dalam WN, kompetisi merupakan indra ekonomi utama yang mengedepankan kepentingan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati dua buku itu berisi perspektif yang bertentangan, tapi sama-sama menelaah dua aspek alami manusia yakni egoisme dan simpati. Smith sejatinya menggambarkan komplikasi jagad ekonomi pada dua dimensi itu. Tidak benar jika WN hanya mengungkap tentang bagaimana negara menjadi kaya dan makmur. The Wealth of Nations, was written not for men who sought to increase their own wealth, but for those who might be motivated to advance the public good by increasing the wealth of the nation and strengthening its character building institution (Muller, 1993: 164). TMS merupakan karya yang sangat penting dalam teori kapitalisme yang mengupas soal etika, filsafat, psikologi dan metodologi yang mempengaruhi karya-karya Smith selanjutnya. Simpati merupakan term yang digunakan untuk mengungkapkan sentimen dan kepekaan moral (moral sense), yakni melalui empati, merasakan apa yang dirasakan orang lain. Ini terkait bagaimana komunikasi manusia tergantung pada simpati antara agen dan spectator, yakni antara individu dan anggota masyarakat yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan logika cermin, penonton berkhayal untuk merekonstruksi pengalaman dari apa yang dilihatnya. Melalui imajinasi kita bisa membentuk konsepsi. Melalui imajinasi kita bisa menempatkan diri kita pada situasi orang lain. Dengan simpati, kita mencoba untuk turut merasakan apa situasi pengalaman yang sedang dihadapi orang lain terutama penderitaan. Jika seseorang bersimpati kepada yang lain, maka dia akan mengontrol ego pribadi, tidak mengejar kepentingan individu secara berlebihan. Dalam budaya Indonesia empati berarti tepa selira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simpati muncul sebagai keinginan bawaan (an innate desire) untuk mengidentifikasi emosi orang lain. Karenanya, simpati memberi petunjuk kepada seseorang untuk berjuang menjaga relasi baik dengan orang lain sebagai basis tindakan untuk menjaga tatanan sosial secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ekonomi bukan sekadar persoalan individual tapi tidak bisa dipisahkan dengan keberadaan masyarakat. Max Weber dalam Economy and Society (1910), menegaskan bahwa ekonomi dan sosiologi tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Teori ekonomi menganalisis situasi di mana para aktor dipengaruhi oleh kepentingan materi dan tujuan nilai guna (utility) dengan mengabaikan perilaku aktor yang lain. Sementara, sosiologi meneliti tindakan ideal yang baik seperti kepentingan materi dan kegunaan tapi juga diorientasikan pada perilaku yang lain. Sosiologi ekonomi memfokuskan tindakan sosial tindakan yang didorong oleh kepentingan materi dengan mempertimbangkan aktor-aktor yang lain (Weber in Swedberd, 1998: 24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Spirit” moral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relasi sosial ekonomi masyarakat tidak bisa berjalan selaras dan serasi, tanpa adanya standar etika yang berlandaskan pada spirit moral kemanusiaan. Jika keuntungan menjadi panglima utama maka pasti ada pihak lain yang dirugikan dan dikorbankan. Jika profit menjadi pertimbangan utama dan menjadi satu-satunya norma dalam dunia bisnis, ketimpangan akan lahir karena mereka yang berkuasa, dan mereka yang kuat bakal menindas yang lemah. Bahaya utama masyarakat komersial adalah jika simpati ditujukan kepada mereka yang kaya dan kuat dengan mengabaikan yang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak manusia modern mengidolakan pembangunan fisik dan hidup hanya untuk mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, menempatkan materi di atas segalanya. Ini tidak saja hanya mengimplementasikan sikap dan ego yang diajarkan Smith tetapi juga melanggar pengajaran yang lain, yakni tentang keadilan sebagai pondasi untuk masyarakat yang harmonis. Dalam sistem ekonomi yang menekankan egoisme demi mengejar keuntungan pribadi dan meninggalkan prinsip-prinsip kebersamaan, korupsi berkembang biak dan kepentingan publik dikalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan fatal dan dosa besar yang dilakukan para pengajar dan pemikir adalah mengamalkan separuh ajaran Smith sembari mengabaikan separuh konsep yang lain. Homo socius dan homo ethicus selalu dilupakan, sementara homo economicus senantiasa dipuja. Manusia pada dasarnya bukan makhluk egois yang tidak pernah peduli kepada orang lain, tapi juga makhluk sosial yang tak terpisah dari masyarakat sekaligus bukan makhluk barbarian yang hidup tanpa tatanan, norma dan etika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja para pemikir tidak salah tafsir, tidak setengah-setengah mengajarkan dan membumikan gagasan Adam Smith, bisa jadi globalisasi dapat berjalan lebih adil. Neoliberalisme yang angkuh, rakus, dan serakah dapat dihadang. Dunia yang serba chaos pun bisa dicegah. Homo socius dan homo ethicus masih menyisakan secercah harapan terciptanya dunia yang lebih baik, adil dan damai. Semoga Smith tidak terus menangis dan menderita di liang lahat!***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis, peneliti, menekuni studi globalisasi.&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/082006/28/1106.htm"&gt;http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/082006/28/1106.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-115675547761409488?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/115675547761409488/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=115675547761409488' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115675547761409488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115675547761409488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/08/homo-socius-menurut-adam-smith.html' title='”Homo Socius” Menurut Adam Smith'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-115648267323297067</id><published>2006-08-25T14:06:00.000+09:00</published><updated>2006-08-25T14:17:03.996+09:00</updated><title type='text'>"Uang Korupsi Itu Merusak Anak Saya"</title><content type='html'>Jamil Azzaini - Kubik Leadership&lt;br /&gt;Sumber :milis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa korupsi di Indonesia sudah terlalu besar dan diluar kontrol. Korupsi sudah merasuki semua sendi kehidupan dan telah terjadi baik di eksekutif, legislatif maupun yudikatif. Pernyataan presiden yang disampaikan pada acara Presidential Lecture di Istana Negara pada Rabu, 2 Agustus 2006, itu mengisyaratkan bahwa pemberantasan korupsi di Indonesia masih jauh dari harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati pelaku korupsi tampak tak terjamah, tapi yakinkah kita bahwa mereka benar-benar lolos dari jerat hukum? Ngomong-ngomong soal korupsi saya ingin berbagi cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, saya diundang untuk berbicara di depan staff dan pimpinan sebuah perusahaan ternama. Pada kesempatan tersebut saya berbicara tentang "hukum kekekalan energi", yang intinya, menurut hukum kekekalan energi dan semua agama, apapun yang kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita di dunia. Dengan kata lain, apabila kita melakukan "energi positif" atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan "energi negatif" atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sesi tanya jawab, salah seorang pimpinan di perusahaan itu mengkritik pedas "hukum kekekalan energi". Walau saya sudah menjelaskan dengan beragam argumen ilmiah dan contoh-contoh dalam kehidupan nyata, dia tetap tidak yakin. Sampai kami berpisah, kami masih pada pendapat masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh bulan berlalu, pimpinan itu tiba-tiba menelpon saya. "Pak Jamil, saya ingin bertemu anda," ujarnya singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena penasaran, undangan dari beliau saya prioritaskan. Singkat kata, pada waktu dan tempat yang telah disepakati kami bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya beliau tiba lebih dulu di tempat kami janjian. Begitu saya datang, beliau segera menyambut dengan sebuah pelukan erat. Cukup lama beliau memeluk saya. "Maafkan saya pak Jamil. Maafkan saya,"ucapnya, sambil terisak dan terus memeluk saya. Karena masih bingung dengan kejadian ini saya diam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kami duduk, beliau membuka percakapan. "Saya sekarang yakin dengan apa yang pak Jamil dulu katakan. Kalau kita berbuat energi positif maka kita akan mendapat kebaikan dan bila kita berbuat energinegatif maka pasti kita akan mendapat keburukan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana ceritanya sekarang kok bapak jadi yakin?" tanya saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama saya menjabat pimpinan di perusahaan itu, saya menerima uang yang bukan menjadi hak saya. Semuanya saya catat. Jumlahnya lima ratus dua puluh enam juta rupiah," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari menarik napas panjang beliau melanjutkan bercerita. Kali ini tentang anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anak saya sekolah di Australia. Karena pengaruh pergaulan, dia terkena narkoba. Sudah saya obati dan sembuh. Ketika liburan, dia ke Amerika dan Kanada. Tidak disangka, disana dia bertemu dengan teman pengguna narkobanya ketika di Australia. Anak saya sebenarnya menolak menggunakan lagi. Namun dia dipaksa dan akhirnya anak saya kambuh lagi, bahkan makin parah, pak." Selama bercerita, beliau tak henti mengusap pipinya yang basah dengan air mata yang terus meleleh seperti tak mau berhenti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pak Jamil tahu berapa biaya pengobatan narkoba dan penyakit anak saya?" Tanpa menunggu jawaban saya, lelaki separuh baya itu berkata lirih, "Biayanya lima ratus dua puluh enam juta rupiah. Sama persis dengan uang kotor yang saya terima, pak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau tertunduk dan menggeleng-gelengkan kepala disertai isak tangis yang makin keras. Dengan terbata lelaki itu berkata, "Uang korupsi itu telah merusak anak saya, pak. Saya menyesal. Saya bukan orang tua yang baik. Saya telah merusak anak saya, pak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya peluk erat lelaki itu. Saya biarkan air matanya tumpah.Tangisnya semakin keras....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudara,  haruskah menunggu anak kita menjadi pengguna narkoba dan sakit untuk berhenti korupsi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan Penulis:Jamil Azzaini adalah Senior Trainer dan penulis buku Best SellerKUBIK LEADERSHIP; Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-115648267323297067?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/115648267323297067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=115648267323297067' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115648267323297067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115648267323297067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/08/uang-korupsi-itu-merusak-anak-saya.html' title='&quot;Uang Korupsi Itu Merusak Anak Saya&quot;'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-115572102288966252</id><published>2006-08-16T18:31:00.000+09:00</published><updated>2006-08-16T18:37:03.226+09:00</updated><title type='text'>Menertawakan Hollocaust di Iran</title><content type='html'>Sumber : &lt;a href="http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=260990&amp;kat_id=3"&gt;http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=260990&amp;amp;kat_id=3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 16 Agustus 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa bilang kisah pembantaian kaum Yahudi saat Perang Dunia II melulu bercerita soal air mata. Datanglah ke Teheran, Iran, bulan-bulan ini. Di Museum Seni Kontemporer Palestina di kota itu, boleh jadi gambaran hollocaust itu justru membuat kita tersenyum, bahkan terpingkal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Selasa (15/8) kemarin, di gedung itu memang digelar pameran internasional kartun hollocaust. Direncanakan berlangsung sebulan penuh, setidaknya 204 karya kartun dari berbagai penjuru dunia dipamerkan di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Kami menggelar pameran ini untuk mengetahui sejauh mana batas kebebasan ala Barat itu mereka yakini,'' kata Masoud Shojai, ketua Asosiasi Kartunis Iran, sekaligus ketua penyelenggara pameran tersebut, kepada kantor berita AFP. 'Mereka' yang dimaksud Masoud tentu saja dunia Barat, yang selama ini selalu mengusung dalih kebebasan untuk melanggar apa pun. Tak kecuali perasaan religius umat beragama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau contoh? Satu saja, kasus kartun Nabi Muhammad, yang marak awal tahun ini. Alih-alih mawas diri, dengan dalih kebebasan itu pula, sebagian kalangan di dunia Barat justru mempertanyakan reaksi umat Islam atas munculnya kartun tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu menunggu respons Barat, sebenarnya, karena Masoud sendiri sudah beroleh jawaban. ''Mereka bisa seenaknya menulis apa pun tentang Nabi kita. Tetapi, saat ada seorang saja mempertanyakan soal pembantaian Yahudi, dia malah didenda, bahkan dipenjara,'' Kata Masoud, menyindir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan itu merujuk perlakuan hipokrit Barat terhadap David Irving, sejarahwan Inggris yang tidak hanya kena denda atas sikapnya yang skeptis soal hollocaust, tetapi bahkan harus meringkuk di penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang pameran sekaligus kompetisi kartun itu, Masoud sendiri menyatakan tidak bermaksud membantah cerita pembantaian orang-orang Yahudi di PD II tersebut. ''Kami hanya mempertanyakan, mengapa justru rakyat Palestina yang harus membayarnya?'' kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetisi kartun itu sendiri berlangsung di tengah hebohnya pemuatan kartun Nabi oleh harian Denmark, Jyland-Posten, awal tahun ini. Saat itu, Asosiasi Kartunis Iran menantang para kartunis dunia untuk menuangkan ide mereka seputar hollocaust. Hasilnya, tidak kurang dari 1.100 kartun dari 60 negara masuk ke dalam daftar panitia lomba. Dari jumlah itu, 204 kartun memenuhi syarat untuk ikut dipamerkan dan berpeluang memenangkan hadiah uang. Lumayan besar, yakni masing-masing 12 ribu, delapan ribu, dan lima dolar AS untuk juara satu, dua, dan tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu di antara nominator kartun tersebut datang dari peserta asal Indonesia, Tony Thomdean. Dengan jenaka Tony menggambarkan Patung Liberty, Dewi Kemerdekaan, tengah menggenggam daftar korban hollocaust di tangan kiri, sementara tangan kanannya memberikan salut ala Hitler. ''Heil ...!''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Kami datang kemari untuk belajar banyak tentang pembantaian yang menjadi dasar pendirian negara Israel itu,'' kata Zahra Amoli, seorang mahasiswi yang datang berombongan ke pameran tersebut. Hari pertama pameran tersebut, kemarin, dihadiri seratusan orang pengunjung. Dengan antusias mereka berkeliling, mengamati, dan tak jarang tersenyum simpul menyaksikan kartun-kartun tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap yang ditunjukkan masyarakat Iran akan hollocaust itu, tidak lepas dari sikap presiden mereka, Mahmud Ahmadinejad. Desember 2005 lalu, saat berpidato di Provinsi Sistan Baluchestan, Ahmadinejad menyatakan, Barat telah memosisikan mitos hollocaust itu melebihi keyakinan akan ketuhanan dan kenabian. ''Mereka menindak keras siapa saja yang meragukan mitos tersebut, namun membiarkan orang-orang yang mengingkari ketuhanan dan agama,'' kata Ahmadinejad, sebagaimana dikutip BBC, saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut Ahmadinejad juga menyatakan, jika memang Barat sebagai pelaku pembantaian tersebut peduli dengan nasib bangas Yahudi, mengapa bukan sebagian wilayah Eropa, AS, Kanada, atau Alaska, yang diberikan kepada Israel sebagai tebusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Mengapa justru rakyat palestina yang harus membayar?'' kata Ahmadinejad. Ucapan itulah yang kemudian dikutip Masoud, ketua panitia pameran itu. Dalam banyak hal, hollocaust memang telah menjadi barang dagangan Barat dan tentu saja, Israel. Klaim mereka bahwa selama PD II telah terjadi pembantaian atas sedikitnya enam juta Yahudi, membuat peristiwa itu selalu dihidup-hidupkan. Tidak hanya kamp-kamp penahanan Yahudi, khususnya Kamp Auschwitz, dijadikan museum. Lebih dari 250 museum didirikan di banyak negara untuk menyokong klaim tersebut. Untuk anak-anak sekolah, di AS dan Eropa sejak lama hollocaust menjadi salah satu bahan pelajaran. Untuk masyarakat awam, kurang apa dengan munculnya film-film yang terus memamah biak persoalan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedemikian gencarnya propaganda rezim Zionis soal hollocaust, sehingga kalangan Yahudi sendiri tak kurang yang merasa rikuh. Sejarawan Yahudi, Alfred M Lilienthal, bahkan dalam situsnya, www.alfredlilienthal.com, menyebut propaganda itu dengan hollocaust mania. Yang paling mutakhir, Tel Aviv bahkan kembali melakukan upaya mereka sejak lama, untuk menekan Majelis Umum PBB menetapkan tanggal 27 Januari sebagai ''Hari Hollocaust''.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, seorang anggota Komite Pendataan Hollocaust AS-Polandia, Rana I. Aloy, menyatakan, dalam PD II, tidak hanya orang-orang Yahudi yang mengalami penderitaan. ''Korban paling banyak pada PD II justru adalah orang Rusia,'' kata Aloy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klaim hollocaust juga tidak pernah menemukan dokumen pendukung. Bahkan, laporan Palang Merah Internasional dan perundingan sejumlah pejabat negara penentang Nazi, tak pernah disebutkan keterangan soal pembakaran orang-orang Yahudi oleh Nazi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, tidak heran bila sejarawan Australia, Frederick Toben, pernah mengatakan bahwa Israel sepenuhnya dibentuk atas dasar kisah hollocaust. ''Karena hollocaust adalah kisah bohong, berarti Israel dibangun di atas kebohongan besar,'' kata Toben. Untuk itu, sebagaimana kemudian dialami David Irving, Toben juga mengalami pemenjaraan akibat kata-katanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kebebasan ala Barat. Di Teheran, orang-orang Iran mencoba menertawakan hal itu. (dsy )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-115572102288966252?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/115572102288966252/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=115572102288966252' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115572102288966252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115572102288966252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/08/menertawakan-hollocaust-di-iran.html' title='Menertawakan Hollocaust di Iran'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-115503475960710084</id><published>2006-08-08T19:55:00.000+09:00</published><updated>2006-08-08T19:59:19.736+09:00</updated><title type='text'>Rahasia Pertolong Allah</title><content type='html'>Oleh : KH Abdullah Gymnastiar&lt;br /&gt;Sumber :&lt;a href="http://www.mualaf.com/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;amp;sid=343"&gt;http://www.mualaf.com/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;amp;sid=343&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku yang dirahmati Allah, ada banyak persoalan yang menghadang di depan kita. Entah itu msalah pribadi, keluarga atau pun yang lebih luas dari itu. Sebanding dengan banyaknya masalah, banyak pula cara yang dapat kita lakukan untuk menyelesaikannya. Bisa mengandalkan kecerdasan akal, kemampuan fisik, harta kekayaan, relasi, atau apapun. Namun bagi saya sendiri, tidak ada yang paling ampuh selain pertolongan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa pertolongan Allah? Tidak ada satu pun masalah yang terjadi, kecuali atas izin Allah. Semuanya ada dalam genggaman Allah. Bila demikian, alangkah mudahnya bagi Allah untuk membuka jalan kemudahan bagi siapapun yang ditimpa masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, masalah terbesar dalam hidup adalah saat kita tidak mendapatkan pertolongan Allah. Seberat apapun persoalan, akan menjadi ringan bila ditolong Allah. Pertanyaannya, bagaimana agar kita layak ditolong Allah? Jawabannya ada dalam QS Ath Thalaaq [65] ayat 2-3. Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kunci pembuka pertolongan Allah ada dalam ketakwaan kita. Semakin takwa kita, semakin terbuka lebar pintu-pintu pertolongan Allah. Sebaliknya, semakin ingkar kita, semakin tertutup rapat pintu-pintu pertolongan Allah. Na'udzubillah. Imam Ibnu Atha'ilah menegaskan pesan takwa ini, "Jangan menuntut Allah karena terlambatnya permintaan yang telah engkau panjatkan kepada-Nya. Namun, hendaknya engkau koreksi dirimu, tuntut dirimu agar tidak terlambat melaksanakan kewajiban-kewajiban terhadap Tuhanmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, ada banyak kewajiban yang harus kita tunaikan kepada Allah. Di antara yang banyak tersebut ada beberapa amalan dasar, sekaligus kunci pembuka datangnya pertolongan Allah. Saat kita mampu mengamalkannya dengan istikamah, insya Allah kebaikan-kebaikan lainnya akan terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, mencintai masjid. Masjid adalah rumah Allah yang ada di bumi. Tidak ada tempat yang paling dicintai Allah di bimi selain masjid. Pertolongan Allah akan datang kepada siapapun yang cinta dan gemar memakmurkan masjid. Karena itu, syarat pertama agar ditolong Allah adalah mencintai masjid. Pastikan tidak shalat (wajib), kecuali di masjid. Lebih utama pula dengan shalat tepat waktu dan berjamaah. Agendakan untuk menghadiri majelis-majelis dzikir di masjid. Serta sisihkan sebagian rezeki untuk memakmurkan masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tahajud. Sepertiga malam terakhir adalah waktu yang sangat dicintai Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa pada waktu tersebut, Allah Swt. turun ke bumi dan mengabulkan setiap doa yang dipanjatkan hamba-hamba-Nya. Tidak ada satu pun shalat sunnat yang begitu diperhatikan Rasulullah SAW kecuali shalat tahajud. Sangat rugi orang yang menyia-nyiakan waktu sepertiga malam terakhir. Sebab, ia telah menyia-nyiakan datangnya pertolongan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, sedekah. Amalan ini sungguh luar biasa. Dengan bersedekah, rezeki akan tambah melimpah dan berkah, urusan menjadi mudah, kita pun akan terhindar dari musibah. Jaminan dari Allah demikian pasti kepada ahli sedekah. Maka, jangan sia-siakan kesempatan beredekah. Pastikan tiada hari tanpa sedekah. Awali hari-hari kita dengan bersedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, bantu orang lain. Sesungguhnya Allah akan menolong orang-orang yang gemar menolong saudaranya. Mudahkan pula urusan orang lain, niscaya Allah akan memudahkan urusan kita. Pokoknya, tiada hari tanpa menolong orang lain. Dan jangan pilih-pilih dalam menolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, banyak bershalawat kepada Rasulullah SAW. Rasul adalah manusia yang paling dicintai Allah. Karena itu, cinta Allah akan kita dapatkan saat kita mencintai hamba yang paling dicintainya. Bila Allah sudah cinta, pertolongannya akan terbuka bagi kita. Wallaahu a'lam ( KH Abdullah Gymnastiar )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-115503475960710084?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/115503475960710084/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=115503475960710084' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115503475960710084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115503475960710084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/08/rahasia-pertolong-allah.html' title='Rahasia Pertolong Allah'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-115503423180371722</id><published>2006-08-08T19:44:00.000+09:00</published><updated>2006-08-08T19:53:30.896+09:00</updated><title type='text'>** Aparatur Terjebak Patologi Birokrasi</title><content type='html'>Oleh AGUS PARMAN&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/082006/08/11wacana01.htm"&gt;http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/082006/08/11wacana01.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BILA menohok pelaksanaan otonomi di beberapa daerah kota/kabupaten di Jawa Barat, sehubungan dengan fungsi pemerintah daerah sebagai penyedia layanan publik (public service provider) masih jauh dari harapan masyarakat. Pola juraganisme (minta dilayani) masih saja terjadi dan bukan sebaliknya. Bila ini terus terjadi tanpa adanya perubahan pola kinerja aparatur negara dikhawatirkan akan memberkas menjadi sebuah mindset PNS di kemudian hari. Pada akhirnya akan mengganggu efektivitas kinerja aparatur negara di daerah yang umumnya masih rendah. Ini bisa dirasakan dari pelayanan yang lamban maupun penyelesaian pembangunan daerah yang tidak tepat waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal semangat otonomi daerah melalui UU No.32/2004 tentang Pemerintahan Daerah semakin terbuka bagi setiap pemerintah daerah untuk dapat lebih mendekatkan pemerintah kepada masyarakat, sehingga patologi birokrasi dapat ditekan dan mungkin dihindarkan. Dengan demikian akan lebih mendekatkan akses masyarakat kepada pemerintah. Selain membawa konsekuensi logis, maka akan lebih jelas tanggung jawab pemerintah daerah terhadap pelayanan kepentingan masyarakatnya. Dalam arti luas, birokrasi dalam pelayanan publik akan mewujudkan suatu tata kepemerintahan yang baik (good governance).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, otonomi daerah harus juga diyakini sebagai alat yang dapat mengakomodasi arus semangat reformasi dalam hal pemberantasan KKN di setiap lini birokrasi pemerintahan, sehingga harapan pelayanan prima benar-benar bisa terwujudkan di level pemerintahan yang paling rendah sekalipun. Artinya pelayanan tersebut dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan melebihi dari standar yang telah ditetapkan dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam era reformasi saat ini, tuntutan masyarakat terhadap peningkatan pelayanan publik adalah sesuatu yang cukup beralasan dan tidak berlebihan, mengingat sampai sejauh ini masyarakat masih menilai bahwa kualitas pelayanan publik masih rendah serta kinerja pelayanan publik khususnya oleh pemerintah daerah masih sangat jauh dari yang diharapkan (Dwiyanto, 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sisi yang lain, kualitas aparatur di daerah yang berada di bawah standar, mengakibatkan kesulitan bagi pimpinan unit kerja untuk membagi tugas secara merata. Gaji rendah (alasan klasik), menyebabkan aparatur akan cari tambahan melalui kerja sampingan yang pada umumnya akan mengganggu kegiatan rutin di kantor. Selain itu, penempatan pejabat yang tidak sesuai dengan kompetensinya dapat menimbulkan masalah pada manajemen kantor serta dapat mengakibatkan kegagalan pada pencapaian tujuan organisasi. Beban kerja tidak dibagi habis ke seluruh staf, sehingga ada staf yang tidak punya tugas hal ini dapat mengakibatkan ketidakseimbangan beban kerja yang dapat menimbulkan gangguan terhadap pencapaian tujuan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu pimpinan unit kerja harus terlebih dahulu memerincikan semua tugas dan tanggung jawab instansi sampai pada level aparatur yang paling rendah. Di sini penting dilakukannya pengelompokan tugas-tugas, sehingga dapat ditetapkan siapa akan mengerjakan apa dan kapan harus diselesaikan serta mewajibkan aparatur membuat laporan tentang hasil dan rencana kerja secara berkala, pembagian tugas ini harus diiringi dengan sanksi dan penghargaan (reward). Dalam pembagian tugas-tugas itu seharusnya dibuat secara tertulis sesuai dengan Tupoksi masing-masing unit kerja yang dilengkapi dengan prosedur atau alur kerja dari setiap bagian sampai kepada personel yang terlibat dalam melakukan setiap kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hal ini tidaklah mudah dapat dilakukan oleh semua kepala unit kerja karena masih banyak faktor-faktor yang mungkin dapat mempengaruhi kinerja aparatur itu, misalnya faktor moral dan ekonomi atau rendahnya penghasilan. Meski tidak ada jaminan bahwa pendapatan ditingkatkan akan meningkatkan kinerja sebab yang paling sulit adalah mengubah kebiasaan sebagaimana sulitnya melakukan hal yang belum biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No.81/1993 tersirat sendi-sendi pelayanan yang harus dicakup dalam pemberian pelayanan publik di Indonesia, antara lain kesederhanaan, kejelasan dan kepastian, keamanan, keterbukaan, efisien, ekonomis, keadilan yang merata, serta ketepatan waktu. Melalui aturan baku tersebut, secara ideal pola pelayanan di Indonesia telah mendapatkan bentuk yang dapat dipertanggungjawabkan (accountable). Dengan demikian, sebenarnya tidak ada alasan bagi para pelaksana pelayanan publik untuk memposisikan mereka sebagai superior terhadap pengguna jasa layanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari gagasan dan realita empiris mungkin ada beberapa hal yang mungkin dapat menjadi sebuah solusi untuk dijadikan bahan evaluasi pengambil kebijakan di masa datang, yakni, pertama, pada lingkungan birokrasi di beberapa daerah masih banyak terapat kasus mengenai isu daerah abu-abu (grey area) hal ini dikhawatirkan akan menjadi lahan subur patronasi dan kesempatan untuk mengembangkan moral hazard di antara PNS di pemerintahan daerah. Kedua, dalam penanganan isu-isu reformasi birokrasi pelayanan publik oleh penyedia layanan publik masih terjadi adanya monopoli oleh pemerintah daerah. Hal ini masih dirasakan adanya stagnase bahkan cenderung belum memperlihatkan perubahan yang signifikan. Artinya di setiap pelayanan publik masih dirumitkan dengan sesuatu birokrasi yang terkadang tidak rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan pelayanan publik, masih terdapatnya pelaksanaan aturan normatif yang tidak secara tegas mengatakan bahwa hal tersebut adalah "hitam" atau "putih", semuanya berlangsung disamarkan. Tidak jelasnya kepastian mengenai jumlah biaya serta waktu yang diperlukan di dalam birokrasi pelayanan publik. Ini merupakan contoh kasus konkret yang harus segera mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Lord Acton (1972), Power tends to corrupt, but absolute power corrupt absolutely (kekuasaan cenderung korup, namun kekuasaan yang absolut pasti korup) secara implisit menjelaskan hubungan bagaimana seseorang yang berkuasa terlalu lama akan mempunyai kecenderungan untuk menyelewengkan kekuasaannya. Manifestasinya dalam bentuk KKN. Untuk itu langkah strategis yang kiranya dapat diambil antara lain, pertama, menempatkan para birokrat yang sudah terlalu lama berkuasa berkecimpung di dalam urusan pelayanan ke posisi yang lain (tour of duty). Baik itu rotasi horizontal ataupun promosi vertikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah kedua, yakni antisipasi sedini mungkin mengenalkan teknologi informasi sehingga dapat memudahkan dalam pelayanan publik. Dan hindarkan interaksi/transaksi uang cash antara pelanggan dan pelayan. Hal ini didasarkan atas asumsi bahwa semakin sering seseorang mengadakan kontak langsung dengan uang tunai, semakin besar pula kesempatan orang itu untuk mengadakan KKN. Walaupun katakanlah sudah secara eksplisit diterangkan biaya serta waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proses pelayanan, akan tetapi praktik di lapangan akan berbicara lain. Hal seperti ini dapat disiasati dengan menyediakan mesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bisa diaplikasikan dengan pengadaan mesin pencetak perangko ataupun kupon sebagai pengganti uang tunai (stamp vending machine) seperti yang telah dilaksanakan di Jepang. Maksudnya, setiap formulir aplikasi permohonan pelayanan hanya butuh sehelai "perangko" ataupun "kupon" bertuliskan besaran biaya yang dibutuhkan untuk proses penyelesaiannya. Hal ini membawa konsekuensi logis bahwa seseorang yang bertugas melayani pelanggan tidak akan disibukkan atau direpotkan dengan urusan uang tunai di sekitar loket mereka. Mereka hanya akan berkonsentrasi di seputaran urusan administrasi persuratan saja, tidak ada yang lain. Hal ini cukup efektif dalam menekan angka kolusi di Jepang yang biasa disebut dalam ungkapan shuden no shita (lengan baju bawah baju kimono). Cara lain dapat berupa transfer uang di bank dengan sistem online dengan mengadakan kerja sama antara pihak penyedia layanan (pemerintah daerah) dengan pihak bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ditinjau dari sudut pandang pengguna jasa pelayanan, yaitu dengan memperkenalkan budaya antre yang tersistematis melalui pengadaan mesin antre (queuing machine). Kenapa budaya antre? Karena masyarakat Indonesia pada umumnya masih belum menganggap antre sebagai pola atau gaya hidup yang efektif. Sistem ini telah banyak diaplikasikan di instansi-instansi swasta dan hasilnya-pun cukup efektif untuk menciptakan suasana yang tertib dan kondusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara berkenaan dari pihak birokrat sendiri sebagai penyedia monopoli pelayanan publik, sebagai wujud pertanggungjawaban langsung (direct responsibility) kepada pengguna jasa layanan, alangkah lebih baiknya apabila di luar loket pelayanan dipasang nama petugas pelayanan yang bertugas pada hari itu untuk memudahkan apabila terjadi ketidakpuasan pelanggan kepada penyedia jasa layanan akan langsung dapat dicatat nama petugasnya dan segera bisa ditindaklanjuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, pada saatnya nanti akan menghasilkan pembagian beban kerja yang baik dan dapat mendorong kreatifitas dan produktivitas aparatur, selain itu efektifitas kinerja aparatur akan secara bertahap dapat ditingkatkan. Dengan peningkatan efektivitas kinerja ini akan berdampak pada peningkatan pelayanan pada masyarakat dan ketepatan waktu penyelesaian pembangunan. Semoga semua ini menjadi sebuah inspirasi bagi kebijakan pemerintah dalam menentukan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan birokrasi pelayanan publik khususnya di tatar Parahyangan Provinsi Jawa Barat.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis, wartawan, tinggal di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-115503423180371722?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/115503423180371722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=115503423180371722' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115503423180371722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/115503423180371722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/08/aparatur-terjebak-patologi-birokrasi.html' title='** Aparatur Terjebak Patologi Birokrasi'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-114992834642901965</id><published>2006-06-10T17:28:00.000+09:00</published><updated>2006-06-10T17:32:28.536+09:00</updated><title type='text'>10 CARA MENJADI AYAH YANG HEBAT</title><content type='html'>1&lt;span style="color:#993300;"&gt;. HORMATILAH IBU ANAK-ANAK ANDA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan Ayah bagi anak-anaknya adalah menghormati Ibu mereka. Kalau Anda menikah, jagalah pernikahan Anda agar tetap kuat dan penuh vitalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;2. LEWATKANLAH WAKTU BERSAMA ANAK-ANAK ANDA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana seorang Ayah melewatkan waktunya mengatakan apa yang penting baginya. Kalau Anda tampaknya selalu terlalu sibuk untuk anak-anak Anda, mereka akan merasa ditelantarkan, apapun yang Anda katakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;3. UPAYAKANLAH HAK UNTUK DIDENGARKAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terlalu sering satu-satunya saat sang Ayah bicara kepada anak-anaknyaadalah ketika mereka melakukan suatu kesalahan. Mulailah bicara kepada anak-anak ketika mereka masih kecil, sehingga topik-topik sulit akan lebihmudah ditangani ketika mereka semakin besar. Luangkanlah waktu dandengarkanlah ide-ide serta persoalan-persoalan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;4. DISIPLINKANLAH DENGAN KASIH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semua anak butuh bimbingan dan pendisiplinan, bukan sebagai hukuman,melainkan untuk menetapkan batasan-batasan yang masuk akal. Ingatkanlah anak-anak Anda akan ganjaran perbuatan mereka dan berikanlah imbalan yang berarti atas perilaku yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;5. MODEL PERAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Para Ayah adalah model peran bagi anak-anaknya, entah mereka menyadarinya atau tidak. Seorang anak perempuan yang melewatkan waktu dengan Ayahnya yang penuh kasih tumbuh dengan pengetahuan bahwa ia pantas diperlakukan dengan hormat oleh anak-anak lelaki, dan apa yang harus dicarinya dalam diri seorang suami. Para Ayah dapat mengajari putera-puteranya apa yang penting dalam kehidupan ini dengan mendemonstrasikan kejujuran, kerendahan hati, dan tanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;6. JADILAH GURU.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak Ayah yang menganggap bahwa mengajar adalah urusan orang lain. Namun seorang Ayah yang mengajari anak-anaknya tentang yang benar dan yang salah serta mendorong mereka untuk melakukan yang terbaik akan melihat anak-anaknya mengambil pilihan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;7. MAKANLAH BERSAMA-SAMA KELUARGA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Makan bersama-sama (sarapan, makan siang, atau makan malam) bisa menjadi bagian penting dari kehidupan keluarga yang sehat. Selain memberikan struktur pada hari yang sibuk, ini juga memberi anak-anak peluang untuk membicarakan apa yang sedang mereka kerjakan dan apa yang ingin mereka kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;8. BACAKANLAH CERITA BAGI ANAK-ANAK ANDA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mulailah membacakan cerita bagi anak-anak semenjak mereka masih kecil. Setelah mereka lebih besar, doronglah mereka untuk membaca sendiri.Menanamkan kecintaan untuk membaca adalah salah satu cara terbaik untuk memastikan anak-anak Anda mengalami pertumbuhan pribadi maupun karir seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;9. PERLIHATKANLAH KASIH SAYANG ANDA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak butuh ketenteraman yang berasal dari mengetahui bahwa mereka diinginkan, mereka diterima, dan dikasihi oleh keluarga. Orangtua,terutama para Ayah, perlu membiasakan diri merangkul anak-anaknya.Memperlihatkan kasih sayang setiap harinya adalah cara terbaik untuk memberitahu mereka bahwa Anda sayang kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;10. SADARLAH BAHWA TUGAS SEBAGAI AYAH TIDAK PERNAH SELESAI. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bahkan setelah anak-anak besar dan siap meninggalkan rumahpun, mereka akan tetap mencari hikmat serta nasihat dari Ayahnya. Entah soal meneruskan pendidikan, pekerjaan baru, atau pernikahan, para Ayah terus memainkan peran penting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : Milis [harry Prasetia]&lt;br /&gt;penulis asli tidak dicantumkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-114992834642901965?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/114992834642901965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=114992834642901965' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114992834642901965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114992834642901965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/06/10-cara-menjadi-ayah-yang-hebat.html' title='10 CARA MENJADI AYAH YANG HEBAT'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-114992738662279825</id><published>2006-06-10T17:16:00.000+09:00</published><updated>2006-06-10T17:16:27.750+09:00</updated><title type='text'>Atau Kita Belum Sabar?</title><content type='html'>Ada yang perlu kita bedakan antara sabar dan keras kepala. Keduanya kadang tampak sangat berbeda tapi adakalanya batas antara sabar dan keras kepala kelihatan begitu tipis. Yang pertama mengantarkan kita kepada kebaikan, kemuliaan dan pertolongan Allah, sehingga kita dapat meraih kemenangan meski tampak berdaya. Sementara yang kedua, mendekatkan diri kita pada keburukan, kehinaan dan keterpurukan, sehingga tak berdaya meski kita memiliki segala yang kita perlukan untuk meraih kejayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar, kata Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah merupakan suatu pekerti yang dapat dibentuk oleh seseorang. Ia menahan nafsu dan putus asa, sedih dan sentimentil. Ia menahan jiwa dari kemarahan, menahan lidah dari merintih kesakitan, dan anggota badan dari melakukan sesuatu yang tidak patut. Sabar merupakan ketegaran hati atas hukum takdir dan hukum-hukum syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara keras kepala atau keras hati, merupakan kekeringan hati yang menghalanginya untuk menerima masukan dari luar. Suatu kekerasan yang menolaknya untuk menerima pengaruh dari masukan tersebut. Ia tidak menerima kesan karena kekerasan dan kejumudannya. Bukan karena kebijakan dan kesabarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran melahirkan kelapangan dada untuk menerima kebenaran dan kekuatan hati untuk menetapi kebaikan, meski perasaan tidak menyukainya. Sementara sikap keras kepala, terkadang lahir dari keengganan kita menerima nasihat -yang paling tulus sekalipun- hanya karena tak sesuai dengan apa yang kita inginkan atau karena kita mementingkan siapa yang berbicara daripada apa yang dibicarakannya. Boleh jadi, sahabat kita yang memberi nasehat dengan bijak dan tepat -tapi karena kita merasa gusar- kita menolaknya. Kalau tak terkendali, kita bisa meninggikan diri, sehingga menepuk dada dengan bangga atau dengan nada marah "Kamu kenal saya nggak sih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai disini, kita telah terjatuh pada sikap takabur. Sombong. Dan, inilah titik awal kemuliaan kita selaku manusia. Kecerdasan tak punya lagi makna ketika kita keras kepala atau tinggi hati, karena keduanya menuntun kita pada putusan-putusan yang tidak benar (baca: bodoh). Kehebatan kita tak lagi punya arti karena cenderung lari dari mereka yang fazhzhan dan ghalizhal qalb. Tajam mulutnya dan keras hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman "Maka disebabkan rahmat Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap kasar lagi berhati keras, tentulah mereka menjauhi diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya" (QS. Ali 'Imron :159). Jika kita bersikap keras dan melukai perasaan, terlebih kepada orang-orang yang menasehati kita dengan tulus, maka tak ada yang perlu dipersalahkan kecuali diri sendiri apabila hilang kecemerlangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang menistakan manusia lainnya. Hanya Allah yang memiliki kemuliaan, kekuatan dan kebesaran. Jika Ia mencabut kekuatan dan kemuliaan dari seseorang, maka tidak akan ada yang sanggup untuk menolaknya dan mengembalikannya meskipun penduduk seluruh negeri berkumpul untuk meraih derajatnya. Sebaliknya, jika Allah memberikan pertolongan, maka tak ada yang sanggup mengalahkan kita. Maka gantungkanlah harapan kita sepenuhnya untuk Allah. Wallohu A'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah kebisingan siang 13 Agustus 2005&lt;br /&gt;Bang Ahmad, IMB Jogja&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:Jogjamujahidmuda1975@yahoo.com" target="_blank"&gt;mailto:Jogjamujahidmuda1975@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-114992738662279825?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/114992738662279825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=114992738662279825' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114992738662279825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114992738662279825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/06/atau-kita-belum-sabar.html' title='Atau Kita Belum Sabar?'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-114967342095397178</id><published>2006-06-07T18:41:00.000+09:00</published><updated>2006-06-07T18:43:41.253+09:00</updated><title type='text'>Favorite</title><content type='html'>KITA semua punya sesuatu yang favorite. Entah itu cuma sebuah lagu, celana jins, toko, tempat makan, atau bintang sepak bola. Alasan kenapa menjadi favorite seringkali sepele, tidak masuk akal, atau sangat pribadi. Seorang teman saya punya warung mi favorite, alasannya, minya tidak terlalu keras. Pas lembeknya. Saya hanya mesem-mesem mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman yang lain punya rok mini favorite. Katanya, kalau ia pakai rok mini itu, selalu saja ada rezeki yang datang tiba-tiba. Makanya, ia hanya memakai rok mini itu pas hatinya sedang gundah atau emosi sedang negatif. Apa pun alasannya, favorite adalah mantra manjur yang dicari para pemasar. Bayangkan kalau Anda tahu rahasia untuk membuat sebuah toko menjadi favorite para konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu, ketika di Milan, saya sempat makan di Resto Armani/Nobu. Saat itu sudah pukul 09.30, tapi semua tempat masih penuh. Untung saja kami sudah membuat reservasi. Nobu memang kini dianggap sebagai salah satu koki selebriti. Bermula dari sebuah restoran sederhana di Los Angeles, kemudian Nobu berpartner dengan Robert De Niro, dan membuka restoran di New York serta Las Vegas. Lalu berekspansi ke Milan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan yang menemani saya makan di Nobu, sambil tertawa gelak, mengatakan bahwa alangkah nikmatnya kalau kita punya restoran yang bisa menjadi tempat favorite. Selalu. Bukan hanya ketika buka ramai, lalu lama-lama sepi dan ditinggalkan oleh konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak toko, bakery, rumah makan, bar dan lounge, yang saat dibuka menjadi tempat yang sangat trendi dan populer, tapi cuma sanggup bertahan satu atau dua tahun. Seolah konsumen hanya memfokuskan pada apa yang baru? Apa yang sedang trendi? Tak mengherankan kalau Anda mendengar suara-suara kritik, setiap melihat orang antre di sebuah restoran atau toko kue, yang bunyinya, "Ah, masih baru saja. Orang rela ngantre. Tunggu tiga bulan lagi. Pasti akan sepi sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sudut jalan Buenos Aires di Milan, dekat rumah teman saya, ada sebuah kafe tua. Kalau pagi, saat kafe buka, dan tamu-tamu mulai berdatangan untuk ngopi dan sarapan pagi, saya perhatikan ada sesuatu yang unik. Kebanyakan tamu yang datang adalah langganan lama. Pelayan yang melayani bercerita bahwa rahasianya, kita harus mengingat semua kebiasaan pelanggan. Ada yang menyukai duduk di tempat-tempat tertentu. Sebagian pelanggan selalu terburu-buru, sehingga harus diprioritaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pelanggan yang punya permintaan khusus. Misalnya telur 3/4 matang. Teh ekstra kental. Kopi yang harus panas. Kata sang pelayan, kita harus bisa mempelajari dengan saksama kebiasaan-kebiasaan pelanggan. Sehingga tidak harus mengulang perintah yang sama setiap kali mereka datang. Banyak di antara pelanggan ini yang merasa nyaman, karena sang pelayan sudah paham kebiasaan-kebiasaan mereka satu demi satu. Tak mengherankan kalau kafe ini menjadi tempat favorite bagi sebagian pelanggan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin rahasia yang bisa kita simpulkan: konsumen memilih tempat-tempat tertentu sebagai tempat favorite mereka bukan karena merasa nyaman semata atau pelayanannya bagus. Tapi melebihi semuanya. Para konsumen memiliki sebuah pertalian emosi yang unik, karena kebanyakan dari mereka merasa seperti memiliki tempat yang biasa mereka kunjungi. Itu sebabnya, mereka merasa memiliki hak-hak istimewa. Seperti tempat duduk yang biasa mereka duduki atau memesan makanan yang mungkin tidak tercantum dalam menu. Hal-hal inilah yang membuat kita sebagai konsumen terasa sangat istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau ingin tempat usaha Anda tidak dilupakan konsumen, dan tetap menjadi favorite konsumen, mulailah memperhatikan pelanggan. Perhatikan kebiasaan mereka. Usahakan agar kebiasaan mereka terpenuhi secara otomatis. Kebiasaan-kebiasaan inilah yang membuat mereka merasa betah dan merasa memiliki tempat yang mereka kunjungi. Perasaan inilah yang membuat tempat Anda menjadi favorite mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kafi Kurnia&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:peka@indo.net.id"&gt;peka@indo.net.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;[Intrik, Gatra Nomor 29 Beredar Kamis, 1 Juni 2006]&lt;br /&gt;sumber : &lt;a href="http://www.gatra.com/artikel.php?id=95111"&gt;http://www.gatra.com/artikel.php?id=95111&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-114967342095397178?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/114967342095397178/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=114967342095397178' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114967342095397178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114967342095397178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/06/favorite.html' title='Favorite'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-114938498133823856</id><published>2006-06-04T10:29:00.000+09:00</published><updated>2006-06-04T10:36:29.043+09:00</updated><title type='text'>* Teori Jendela Pecah*</title><content type='html'>Sumber : Milis (pengarang asli tidak tercantum)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat orang pemuda ditembak dalam kereta api bawah tanah. Si penembak yangmenyerahkan diri seminggu kemudian dielu-elukan masyarakat sebagai pahlawanmereka. Goetz, si penembak itu, dijuluki tabloid-tabloid sebagai "PengawalKereta Bawah Tanah" dan "Malaikat Maut Bagi Penjahat". Memang para pemudayang ditembak itu adalah kelompok berandal pemeras yang sering melakukankejahatan di kereta api bawah tanah. Tetap saja si penembak tadi dihukumkarena melakukan main hakim sendiri. Rakyat marah, tapi tidak dapat berbuatapa-apa. Hukum adalah hukum. Si penembak harus meringkuk dalam penjara.Beberapa tahun kemudian terbukti para pemuda yang ditembak tersebut adalahpara pelaku kejahatan mulai dari pencurian, perampokan, hingga penganiayaan.Salah seorang diantaranya yang bernama Ramseur, dua tahun setelah penembakantersebut dijatuhi vonis 25 tahun penjara karena pemerkosaan, perampokan,sodomi, pelecehan seksual, penganiayaan, kejahatan bersenjata api, danpemilikan barang curian. Sulit menerima bahwa yang dulu dianggap korbankekerasan ini ternyata juga pelaku kekerasan. Demikianlah potret buramfasilitas subway di New York tahun 1984. Masyarakat takut menggunakan keretabawah tanah yang suram penuh coretan grafiti, kotor, dan banyak banditnya.Masyarakat dan pemerintah sama frustasinya dengan kondisi buruk itu. Selamatahun 80-an kriminalitas di New York City mencapai rata-rata lebih dari 2000pembunuhan dan 600.000 tindak kekerasan serius dalam setahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.Namun secara mendadak situasi tersebut berubah drastis di awal tahun 90-an.Di tahun 1996 kejahatan menurun drastis menjadi sepertiga. Kekerasan dikereta bawah tanah bahkan turun sebanyak 75 persen. Bagaimana hal itu bisaterjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Jendela Pecah*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kasus kereta bawah tanah penurunan ini dimulai dari penerapan teoriJendela Pecah (Broken Windows) yang digagas oleh kriminolog James Q. Wilsondan George Kelling. Wilson dan Kelling berpendapat bahwa kriminalitasmerupakan akibat tak terelakkan dari ketidakteraturan. Jika sebuah jendelarumah pecah dan dibiarkan saja, siapapun yang lewat cenderung menyimpulkanpastilah di situ tidak ada yang peduli atau bahwa rumah itu tidakberpenghuni. Dalam waktu singkat akan ada lagi jendelanya yang pecah, danbelakangan berkembang anarki yang menyebar ke sekitar tempat itu. Di sebuahkota, awal yang remeh seperti coret-coret, ketidakteraturan, dan pemalakan,kata kriminolog itu, semua setara dengan jendela pecah, yaitu ajakan untukberbuat kejahatan lebih serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemalak dan penodong, entah amatiran atau profesional, percaya bahwa peluangmereka untuk tertangkap atau diadukan ketika beroperasi di jalanan berkurangbila mereka memberikan ancaman yang cukup kepada calon korban. Jikamasyarakat di suatu tempat tidak mampu mengatasi pemalak yang beroperasi dijalanan, pencuri dan perampok pun akan berkesimpulan bahwa orang di situtidak akan langsung menghubungi polisi atau mengadukan mereka andaikatakejahatan itu mereka laksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sebuah teori epidemi untuk kejahatan. Menurut teori ini kejahatanbersifat menular  persis seperti trend mode pakaian  sehingga dengan awalyang remeh seperti memecah sebuah kaca jendela, perbuatan yang sama segeramenyebar ke seluruh wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertengahan 80-an, kriminolog George Kelling disewa oleh New YorkTransit Authority sebagai konsultan, maka ia meminta jawatan itu untukmenerapkan teori Broken Windows di jaringan kereta bawah tanah. Direkturbaru yang ditunjuk mengurus hal itu, David Gunn, menerapkan teori tersebutdengan fokus melawan grafiti di kereta bawah tanah. Banyak pejabat didirektorat kereta bawah tanah yang menganjurkan agar dia lebih memusatkanperhatian kepada kejahatan yang lebih serius daripada mengurus masalahcorat-coret. Gunn tetap bertahan, "Coret-coret ini merupakan simbolkeambrukan sistem ini," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Gunn melancarkan aksi melawan corat-coret. Dia tahu bahwa remaja yangmelakukan grafiti memerlukan 3 hari untuk memoles dinding gerbong dengan catputih, menunggu kering, dan menggambarnya di hari ketiga. "Begitu merekaselesai menggambar, malamnya kami cat lagi gerbong tersebut sehinggakeesokan harinya tak ada yang sempat melihat karya mereka," demikian kataGunn. Ketika sebuah gerbong dicorat-coret, maka corat-coret itu dihilangkanselama masa istirahat, atau gerbong itu tidak dioperasikan dulu. Gagasan dibalik kebijakan itu adalah menyampaikan pesan yang gamblang kepada paravandal, bahwa mereka tidak disukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program pembersihan grafiti oleh Gunn sudah berlangsung sejak 1984 hingga1990 saat Transit Authority mengangkat William Bratton sebagai komandanpolisi kereta bawah tanah yang baru. Seperti halnya Gunn, Bratton jugapenganut teori Broken Windows. Alih-alih fokus pada kejahatan serius, diajustru fokus untuk membasmi kebiasaan remeh yaitu naik kereta tanpa karcis.Menurutnya, naik kereta tanpa karcis juga merupakan simbol ketidakteraturanyang menjadi pangkal pelanggaran-pelanggaran yang lebih serius. Hasilnyaluar biasa. Penjagaan pada gerbang tiket menghasilkanpenangkapan-penangkapan yang tak diduga sebelumnya. Setiap penangkapanibarat membuka kotak hadiah yang penuh kejutan. Mainan apa yang didapat hariini? Senjata api? Pisau? Karcis palsu? Uang palsu? Bahkan kadang-kadang adatersangka pembunuhan. Tak lama kemudian orang-orang jahat mulai berpikirlebih panjang, setidaknya meninggalkan senjatanya dan membayar karcis ketikanaik kereta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1994 Bratton diangkat menjadi Kepala Kepolisisan New York City olehwalikota yang baru Rudolph Giuliani. Bratton tetap melakukan strategi yangsama, memberantas perbuatan-perbuatan kecil yang mengganggu ketentraman,termasuk bahkan menangkap para tukang lap kaca mobil di perempatan jalanyang kemudian meminta uang jasa ke pengendara. "Kami mulai menegakkan hukumdalam kasus-kasus ringan seperti mabuk-mabukan di tempat umum, buang airkecil sembarangan, termasuk membuang botol di jalanan," demikian kataBratton. Ketika kriminalitas mulai menurun di kota itu, secepat penurunan dikereta bawah tanah, Bratton dan Giuliani menunjuk ke sebab yang sama.Kejahatan-kejahatan kecil, pelanggaran-pelanggaran remeh, yang lazimnyadianggap tidak signifikan, kata mereka, merupakan titik lenting (tippingpoint) menuju kejahatan-kejahatan besar. Demikianlah seperti dikutip daribuku Tipping Point tulisan Malcolm Gladwell.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Playboy sebagai simbol*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dikatakan Gunn dan Bratton, corat-coret dan pelanggaran tiketwalaupun tampak kecil dan remeh sebenarnya adalah 'simbol' keambrukansistem. Bagaimana dengan kasus yang sedang marak tentang ijin majalahPlayboy Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi masalah utama dengan Playboy bukan sekedar 'keberanian'gambarnya. Kata pihak Playboy, ada majalah yang lebih vulgar dari mereka tohjuga diijinkan? Ya, boleh jadi ada majalah lain yang lebih vulgar daripadaPlayboy, namun yang menjadi esensi keberatan masyarakat luas sebenarnyadipicu oleh posisi Playboy sebagai simbol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Playboy adalah 'simbol dunia'majalah erotisme (dan memang itulah yang diinginkan pendirinya). Brand namePlayboy identik dengan erotisme, apapun isi di dalamnya apakah mungkinteknologi, tips kesehatan, atau apapun yang saya tidak tahu. Begitu disebutPlayboy, maka yang tergambar dalam benak masyarakat luas adalah kontes auratdan erotisme.Playboy adalah simbol budaya erotisme. Mengijinkan Playboy versi Indonesia walaupun misalnya hanya untuk kalangan terbatas  sama halnya mengesahkansimbol budaya erotisme itu untuk menjadi budaya sah bangsa Indonesia. Dengankata lain, bila Playboy diijinkan maka secara sah kita mengakui bahwa nilailuhur bangsa ini bukan lagi agama, karena tak ada agama yang mengesahkanerotisme sebagai suatu nilai luhur. Ada sementara pihak yang berlindungdengan dalih nilai seni. Dalam hal ini kita perlu tegas bahwa nilai senierotisme bukanlah nilai luhur agama. Selama nilai seni tidak bertentangandengan agama maka nilai tersebut sah-sah saja sebagai nilai luhur bangsa.Namun 'nilai seni erotisme' jelas bertentangan dengan nilai luhur agama.Selain itu, menyamakan nilai seni erotisme dengan seni yang lain sama sajadengan merendahkan masyarakat seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita menjunjung nilai luhur agama sebagai nilai bangsa? Karenainilah dasar hukum utama negara kita yang dituangkan lewat Pancasila silapertama. Semua hukum di Indonesia harus tunduk kepada nilai hukum dasarnegara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa akibatnya bila Playboy Indonesia diijinkan? Kembali ke teori BrokenWindows, hal remeh ini akan menjadi awal uji kasus untuk memberi toleransikepada bisnis dan budaya erotisme yang lebih dahsyat karena Playboy adalahsimbol utama erotisme. Boleh jadi nantinya akan terjadi tuntutan hak olehsebagian kalangan (dengan dalih hak asasi) untuk membuka klub striptease dansemacamnya yang jelas-jelas semakin merusak moral bangsa kita ini. IjinPlayboy Indonesia bisa menjadi tipping point keruntuhan moral bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bukannya Playboy ini direncanakan hanya beredar di kalangan terbatas?Kita harus kembali ingat teori Broken Windows bahwa menurut teori inikejahatan bersifat menular  persis seperti trend mode pakaian  sehinggadengan awal yang remeh seperti memecah sebuah kaca jendela, perbuatan yangsama segera menyebar ke seluruh wilayah. Playboy ibarat kaca pecah. Sangatmungkin dengan diijinkannya Playboy akan merembet ke seluruh lapisanmasyarakat sebagai pembenaran kolektif bahwa nilai erotisme sudah diterimasebagai nilai luhur budaya bangsa ini. Yang terbatas awalnya hanyapembacanya, padahal di balik itu ada percetakan, model, agency, penulis,distribusi, dan berkali lipat orang lainnya yang terlibat. Bagaimana halnyadengan majalah Palyboy bekas? Bagaimana dengan para pengantarnya? Bagaimanadengan para pedagangnya? Yang dianggap terbatas itu hanyalah puncak gununges dari komunitas yang jauh lebih besar. Kelompok khusus penikmat erotismeini sebenarnya tak perlu dikasihani. Selama ini mereka sudah mencarinyadengan berbagai cara, sama sekali tak perlu dikasihani dengan majalah erotisversi resmi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Belum Mampu Tak Berarti Setuju*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali ketidakmampuan sistem dimanfaatkan sebagian pihak sebagai dalihhukum. Misalnya, karena tidak mampu menanggulangi prostitusi, makadilegalkan saja menjadi lokalisasi. Demikian pula ketidakmampuan sistem saatini untuk menanggulangi majalah kuning dan tayangan erotis di televisidigunakan sebagian pihak menjadi dalih kelayakan Playboy dan majalahsemacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus terus kita ingat bahwa tidak mampu bukan berarti setuju! Selama ribuantahun telah terjadi prostitusi, tapi bukan berarti kita berhak melegalkanprostitusi. Selama ribuan tahun terjadi kejahatan, bukan berarti lalu kitalegalkan kejahatan. Dan kini kita belum mampu menanggulangi gelombang budayaerotisme, bukan berarti lalu kita melegalkannya. Hukum harus tegas dan punyaacuan dasar yang jelas. Di negeri ini kita bisa merujuk dasar negara danundang-undang dasar sebagai acuan nilai, jika pun kita ragu denganuniversalitas nilai luhur agama. Bagi orang dengan kecerdasan spiritual (SQ)tinggi, ditinjau dari dasar-dasar hukum itu sudah jelas bahwa erotisme taklayak menjadi nilai luhur bangsa ini. Nilainya sama halnya denganpenyalahgunaan narkotika yang selamanya tak akan diakui agama sebagai nilailuhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tulisan ini kiranya wakil rakyat di DPR dan juga pemerintah menjadisemakin yakin untuk lebih tegas menolak ijin Playboy tersebut. Ini bukanmasalah remeh karena bisa memicu bencana moral yang besar. Bangsa ini sudahkehilangan banyak hal untuk dibanggakan, semoga tidak dibuat semakinkehilangan jati diri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-114938498133823856?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/114938498133823856/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=114938498133823856' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114938498133823856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114938498133823856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/06/teori-jendela-pecah.html' title='* Teori Jendela Pecah*'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-114800501011877753</id><published>2006-05-19T10:31:00.000+09:00</published><updated>2006-05-19T11:16:50.543+09:00</updated><title type='text'>Minoritas</title><content type='html'>(catatan sambil menungu install software...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi hukum alam bahwa manusia tidak bisa hidup sendirian.   Sejak Nabi Adam ketemu Siti Hawa, dan seterusnya manusia beranak pinak,  mulai terbentuk kelompok kelompok.  Segmentasi manusia tidak hanya terjadi  dari penampakan seperti warna kulit, yang menjadikan ras.  Lebih jauh lagi,  terbentuknya kelompok manusia mungkin  berdasarkan negara, bangsa, dan bahkan ideologi yang dianut.  Yang jelas terbentuknya kelompok manusia  ini dapat dikatakan sebagai akibat dari adanya persamaan satu sama lainnya.  Parameter lain yang membentuk kelompok manusia ada dalam domain ilmu sosial yang saya tidak tahu. :) hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sekala kecil, pengelompokan ini akibat dari persamaan rumah tinggal, institusi tempat bekerja, atau bahkan tempat sekolah dahulu.  Kerukunan dan kebersamaan yang terjalin didalam kelompok kadang membuat perilaku yang homogen yang diperlihatkan lewat militansi yang kuat.  Tidak jarang bahwa individu yang ada diluar lingkungan kelompok tadi diposisikan sebagai ancaman.  Untuk contoh yang extreme, seperti halnya kelompok teroris yang berusaha mengacau keadaan.  Kelompok teroris selalu mencari dokrin2 yang menyatakan dirinya adalah paling benar, sedangkan yang lain adalah salah. gak tau deh apa benar begini.. hehe, abis ga pernah jadi teroris :)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Karena ada resistensi dari suatu kelompok tadi membentuk juga kelompok lain.  Kelompok ini bisa lebih besar atau mungkin juga lebih kecil.  Dalam hal ini penulis mencoba menampilkan kelompok kecil yang kita sebut minoritas.     Karena kecilnya kelompok ini kadang kadang haknya tidak diperhatikan, juga keberadaannya dianggap sepele.    Rasa keadilan yang seharusnya diterima oleh kelompok minoritas menorehkan keprihatinan.  Untuk sekedar menyarakan sebersit kebenaran memerlukan energi besar yang mungkin juga hasilnya tidak didapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya karena install udah selesai. Tulisan ini ditutup, bahwa sebagai wakil Tuhan di muka bumi ini, nampaknya kita harus juga memperhatikan kelompok minoritas ini.  Simbol2 kelompok yang kita pakai kadang harus ditanggalkan untuk tidak mendzalimi kelompok menoritas tadi.  Karena bila kita telah berlaku dzalim akan melahirkan murka Tuhan yang mungkin tidak bisa diperkirakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-114800501011877753?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/114800501011877753/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=114800501011877753' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114800501011877753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114800501011877753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/05/minoritas.html' title='Minoritas'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-114247212312508831</id><published>2006-03-16T10:21:00.000+09:00</published><updated>2006-03-16T10:22:04.903+09:00</updated><title type='text'>SOICHIRO HONDA : "Lihat Kegagalan Saya"</title><content type='html'>Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki "raja jalanan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri "kerajaan" Honda - Soichiro Honda - diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru. "Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda," tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia trus bermimpi dan bermimpi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaannya kepada mesin, mungkin 'warisan' dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuliah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah - pagi hari, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya," ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, tahun 1947,setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapatmenjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, "sepeda motor" - cikal bakal lahirnya mobil Honda - itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobinya, menjadi "raja" jalanan dunia, termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soichiro Honda mengatakan, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. "Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya", tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru dan berusahalah untuk merubah mimpi itu menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorangdengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin. Jadi buat apa kita putus asa bersusah hati merenungi nasib dan kegagalan. Tetaplah tegar dan teruslah berusaha, lihatlah Honda sang “Raja” jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami keluarga besar motor Honda percaya tahun 2005 adalah tahun milk Anda. Teruslah berkarya dan berusaha . Kami turut berdoa, semoga tahun 2005 adalah tahun keberhasilan bagi Anda dan kita semua. Amiiin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 Resep keberhasilan Honda :&lt;br /&gt;1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda.&lt;br /&gt;2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu memperbaiki produksi.&lt;br /&gt;3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda senyaman mungkin.&lt;br /&gt;4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-114247212312508831?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/114247212312508831/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=114247212312508831' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114247212312508831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114247212312508831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/03/soichiro-honda-lihat-kegagalan-saya.html' title='SOICHIRO HONDA : &quot;Lihat Kegagalan Saya&quot;'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-114247169788560219</id><published>2006-03-16T10:10:00.000+09:00</published><updated>2006-08-25T14:48:35.630+09:00</updated><title type='text'>Belajar Pada Pohon Empat Musim</title><content type='html'>Sumber : milis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Nothing ever becomes real till it is experienced, even a proverb is no proverb to you till your life has illustrated it.&lt;/span&gt; &lt;&lt; -- John Keats.&gt; &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari saya mendapat cerita dari seorang sahabat dekat. Dia tinggal di kota lain di sebuah negeri empat musim. Jangan pernah tanya siapa karena dia tidak mau disebut-sebut namanya. Ini cerita tentang pergulatan batinnya dalam mengenal Tuhan. Mungkin ada pelajaran yang bisa kita ambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia punya seorang guru spiritual yang juga masih muda, namun memiliki ilmu dan hikmah yang sangat dalam. Dia bertemu dengan gurunya, kira-kira sekali dalam sebulan. Setiap pertemuan berikutnya, sang guru selalu bertanya : bagaimana perkembangan dan pengalaman selama sebulan ini? Ada bahan apa yang bisa diambil hikmahnya sekarang? Selalu begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, terakhir sebelum berpisah lama dengan gurunya, dia juga sempat bertemu dan sang guru memberi tugas baru. Tugasnya adalah agar dia belajar menjadi manusia. Manusia dalam arti sebenarnya, yaitu manusia sebagai wakil Tuhan, sebagai khalifah di muka bumi. Dan untuk menjadi khalifah dia harus mengenal yang diwakilinya, mengenal Tuhannya. "Kenali sifat-sifat Tuhan. Jagalah hatimu, ucapanmu, dan akhlakmu sehingga mencerminkan sifat-sifat Tuhan. Tuhan Maha Suci, Maha Pengasih, Maha Penyayang... Tidak usah pusing-pusing memikirkan caranya, cukup jalani saja hidupmu apa adanya. Tidak usah banyak meminta. Nanti kau akan menemukan&gt; sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, sahabat saya ini harus pergi ke negara lain karena urusan pekerjaan. Sebelumnya dia memulai investasi, bisnis. Teman-temannya sudah sukses, dan dia lihat sendiri buktinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sedikit uang, beberapa belas juta, dia investasikan. Kemudian dia berniat untuk menambah investasi. Dalamhatinya, jika investasi sukses, dia bisa mencapai kebebasan finansial, sehingga bisa beramal dan membantu orang lain dengan lebih banyak. Dia memohon petunjuk dulu kepada Allah. Apakah diperbolehkan investasi ini. Jika boleh, mohon dimudahkan. Jika tidak, mohon dijauhkan. Ternyata proposalnya ke bank disetujui, dengan jaminan mobil hasil usahanya selama ini. Investasi pun bertambah. Lalu dia berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak lama setelah dia bekerja di kota baru, datang kabar buruk kalau bisnis yang&gt; diikutinya kolaps. Dia kaget, dan mulai khawatir. Dia ingat hal-hal yang diajarkan oleh gurunya. Lalu dia berdzikir dan berdoa. Maklum hanya itu yang bisa dia lakukan dari jauh. Tidak mungkin dia pulang dan menyelesaikannya. Dia mengadukan semua pada Tuhan, dan berharap semoga kondisi menjadi lebih baik. Rajin sekali dia berdoa, sehingga dia rasakan kenikmatan dalam hatinya yang jarang dirasakan sebelumnya. Hati yang terasa sejuk, seperti disiram es ketika berdzikir. Kekhawatirannya hilang, berubah menjadi syukur. Syukur karena diberi cobaan dan diberi kenikmatan iman dalam dzikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian berita baru datang. Kondisi tidak menjadi lebih baik, tetapi lebih buruk. Modal yang diinvestasikannya terancam tidak bisa kembali. Boro-boro untung, yang mungkin terjadi adalah kerugian. Dia yang tadinya sudah tenang, kembali menjadi khawatir. Kemudian dalam kesempatan dzikir setelah sholat, dia pun kembali memasrahkan diri kepada Tuhan. Dia yakin, pertolongan Tuhan sangat dekat. Di balik ujian, pasti ada kemudahan. Dia yakin, ujian ini tidak akan lama, dan pada akhirnya pasti Tuhan akan menyelamatkan investasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berikutnya, berita datang lagi, bahwa kondisi benar-benar semakin tidak bisa diharapkan. Hilangnya modal sudah di depan mata. Dia pun tidak bisa membohongi diri, kalau hatinya benar-benar khawatir dan putus asa. Belum pernah dia rasakan keputusasaan yang sedemikian dalam. Terbayang dalam pikirannya, bahwa di bulan-bulan selanjutnya dia harus membayar hutang ke bank puluhan juta, atas sesuatu yang dia tidak pernah rasakan manfaat dan keuntungannya. Dia tidak tahu dari mana bisa menulasi. Dia mulai berprasangka buruk kepada Tuhan. Dia merasa malas mengerjakan shalat dan dzikir, karena ternyata kenyataan yang terjadi lain dengan yang diyakininya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka. Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat. -- Al Ahzab 10-11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah sebelumnya aku sudah mohon petunjuk kepada-Mu ya Tuhan? Bukankah kesejukan dan ketenangan dalam diriku berasal dari-Mu ya Tuhan? Tapi kenapa jadi seperti ini? Dia menjadi ragu, apakah Tuhan masih akan menolongnya. Benar-benar kacau kondisi hati dan pikirannya saat itu. Namun tidak lama, hanya kurang dari setengah jam dia merasakan seperti itu. Dia pun ingat yang diajarkan gurunya, "Segala rasa siksa, itu datangnya dari setan." Lalu ia pun sadar, bahwa setan dalam dirinya sedang mengelabuhi dan menutup hatinya. Mencoba agar dia berputus asa dan berpaling dari Tuhan. Melalui pikiran dan nafsu, setan menampilkan gambaran yang buruk-buruk tentang apa yang akan terjadi kemudian. Dan setan itu bukan siapa-siapa, tetapi bagian negatif dari keduanya, dari dirinya&gt; sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun berteriak kepada nafsu dan pikirannya, "Wahai nafsu dan pikiranku. Diam kau sekarang. Kalian mau diselamatkan atau tidak. Kalau mau, mari bersamaku berwudlu dan menghadap Tuhan." Keyakinannya kepada Tuhan tumbuh lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dzikir dia bertanya kepada Tuhan tentang hikmah semua ini. Kesalahan apa yang telah dilakukannya. Apa yang dimaui Tuhan atas dirinya. "Jika kau hanya mau kenikmatan, dan menolak penderitaan, maka bukan sifat Tuhan yang kau pelihara dalam hatimu. Jika kau mau menjadi khalifah, menjadi wakilKu, maka kau harus mau menerima kedua-duanya dengan ikhlas." Sahabatku pun menangis di hadapan Tuhan. Menyesali kebodohan yang baru saja dia lakukan. Menyesali dirinya yang hampir-hampir masuk dalam golongan orang fasik, orang-orang yang berputus asa terhadap rahmat Allah. "Belum disebut beriman kamu, jika belum pernah diuji dan belum lulus ujian penderitaan." Tangisnya pun semakin dalam. Bukan kesedihan, tetapi rasa syukur yang dalam karena telah diuji oleh Tuhan. Diberi kesempatan untuk menjadi orang beriman. Ada harapan untuk masuk golongan orang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Tuhanku, dulu aku tiada, sekarang aku tumbuh dengan lengkap sempurna. Dulu aku tidak punya harta, lalu Engkau anugerahi aku, dan sekarang Kau ambil lagi milik-Mu. Kenapa aku sedih dan khawatir ya Tuhan, atas hilangnya sesuatu yang bukan milikku. Betapa bodohnya aku ini. Betapa aku lupa siapa aku ini. Sungguh jika Engkau tidak ingatkan aku dengan ujian ini, pasti aku termasuk orang yang lupa diri selamanya. Ampuni aku ya Tuhan, atas kebodohanku ini.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tangis dan dzikirnya, dia membuka surat Alam Nasyrah. "Bukankah Kami telah melapangkan untukmu. Dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmu lah hendaknya kamu berharap." Tiada terkira syukur nikmat yang dia rasakan. Nikmat iman dan kedekatan dengan Tuhan. Serasa seperti dalam pelukan kekasihnya. Teringat bagaimana kekhawatiran dalam hatinya dihilangkan, dan diganti dengan syukur. Terbayang saat-saat yang penuh beban kemudian menjadi seringan kapas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sahabatku pun menjadi tidak lagi peduli dengan kerugian, kehilangan, dan kegagalan. Semua dari Allah, dan sekarang kembali kepada-Nya lagi. Dia pun segera kembali bekerja, seolah tiada masalah yang terjadi. Dia teringat perintah Tuhan agar tidak banyak berangan-angan, khawatir, memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang bakal terjadi, dan besarnya nilai kerugian yang dialami. Tidak ada waktu lagi untuk itu, yang ada adalah "mengerjakan dengan sungguh-sungguh urusan yang lain," yaitu pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian berlalu dengan normal. Apapun berita tentang investasinya sudah tidak lagi menarik hatinya. Namun sebenarnya masalah masih ada. Utang tetap hutang, dan harus dibayar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, datang berita lagi, setidaknya untuk saat itu modal dia benar-benar tidak bisa&gt; diharapkan kembali. Bisnis yang diikutinya sudah gulung tikar. Mereka yang mengurus bisnis tersebut sedang dalam penyelidikan polisi dan hukum. Dia pun teringat kembali, dari mana harus membayar hutangnya. Minggu depan sudah harus membayar cicilan. Kalau tidak bisa, akan dimasukkan daftar hitam oleh bank dan mobil disita. Dia memang sudah tidak peduli dengan modal yang hilang. Tetapi tetap saja jika tidak bisa melunasi hutang bank, akan timbul masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu sungguh-sungguh akan diuji&gt; terhadap hartamu dan dirimu.&gt; -- Ali Imran 186.&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, sahabat saya yang menjadi rajin mendekatkan diri kepada Allah sejak ujian ini,&gt; merenung dengan hatinya dan berdzikir. Dia sudah ikhlas dan memasrahkan semua urusan kepada Tuhan. Dia sudah tidak pernah memohon agar diringankan atau dikembalikan modalnya. Dia yakin, semua memang sudah diatur oleh Allah untuknya. Kenapa kok malah meminta aneh-aneh yang mungkin di luar skenario Allah? Oleh karena itu, doanya hanyalah "agar diberi penerang dalam ujian ini, dan diberi akhir yang terbaik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dzikirnya dia mendapat penjelasan. Ada beberapa kesalahan yang dia lakukan dalam bisnis itu. Pertama, adanya niatan dalam hati untuk "bebas finansial". Berharap memperoleh pendapatan pasif sehingga kecukupan secara materi dan tidak perlu lagi khawatir soal finansial. Ternyata, hal ini bisa menggelincirkan hatinya pada kemusyrikan yang lembut. Kemusyrikan yang ditimbulkan oleh harta. Bagi Tuhan, jika dia merasa tenang karena kecukupan materi atau "bebas finansial", maka itu sama saja dengan kemusyrikan. Sebab dia merasa tenang bukan karena Allah. Dia tenang karena sesuatu selain Allah. Belum saatnya bagi dia untuk mengalami "bebas finansial" ini, karena pasti akan terjerumus. Suatu saat jika sudah tiba waktunya, pasti akan dianugerahi oleh Allah kebebasan ini. Namun saat itu dia sudah siap, sehingga tidak tertipu oleh materi. Ujian ini untuk mempersiapkan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, adanya keinginan untuk bisa membantu lebih banyak orang dengan banyaknya harta yang dia miliki nanti. Bukankah ini niat yang baik? Benar, tetapi ternyata keinginan ini bisa sangat menipu dengan halusnya. Ada kesalahan dalam keinginan tersebut, yaitu sesungguhnya bukan dia yang membantu manusia lain, tetapi Tuhan. Jika benar terjadi dia bisa membantu banyak orang, pasti dia akan tertipu oleh rasa dirinya, oleh pengakuan dirinya. Pengakuan bahwa "aku telah beramal sholeh dengan membantu banyak orang." Lalu muncul kepuasan dan kebanggaan spiritual yang tidak dia sadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seharusnya dia memiliki rasa seperti itu, karena semua harus dikembalikan kepada Tuhan.&gt; Dirinya dipakai oleh Tuhan untuk menolong orang lain, tetapi bukan dia yang menolong. Kesadaran ini harus tumbuh terlebih dahulu, sebelum dia benar-benar menolong orang lain nanti. Dan ujian ini yang mengajarinya. Mengajarkan makna "Bismillah", "Atas nama Allah", "dengan nama Allah". Artinya ketika dia membantu orang lain, saat itu dalam hatinya harus disadari bahwa yang membantu adalah Tuhan, bukan dirinya. Tuhan sedang menggunakan wadahnya untuk membantu orang lain. Dan tidak sepatutnya dia mengakui itu sebagai amal perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Tuhan, betapa Mulianya Engkau. Aku membeli ujian ini dengan modal yang tidak seberapa, dan itupun dari-Mu, harta milik-Mu. Namun manfaat yang kudapatkan sungguh tiada ternilai dengan apapun. Betapa bodoh jika aku masih menyesali hilangnya harta itu ya Tuhan." Demikian katanya lirih dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Happy ending? Belum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutang tetap hutang, dan harus dibayar. Dia pun harus kembali ke alam nyata. Harus tersadar lagi dari perenungan dan zikirnya, dan menghadapi bulan-bulan berikutnya dengan tekanan dan mungkin penderitaan. Apa yang telah dia dapatkan, sekali lagi, harus dibuktikan dengan kenyataan. "Ya Tuhan, ini adalah minggu-minggu yang berat bagiku. Seperti ditiup angin dan badai kencang. Aku sudah hampir tumbang, tapi Engkau selamatkan aku. Dan sekarang pun belum usai ujian ini ya Tuhan. Aku yakin Kau pasti menolong. Aku tidak minta apapun bahkan untuk kau ringankan beban ini. Engkau Maha Tahu akan kemampuanku dan keterbatasanku lebih dari pengetahuanku sendiri. Berilah aku petunjuk-Mu, agar aku tidak khawatir lagi menghadapi hari-hari di depanku dalan mengarungi ujian-Mu ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah pohon di luar jendela itu. Bukankah kau beberapa minggu ini tertarik memperhatikannya? Kau sudah lihat pohon itu dulu berdaun lebat. Lalu datang musim gugur. Daunnya menjadi kuning, rapuh, kemudian berjatuhan ditiup angin kencang. Musim dingin sudah berlalu, dan sekarang musim semi. Kau lihat daunnya bersemi, dari hari ke hari semakin lebat, dan sekarang seluruh cabangnya telah hijau kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tahun ke tahun seperti itu. Sejak pohon itu kecil, hingga sekarang menjadi besar. Kau lihat, meskipun daunnya berjatuhan dan bersemi lagi, bukan berarti pohon itu semakin kecil. Tetapi semakin besar, semakin tinggi, semakin rindang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah manusia yang beriman. Mereka tidak akan pernah lepas dari ujian, dari tiupan angin badai penderitaan. Karena itulah makanan bagi keimanannya agar tumbuh subur. Namun selalu "sesudah kesulitan itu ada kemudahan", selalu ada yang bersemi, selalu ada kebahagiaan baru. Seperti pohon yang makin tinggi, iman mereka pun semakin meningkat. Kadang-kadang ada pohon yang tumbang karena&gt; badai dahsyat. Namun selama akar pohon itu masih masuk ke dalam tanah, sumber bahan kehidupan, pohon itu tidak akan mati. Daun dan dahannya akan selalu tumbuh. Oleh karena itu, tancapkan hatimu, akarmu, kepada Sumber Kehidupan, kepada Dzatullah. Maka kau akan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. -- Al A'raaf 205.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon tidak pernah khawatir akan kehilangan&gt; daun untuk selamanya ketika daunnya berguguran. Apakah kamu tidak malu pada pohon itu? Belajarlah darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By Amal from Serambi de'Gromiest&gt; SEE YOU.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-114247169788560219?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/114247169788560219/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=114247169788560219' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114247169788560219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114247169788560219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/03/belajar-pada-pohon-empat-musim.html' title='Belajar Pada Pohon Empat Musim'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-114223676655595016</id><published>2006-03-13T16:55:00.000+09:00</published><updated>2006-03-13T17:01:34.296+09:00</updated><title type='text'>Kemiskinan di Lumbung Padi</title><content type='html'>Oleh HASAN SYUKUR&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/032006/13/0901.htm"&gt;http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/032006/13/0901.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#ff6600;"&gt;[saya tertarik dengan tulisan ini, karena menggambarkan keadaan masyarakat kita. Derita mereka mudah mudahan menggerakan hati para pemimpin bangsa ini] Acep.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Nasib anak-anak itu sungguh mengenaskan. Tubuhnya kurus kering, bak tulang berbalut kulit. Wajahnya yang keriput mirip wajah seorang kakek. Padahal usianya masih di bawah 10 tahun.&lt;br /&gt;Empat orang anak "bergizi buruk" itu kini tengah dirawat di RSUD Karawang. ("PR", 23/2-2006).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dulu kelaparan seperti itu hanya terjadi di sementara negeri Afrika yang dilanda kemarau panjang dan peperangan antaretnis. Sekarang di tanah air kita. Ironisnya terjadi di kawasan pantai utara (pantura) yang dikenal sebagai "lumbung padi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tersentak, kaget dan sedih. Siapa mengira peristiwa itu terjadi di kawasan yang makmur. Tengoklah pada hari-hari menjelang musim panen. Sejauh mata memandang di kawasan ini yang tampak hamparan sawah menguning bagaikan lautan emas. Dari sini pula berton-ton beras disebar ke seluruh pelosok nusantara. Tetapi, kini terjadi arus balik. Ke kawasan ini mengalir beras untuk rakyat miskin (raskin). Kenapa? Orang boleh berkata, karena bencana alam seperti banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, balada kemiskinan petani di lumbung padi ini, bukan karena bencana alam saja. Anak-anak itu tak semua berasal dari petani yang sawahnya kebanjiran. Bencana itu lebih disebabkan masalah sumber daya manusianya. Boleh jadi, mereka memiliki semangat, tetapi kurang mendapat bimbingan dari mereka yang berkewajiban membimbingnya. Mereka berjalan sendiri tanpa skenario. Mereka tak mengenal lagi yang namanya teknologi pertanian modern, tidak tahu lagi bagaimana meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Bahkan untuk menentukan harga jual hasil panen saja tak memiliki daya tawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitasnya, harga ditentukan tengkulak melalui percaloan. Dilemanya, kalau tidak kepada calo/tengkulak, kepada siapa lagi petani menjual hasil panen. Di pihak lain petaninya juga umumnya ingin cepat-cepat menjual hasil panen, meski dengan harga rendah. Pasalnya, utang modal musim tanam harus segera dibayar. Kecuali itu, padi bertumpuk bisa busuk. Apalagi, kalau lokasi sawahnya terpencil jauh dari jalan raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung-ujungnya, meskipun memiliki garapan sawah luas, hidup mereka tetap miskin. Simaklah pernyataan ini. "Jangankan memikirkan gizi, bisa makan dan menyekolahkan anak sampai SD saja sudah beruntung," kata Mang Ojot, 65 tahun petani dari Cilamaya, Kabupaten Karawang. Ayah lima anak ini sudah sejak usia 17 tahun menjadi petani.&lt;br /&gt;Ia kini menggarap sawah seluas 1,5 bahu (satu bahu = 0,7 hektare). Untuk menggarap sawah seluas itu, setiap musim tanam ia meminjam modal yang harus dikembalikan pada musim panen dengan bunga yang tak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengolah sawah seluas itu, Ojot harus mengeluarkan biaya Rp 3,5 juta sampai Rp 4 juta. Hasil panen biasanya 3,5 ton. Lalu dibagi dua dengan pemilik sawah. Hitungannya berpatokan kepada harga pemerintah Rp 17.500,00 gabah kering pungut (GKP). Setelah dikalkulasi, dengan biaya produksi, keuntungan Mang Ojot cuma Rp 400 ribu per bulan. Ojot nyaris tak membawa uang dan hasil panen ke rumah.&lt;br /&gt;Hasil panen itu dijual begitu selesai panen. Memang untuk menjual, Ojot tidak mengalami kesulitan. Calo sudah siap menampung hasil panen di sawah. Tetapi, orang yang meminjamkan uang juga sudah menunggu di tempat yang sama, siap menagih utang. Hasil panen terkadang habis dijual di situ. Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari biasanya mereka ikut derep ke petani lain atau menjadi kuli bangunan. Maka, maklumlah kalau yang lebih dulu mengalami paceklik itu petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa tidak menjual ke Dolog? Petani beralasan, harga patokan Dolog lebih rendah dibanding harga ke tengkulak. Tetapi, kalaupun harga patokan ke Dolog lebih tinggi pun, petani tetap saja mengalami kesulitan. Persyaratan kualitasnya cukup ketat. Dolog memang berhak menetapkan persyaratan, seperti rendemen dan kadar air, karena hasil panen itu akan disimpan lama di gudang-gudang dolog sampai dikeluarkan di musim paceklik. Petani terkadang melakukan langkah fatal. Misalnya, sawah digeber dengan pupuk dan obat. Padahal padi bisa keracunan, sebab semua obat ada toxit-nya. Akibatnya bukan saja kualitas produksi anjlok, tapi juga biaya tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata rantai kemiskinan itu tampaknya sulit dipecahkan, kalau pemerintah tidak segera turun tangan. Dampaknya, akan berpengaruh kepada kualitas SDM. Seorang pengamat berpendapat, tingkat kemiskinan petani seperti itu niscaya akan menimbulkan the lost generation (generasi yang hilang). Tidak terdidik, kekurangan gizi, dan kebodohan turun temurun.&lt;br /&gt;Kemiskinan itu tidak mendadak, memang. Bila ditelusuri, semula mereka petani pemilik. Tetapi karena terbebani utang, sawahnya lalu dijual. Terjadi mutasi, pemilik lahan menjadi penggarap lahan, pemilik sawah ikut pembeli sawah. Kalau tidak menjadi buruh tani, ya, berurbanisasi. Mereka berserak di kota-kota menjadi penduduk miskin perkotaan. Di antara mereka ada yang tak berani pulang kembali, karena takut ditagih utang. Anak-anaknya juga tak lagi berminat bekerja di sektor Pertanian. Maka semakin lama, jumlah petani pun semakin berkurang dan habis. Pemerintah tampaknya kurang mampu membaca tragedi ini. Yang wajib berperan aktif membimbing petani itu adalah penyuluh pertanian lapangan (PPL) sebagai pelaksana kebijakan pemerintah di bidang pertanian, memang. Tetapi, menurut petani, PPL di sini sudah lama raib. Dulu waktu ada juga tak pernah datang ke sawah. Tanpa bimbingan, kelompok tani juga akhirnya bubar. Jadi, petani berjalan sendiri-sendiri. Kini yang mendidik petani tukang obat. Mereka memberi brosur, kaus oblong dan iming-iming hadiah. Asal tentu saja obat yang ditawarkannya dibeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran ada suara keras. "Bagi saya lebih baik PPL bubar. Dana dan fasilitasnya disubsidikan untuk pupuk, obat, dan harga gabah," kata Raskin, 41 tahun. Yang ini bukan singkatan "beras untuk rakyat miskin", ia seorang petani Cilamaya.&lt;br /&gt;Tetapi, nanti dulu. Menurut Darso Suhanda, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Agro Provinsi Jawa Barat, berdasarkan UU No. 22 Tahun 1999, penyuluhan itu dilimpahkan ke kabupaten/kota. Otomatis penyuluh pun tanggung jawab kabupaten/kota. "Mungkin karena soal pembiayaan terbatas, ada kabupaten/kota yang membiayai ada yang tidak. Jadi belum merata kemampuannya," kilah Darso. Untuk memecahkan masalah itu menurut Darso, kini tengah digodok UU Penyuluhan. Realisasinya di tingkat provinsi, kabupaten dan kota akan dibentuk badan penyuluhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihwal tengkulak dan calo, Darso berharap, bisa hilang setelah ada Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (LUEP) ). Lembaga ini terdiri dari KUD, koperasi tani, dan lumbung pangan, difasilitasi pemerintah lewat APBN dan APBD provinsi. LUEP-lah yang akan tejun langsung membeli gabah petani. Karena itu Darso optimistis, lama-lama peranan tengkulak dan calo akan lenyap karena LUEP bisa menjual di pasar umum atau ke dolog.&lt;br /&gt;Tetapi sementara dana LUEP belum ada, Dolog belum membeli, sebenarnya tengkulak itu, menurut Darso, penolong petani juga. "Kalau tidak ada tengkulak, siapa yang mau membeli padi petani, " katanya bersemangat. Iya deh.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis, wartawan senior pemerhati masalah pertanian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-114223676655595016?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/114223676655595016/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=114223676655595016' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114223676655595016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114223676655595016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/03/kemiskinan-di-lumbung-padi.html' title='Kemiskinan di Lumbung Padi'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-114203966899011253</id><published>2006-03-11T10:10:00.000+09:00</published><updated>2006-03-11T10:14:38.733+09:00</updated><title type='text'>Belajar dari Afrika Selatan</title><content type='html'>oleh Andrew Ho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Experience without theory is blind, but theory without experience ismere intellectual play. – Pengalaman tanpa teori itu buta, tetapisebuah teori tanpa pengalaman hanyalah merupakan drama intelektual."– Immanuel Kant –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 10 hari mengunjungi Afrika Selatan, saya mendapatkanpetualangan wisata yang sangat mengesankan. Sejak awal tatkalamenyusuri tempat-tempat wisata di negri itu, saya sudah terkagum-kagum akan kerapian sarana dan infrastruktur kota-kotanya. Cape Towndan Sun City misalnya, merupakan contoh tempat wisata disana yangdilengkapi fasilitas berkelas internasional. Tidak heran jika AfrikaSelatan dikatakan sebagai negara paling maju diantara 30 negara-negara bekas jajahan Perancis dan Inggris di benua Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan dan kemajuan di negri Afrika Selatan saya kira tidaklepas dari peran Nelson Rolihlahla Mandela, seorang pemimpin moraldan politik. Dialah pria yang membaktikan hidupnya membela rakyattertindas akibat hukum rasialis, meskipun untuk itu ia dipenjarakanlebih dari 25 tahun. Mandela merupakan referensi sebagai seorangpejuang kemerdekaan hak asasi manusia dan persamaan ras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat Mandela merupakan ciri khas seorang pemimpin politik yangpaling mengesankan dan inspiratif di dunia. Ia pernahmengatakan, "This age will die not as a result of some evil, but froma lack of passion. – Sebuah kejayaan akan mudah hancur bukandisebabkan oleh tindak negatif pihak lain. Kehancuran itu lebihdisebabkan oleh kurangnya semangat." Semangat juang Mandela mampumengkoyak tirani negara asing dan mengantarkan Afrika Selatanmencapai kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, di tengah kemerdekaan dan kemajuan di Afrika Selatan,ternyata masih banyak bangsa kulit hitam yang hidup miskin atauterjajah secara ekonomi. Mengapa mereka tidak mampu bercermin darisemangat seorang Nelson Rolihlahla Mandela untuk memperbaiki keadaanmereka? Padahal sebagai bangsa yang merdeka, tentu setiap warganegara mempunyai kesempatan yang sama untuk memperbaiki kondisiperekonomian dan berpacu dalam prestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari sanalah saya berpikir mungkin semangat untuk merubahkeadaan belum sepenuhnya mereka miliki. Karena semangat merupakanmodal utama mendapatkan kemajuan dan kesuksesan dalam bisnis dankehidupan. Sebagaimana Benjamin Disreali mengatakan, "Man is onlytruly great when he acts from his passions. – Manusia akan mampumencapai kejayaan jika ia bekerja dengan penuh semangat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggung jawab pekerjaan dilakukan dengan semangat yang tinggi makaakan terasa menyenangkan. Pekerjaan yang dilakukan dengan senang hatimaka hasilnyapun akan memuaskan. Menurut Billy Mills, "Every passionhas its destiny. – Setiap semangat mengandung keberuntungan." Olehsebab itu kita harus memperhatikan tiga faktor penting yang dapatmenjamin semangat kita tetap tinggi hingga mencapai kemajuan dankesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor pertama adalah menciptakan tujuan yang spesifik. Tentu kitaakan jauh lebih bersemangat jika menjalankan sesuatu yang menjanjikanhasil memuaskan. Bahkan kita akan rela menempuh pekerjaan yang sulitsekalipun jika tujuannya jelas dan pasti menghasilkan. Brian Tracymengatakan, "Goals allow you to control the direction of change inyour favor. – Tujuan membuatmu mampu mengontrol arah perubahan, danmenjalankannya sebagai sesuatu yang menyenangkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh adalah pengalaman kami sewaktu bersafari wisatamelihat-lihat suaka margasatwa Pilanesberg di Afrika Selatan. Adasebuah mitos bahwa kami akan mendapatkan keberuntungan jika berhasilbertemu dengan 5 jenis binatang (The Big 5)di taman hutan itu. Kamiaktif dan bersemangat menyusuri hutan meskipun dengan mobil bakterbuka. Tetapi sebenarnya hal itu bukan disebabkan kami percaya akanmitos tersebut. Semangat kami terdorong keinginan yang besar untukmendapatkan pengalaman petualangan wisata di hutan bebas dan terbukaseperti di Afrika Selatan yang benar-benar alami dan mengesankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal kedua yang meningkatkan semangat kita agar berhasil mencapaikemajuan adalah kemauan untuk terus mengembangkan diri. Mengembangkandiri dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun, misalnya dengan membacabuku, mendengarkan kaset, mengikuti seminar, dan bergaul dengan orang-orang yang sukses. Charlie Tremendous Jones mengatakan, "You will bein five years the sum total of the books you read and the people youare around. – Apa yang menentukan dirimu 5 tahun yang akan datangmerupakan cermin dari buku apa saja yang sudah telah kau baca dandengan siapa saja kau bergaul."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nelson Mandela adalah sosok yang berpendidikan cukup tinggi.Pengetahuannya tentang hukum dan politik juga sangat luas. Tetapi iaterus bersemangat mengembangkan diri. Di pulau Robben, dimana Mandelapernah dipenjarakan, ia merupakan pusat menimba ilmu pengetahuan baginarapidana politik lainnya. Bahkan mereka menganggap Mandela sebagaisumber kekuatan dan semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya saja bangsa kulit hitam yang miskin di Afrika Selatan itumau mengembangkan diri seperti yang dilakukan oleh Nelson Mandela,mungkin tidak akan ada kehidupan yang sulit bagi mereka saat ini.Karena kemampuan yang lebih baik akan membantu kita mencapai prestasibaru, dan hal itu akan membuat kita lebih termotivasi untuk mencapaikemajuan berikutnya. Jika kita mempunyai kemauan untuk terusmengembangkan diri, itu artinya kita akan selalu bersemangat dantidak dapat berhenti mencapai kemajuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang tidak kalah penting guna meningkatkan semangat danmencapai kemajuan adalah membuat anggaran keuangan dengan baik.Berapapun penghasilan kita tidak akan berdampak positif jika tidakdiikuti dengan perencanaan dan penggunaan uang dengan bijaksana.Sedikitnya sisihkan penghasilan tiap bulan untuk ditabung,berinvestasi dan bersedekah masing-masing 10%. Dengan cara demikiansuatu ketika kita akan dapat merasakan kemajuan kondisi keuangansekaligus mampu mengembangkan peluang usaha dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang mempunyai potensi yang sama besar untuk melaksanakanketiga faktor penting tersebut. Saya kira hanya upaya dan semangatdalam diri kitalah yang paling menentukan apakah selamanya kita akanhidup menderita dan terjajah atau tidak? Belajarlah dari kemajuanmaupun kesenjangan hidup masyarakat yang ada Afrika Selatan ataudimanapun.*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-114203966899011253?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/114203966899011253/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=114203966899011253' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114203966899011253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114203966899011253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/03/belajar-dari-afrika-selatan.html' title='Belajar dari Afrika Selatan'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-114203793324337976</id><published>2006-03-11T09:39:00.000+09:00</published><updated>2006-03-11T09:45:33.360+09:00</updated><title type='text'>Rezeki Kagetan</title><content type='html'>Oleh : Yusuf Mansur&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.gatra.com/artikel.php?id=92854"&gt;http://www.gatra.com/artikel.php?id=92854&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KENAPA manusia sulit berbagi? Mengapa manusia sulit bersedekah? Salah satu jawabannya, mungkin karena dia berpikir dengan matematika pengurangan. Maksudnya, kalau dia berbagi, maka miliknya bakal berkurang. Atau, barangkali dia selalu melihat kekurangannya. Dalam pengertian dia --diperkuat omongan orang lain-- diri sendiri saja masih kekurangan, bagaimana mau dibagikan pada orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, banyak orang berpikir (menunggu harta cukup dulu) baru kemudian berjanji untuk berbagi. Faktanya malah tidak pernah kecukupan. Penyebabnya, karena tidak kunjung berbagi. Padahal, kata Allah, kalau mau dicukupkan rezeki, harus bersedia untuk berbagi. Dan, kenyataannya pula, banyak orang yang kehidupannya telah membaik, kekikirannya tetap saja melekat. Akhirnya kehidupan dia berubah lagi menjadi selalu diliputi kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sebagian dari Anda yang "merasa" sudah cukup berderma, cobalah perhatikan jumlahnya. Jangan-jangan apa yang Anda dermakan ketika jaya masih sama rupiahnya kala ekonomi belum membaik. Misal, dulu ketika memulai usaha punya satu anak asuh. Kemudian setelah jaya, jumlah anak asuh itu tidak bertambah. Ini pun akan berpengaruh pada kualitas keberkahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah seorang sopir yang menemui seorang ustad. Dia mengadukan tentang pendapatannya yang tidak pernah kunjung cukup. Dia kini memiliki lima anak, tapi penghasilannya dari dulu (sejak belum punya anak) hingga sekarang tidak beranjak. Kalaupun ada pertumbuhan, jumlahnya tidak seberapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gaji Bapak sekarang berapa?" tanya Ustad.&lt;br /&gt;"Rp 800.000," jawab dia datar.&lt;br /&gt;"Rp 800.000 itu sudah besar, lho, Pak." Ustad mengingatkan dengan ucapan, "Sudah bersyukur belum?"&lt;br /&gt;"Sudah, Ustad. Ini juga kalau nggak bersyukur, nggak tahu, dah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang sopir kemudian menceritakan bahwa selama ini dia selalu melihat "ke bawah". Dia bersyukur masih bisa bekerja, sedangkan banyak rekannya yang tidak memiliki pekerjaan lagi. Dia bekerja di ruangan ber-AC, setidaknya selama menyetiri mobil majikan. Sementara kawan-kawan lain tidak sedikit yang menjadi kuli bangunan. Kulit mereka hitam legam terpanggang panas matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hati saya jadi adem, Ustad. Setidaknya saya cukup jauh dari mengeluh. Hanya kemari- mariin, saya bingung juga. Sebab akhirnya, biar bagaimana, gaji saya tetap tidak mencukupi. Padahal, anak bertambah besar, Ustad."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi keluhan tersebut, Ustad pun menjelaskan bahwa jika bentuk rasa syukur itu tidak diwujudkan dalam sebuah aksi berbagi, maka, maaf, "Belum menghasilkan perubahan." Apa yang sudah dilakukan oleh si sopir dengan menata hati dan bisa mensyukuri hidup sudah tepat. Hasilnya adalah sebuah kedamaian hati. Ketenteraman. "Tapi, kalau mau lebih dahsyat, cobalah Bapak berbagi. Sebagai wujud syukur yang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah sopir itu berubah sedikit. Ustad itu memahami bahwa di balik benak orang yang ada di hadapannya --juga dimiliki orang banyak-- tidak sependapat dengan nasihat yang barusan disampaikan. Bagaimana mungkin dibagikan jika yang ada saja untuk kebutuhan sendiri masih kurang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak, Bapak kan belum jajal ikhtiar mencukupkan kebutuhan dengan jalan bersedekah? Coba dah di-jajal. Keluarkanlah sedekah. Insya Allah, Allah akan mencukupkan kebutuhan Bapak," ujar Ustad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan bantu-membantu orang, yang direfleksikan dengan bersedekah, menjadi sebuah keharusan. Artinya, siapa pun yang membutuhkan bantuan Allah, pertolongan Allah, dan kemudahan dari Allah, maka berbagi menjadi sebuah keharusan baginya. "Allah akan membantu hamba-Nya jika hamba-Nya ini mau membantu yang lain. Wallaahu fii 'awnil 'abdi, maa kaanal 'abdu fii 'awni akhiihi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari kunjungan tersebut, sopir itu pun menyedekahkan uangnya seratus ribu rupiah. Dia mengurangi penghasilannya dengan berderma. Matematika yang terjadi, duit dia semakin kurang. Namun kenyataannya tidak demikian. Pada pekan depannya, sopir ini diajak majikannya ke luar kota untuk sebuah urusan bisnis. Upaya ini membuahkan hasil. Si sopir kebagian rezeki kagetan dari majikan sebesar Rp 1 juta. Kisah ini mirip dengan cerita showroom pinggir jalan pada Gatra edisi minggu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, sopir ini memetik pelajaran dari bersedekah, sebagaimana kita juga --mudah-mudahan-- bisa menimba kisah tersebut. Bahwa kalau rezeki mau dicukupkan oleh Allah, kita harus mau berbagi. Dengan jalan berbagi, dengan cara bersedekah, inilah yang bakal membuat rezeki kita dicukupkan oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pada saat yang sama, sebagian dari kita malah menempuh langkah tidak terpuji yang justru menambah hartanya makin berkurang. Misalnya dengan cara korupsi, mencuri, menipu, mengadali, dan mencari rezeki haram yang tidak diridoi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya, sekali lagi, demi melihat kekurangan kita, kesulitan kita, langkah berbagi atau bersedekah menjadi layak untuk lebih diperhatikan. Mudah-mudahan Allah memberi kemudahan bagi setiap kesulitan kita, dan menganugerahkan kecukupan bagi beragam kekurangan yang kita rasakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-114203793324337976?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/114203793324337976/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=114203793324337976' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114203793324337976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114203793324337976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/03/rezeki-kagetan.html' title='Rezeki Kagetan'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-114203645839568935</id><published>2006-03-11T09:17:00.000+09:00</published><updated>2006-03-11T09:20:58.833+09:00</updated><title type='text'>Menjadi Pribadi Unggul</title><content type='html'>Oleh SAEFUL MILLAH&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/032006/11/0901.htm"&gt;http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/032006/11/0901.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INI bukan dongeng. Ini adalah kisah nyata tentang sosok manusia unggul bernama Muhammad Yunus, diangkat Stephen R Covey (2004) dalam buku terbarunya, The 8th Habit: From Effectiveness to Greateness, sekadar untuk memberi gambaran sekaligus peta jalan kepada siapa saja, apalagi para pemimpin dan bahkan organisasi dalam mengatasi berbagai turbulensi yang dihadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini cerita singkatnya. Dengan berbekal pengetahuan yang dimilikinya, Yunus mengajar mata kuliah ekonomi di salah satu universitas di Bangladesh yang pada waktu itu, sekira 25 tahun yang lalu, sedang dilanda bencana kelaparan. Suatu saat setelah ia memberi kuliah dengan teorinya yang muluk-muluk dan dengan semangatnya yang menggebu sebagai seorang doktor yang baru lulus dari Amerika Serikat, ia keluar dari ruang kelas dan langsung melihat banyak kerangka hidup berkeliaran di sekelilingnya yang tidak lain adalah orang-orang yang sedang sekarat tinggal menunggu ajalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kondisi riil yang membuat jiwa Yunus terpangil. Yunus merasakan bahwa apa pun teori yang ia pelajari, apa pun materi kuliah yang ia berikan di kelas, waktu itu diangapnya hanya sebagai sebuah khayalan karena tak memiliki arti bagi kehidupan orang-orang yang sedang menderita kelaparan. Di situlah Yunus pertama kali menemukan "suara jiwa"-nya yang kemudian menjadikan dirinya sebagai manusia sekaligus pemimpin unggul, hebat, besar - great.&lt;br /&gt;Melalui panggilan spiritualitasnya itu, akhirnya Yunus mulai belajar untuk mengetahui kehidupan orang-orang kampung yang tinggal di sekitar kampusnya. Tidak sampai di situ, ia pun punya maksud ingin mengetahui apakah ada sesuatu yang bisa ia lakukan untuk menyelamatkan sesama dari kematian, walaupun hanya untuk satu orang. Dan pada saat itulah, dengan uang yang dimilikinya, untuk pertama kalinya Yunus memberikan bantuan modal kepada seorang ibu pembuat dingklik bambu, dan ternyata berhasil. "Nurani saya gemuruh", demikian ungkapan Yunus ketika mengetahui bahwa lebih banyak lagi penduduk miskin yang untuk memperoleh modal dua puluh sen pun tidak mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena semakin lama semakin banyak yang meminta uluran tangannya, akhirnya Yunus berupaya untuk bisa meminjam uang dari bank yang ada di kampusnya. Yang pertama ia lakukan adalah, bagaimana meyakinkan pihak bank bahwa orang miskin di desanya mampu mengembalikan uang pinjamannya, sebuah upaya yang saat itu dianggap mustahil karena berseberangan dengan kelaziman bank yang tabu memberikan bantuan pinjaman kepada rakyat miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dengan modal kepercayaan yang dimilikinya, dengan kreativitas dan ketangguhan yang dimilikinya, Yunus akhirnya berhasil meyakinkan pihak bank. Lebih jauh lagi, bahwa apa saja yang dijanjikan Yunus kepada pihak bank ternyata juga bisa dibuktikan karena semua pengusaha kecil yang diberi pinjaman ternyata sanggup mengembalikan uang yang dipinjamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situlah semakin banyak pengusaha kecil yang meminta bantuan Yunus. Tidak saja dari satu atau dua desa, tetapi berkembang menjadi ratusan desa. Kondisi itulah pula yang kemudian mengilhami berdirinya Grameen Bank yang ia dirikan pada tanggal 2 Oktober tahun 1983, sebuah bank resmi yang saat ini konon telah beroperasi di 46.000 desa yang ada di Bangladesh, memiliki 1.267 cabang, dan mampu mempekerjakan tidak kurang dari 12.000 personel. Karena keberhasilannya itu pula, Grameen Bank ini konon sudah mampu meminjamkan lebih dari 4,5 miliar dolar Amerika Serikat. Tidak saja bagi pemberdayaan kaum ibu miskin, tetapi juga pemberdayaan kaum pengemis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik pelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Covey, Muhammad Yunus merupakan teladan dari sosok manusia dengan pribadi unggul karena telah mampu menemukan "suara (jiwa)"nya (voice) - sering juga disebut "panggilan jiwa", "panggilan hidup" atau "suara kemerdekaan" - yang tak lain adalah makna personal yang unik yakni kebermaknaan yang tersingkap ketika seseorang menghadapi tantangan-tantangan besar, dan yang membuat seseorang sama besarnya dengan tantangan itu. Dalam konteks itu, Yunus berhasil menemukan suara jiwanya yang kemudian melahirkan visinya mengenai dunia tanpa kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena berhasil menangkap suara jiwanya yang merupakan anugerah Tuhan sekaligus merupakan potensi tertinggi manusia itu, Yunus mampu merasakan kebutuhan (need) orang-orang yang ada di sekitarnya, dan mampu menanggapi bisikan nuraninya (conscience) untuk berbuat yang terbaik dengan memanfaatkan bakat (talent) dan gairah hidupnya (passion) untuk menjawab banyak kebutuhan orang-orang tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah karakteristik utama dari manusia dengan "pribadi unggul". Mereka tidak saja mampu membangun perilaku efektif melalui 7 aplikasi tujuh kebiasaannya (bersikap proaktif, memulai dengan akhir dalam pikiran, mendahulukan yang utama, berpikir menang, berusaha mengerti terlebih dahulu (pathos) sebelum dimengerti (logos), mewujudkan sinergi dan kebiasaan pembaruan diri) seperti telah diungkap dalam buku sebelumnya - The 7 Habits of Highly Effective People (1989), melainkan melampauinya dengan cara menunjukkan potensi kehebatan yang dimilikinya - greatness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah inti dari habit ke 8. Dalam bahasa Covey, temuilah suaramu, lalu ilhamilah orang lain untuk menemukan suaranya. Itulah suara jiwa. Itulah pula yang tercermin dalam pribadi manusia bernama Muhammad Yunus dan kebanyakan manusia besar lainnya.&lt;br /&gt;Empat peran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak mudah untuk bisa menjadi manusia dengan pribadi unggul. Namun tidak mudah tidak berarti mustahil untuk diwujudkan. Covey mengungkap bahwa untuk bisa menjadi manusia unggul, ada empat peran yang mesti dilakukan seseorang. Keempat peran ini sangat berkait dengan upaya dalam rangka mengilhami orang lain agar bisa menemukan suaranya, menemukan panggilan hidup atau visinya, dan karenanya berkait dengan peran kepemimpinan.&lt;br /&gt;Pertama, adalah peran menjadi panutan, keteladanan atau uswah- hasanah (modeling). Peran ini sangat meniscayakan arti pentingnya setiap orang untuk terlebih dahulu bisa menemukan dulu suara atau panggilan jiwanya, dan kemudian memilih sikap untuk berinisiatif. Covey menyebut peran pertama dan utama ini sebagai "kemudi kecil" (trim-tab) yang mampu menggerakan kemudi besar. Peran ini menjadi sangat penting dalam rangka membangun kepercayaan rakyat yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, adalah peran untuk menjadi perintis jalan (pathfinding) dengan cara mengarahkan hidup dengan visi. Perwujudan peran ini mesti dimulai dengan diri sendiri, dan baru kemudian mengilhami orang lain untuk melakukan hal yang sama. Itu sebabnya, peran perintisan ini akan mampu menciptakan visi dan nilai-nilai bersama sebagai arah yang akan menunjukaan jalan ke mana para pemimpin dan pengikutnya bergerak, persis seperti yang dilakukan Muhammad Yunus ketika ia akan mendirikan Grameen Bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, adalah peran penyelaras (aligning). Intinya, bagaimana dengan nilai disiplin yang tinggi seseorang atau pemimpin bisa membangun sekaligus memelihara sebuah sistem, proses atau mekanisme agar tetap mengarah kepada tujuan organisasi yang telah ditentukan. Keempat, adalah peran pemberdayaan (empowering). Intinya, bagaimana membantu orang lain agar bisa menggali dan mengembangkan potensi dirinya, persis seperti yang juga berhasil dilakukan Yunus dalam memberdayakan para pengusaha kecil di negerinya. Kepemimpinan sendiri, tegas Covey, adalah seni untuk memberdayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah empat peran pokok yang mesti dilakukan oleh seorang pemimpin. Covey menggarisbawahi bahwa keempat peran itu mesti dilakukan secara berurutan dalam rangkaian kegiatan atau tindakan yang satu sama lain saling berkaitan. Peran menjadi teladan yang merupakan peran sentral, misalnya, pada dasarnya harus dilakukan sambil melakukan ketiga peran yang lainnya. Jelasnya, menjadi (pemimpin) teladan akan terjadi manakala orang lain bisa melihat secara langsung teladan yang diberikan oleh seorang pemimpin sebagai perintis, penyelaras dan pemberdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pula sosok pemimpin besar, hebat atau unggul yang dibutuhkan untuk mengelola negeri ini, pada saat ini, yakni pemimpin yang mampu membangunkan gairah atau semangat hidup rakyat yang dipimpinnya karena mereka tidak saja mampu berperilaku efektif, tetapi juga mampu menemukan suara jiwanya dan bisa mengilhami semua rakyat yang dipimpinnya dalam menemukan suara jiwa mereka untuk kemudian bersama-sama bergerak keluar dari berbagai keterbelakangan menuju sebuah bangsa yang dicita-citakan, bangsa yang unggul. Wallahu a'lam bis-shawab.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis, pengamat sosial tinggal di Cianjur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-114203645839568935?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/114203645839568935/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=114203645839568935' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114203645839568935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114203645839568935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/03/menjadi-pribadi-unggul.html' title='Menjadi Pribadi Unggul'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-114120017489103818</id><published>2006-03-01T16:58:00.000+09:00</published><updated>2006-03-01T17:08:22.656+09:00</updated><title type='text'>Tips Memulai Hari dengan Cerah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;Sumber : dari milis (maaf penulis asli tidak ditemukan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari yang cerah bukan ditandai dengan matahari yang bersinar terang atau udara yang sejuk, melainkan dari hati dan pikiran yang segar. Kecerahan suatu hari dimulai dari diri anda sendiri. Kita tahu bahwa sesuatu yang dimulai dengan baik merupakan separuh dari pencapaian tujuan.Karena itu, memulai aktivitas hari ini dengan kecerahan suasana adalah modal besar untuk menyelesaikan hari dengan baik pula. Bagaimana memulai hari dengan cerah sangat dipengaruhi oleh pola hidup kita.  Berikut beberapa tips ringan agar kita bisa memulai hari dengan cerah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mulailah dari malam hari.Kita tak bisa berharap bangun dengan segar jika di malam harinya tak cukup tidur nyenyak.  Hari esok yang cerah dimulai dari malam ini. Bila anda masih mempunyai masalah, yakinlah masih ada waktu esok untuk menyelesaikannya lebih baik lagi. Malam ini, beristirahatlah sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bangun pagi lebih pagi.  Bangunlah lebih pagi daripada terbitnya matahari. Jumpai keheningan dankesunyian.  Pagi buta adalah saat yang tepat untuk menemukan sisi damai dalam diri anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Damaikan pikiran dan tentramkan jiwa.  Jangan terburu melakukan aktivitas. Resapi saja suasana pagi yang damai ini. Berdoa,sampaikan syukur atas hidup yang masih diberikan pada kita dan bersaat teduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Segarkan tubuh.Minum air. Hirup aroma teh atau kopi yang menyegarkan. Berjalan-jalanlah keluar. Pompa udara banyak-banyak ke dalam paru-paru.  Lakukan olahraga  ringan, Mandi dengan air segar. Bersihkan tubuh baik-baik. Tetaplah  mengingat janji anda tadi pagi untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi semesta hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dapatkan sarapan secukupnya.  Isi perut anda secukupnya. Sarapan yang baik adalah modal untuk kebugaran  tubuh anda sepanjang hari. Jangan asal kenyang, namun cukupkan kebutuhan  energi dan gizi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sapalah orang-orang yang anda jumpai.  Tebarkan senyum.  Tak peduli apakah matahari bersinar cerah atau mendung menggayut, sapalah orang-orang yang anda jumpai. Tanyakan kabar mereka, maka jangan terkejut jika mereka pun akan membalas senyum anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jangan mengeluh.  Apa pun yang terjadi, entah itu hari hujan, jalanan macet, kereta datang terlambat, kendaraan mogok, atau apa pun yang terjadi, terimalah semua itu apa adanya. In everything, give thanks.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-114120017489103818?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/114120017489103818/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=114120017489103818' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114120017489103818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114120017489103818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/03/tips-memulai-hari-dengan-cerah.html' title='Tips Memulai Hari dengan Cerah'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-114119869424180598</id><published>2006-03-01T16:32:00.000+09:00</published><updated>2006-03-01T16:38:18.200+09:00</updated><title type='text'>Berbagi ...</title><content type='html'>oleh : Yusuf Mansur&lt;br /&gt;sumber : &lt;a href="http://www.gatra.com/2006-02-17/artikel.php?id=92337"&gt;http://www.gatra.com/2006-02-17/artikel.php?id=92337&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"KALAU mau bertambah, cobalah Karta berbagi...." Suara Haji Muhidin itu terngiang terus di telinga Karta, seorang penjual ikan di Pasar Jembatan Lima, Kota, Jakarta.&lt;br /&gt;Karta mengadu pada Haji Muhidin bahwa penghasilannya tidak pernah cukup. Dagangan dia bukannya tidak laku. Tapi dia terbentur pada modalnya yang kecil, sehingga perolehan keuntungan pun sedikit. Itu sebabnya, Karta mendatangi Haji Muhidin untuk meminta nasihat agar ada yang memberi tambahan modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karta, perkara nambah modal mah gampang. Asal Karta bersyukur, penghasilan pasti ditambah. Bahkan kadang enggak perlu modal tambahan. Kan, perkara rezeki bertambah, perkara syukur. Kata Allah, kalau kita bersyukur, maka akan ditambahi dengan segala nikmat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pak Haji, gimana rezeki mau nambah, wong modalnya udah ketaker. Segitu-gitunya. Dagangan habis ampe pol juga, ya, hanya sekian yang saya bawa pulang...," kata Karta dengan nada rada putus asa.&lt;br /&gt;"Allah Maha Memberi Rezeki, Karta. Kalau Allah sudah mau menambah rezeki bagi kita, dari mana saja jalannya, pasti ada. Ini juga perkara tauhid, Karta. Rezeki Karta tuh bukan dari dagangan ikan, tapi dari Allah," ujar Haji Muhidin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama Karta berbicara dengan Haji Muhidin tentang peruntungan dagangan dia, hingga ada satu nasihat Haji Muhidin yang tetap melekat di otak, "Kalau mau bertambah, cobalah berbagi...".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya, Karta tidak terlalu paham. Tidak berbagi saja sudah kurang, apalagi harus berbagi? "Apa tidak makin kurang...?" Sungguhpun Haji Muhidin meyakinkan dengan firman Allah bahwa siapa yang berbuat satu kebaikan, Allah akan mengganti 10 kali lipat lebih banyak, Karta masih belum tergugah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu, anaknya bercerita pada Karta, sebelum dia berjualan ke pasar. "Pak, ada temen saya yang enggak bisa bayaran sekolah. Bapaknya udah enggak ada. Katanya, dia mau berhenti."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat itulah Karta teringat nasihat Haji Muhidin yang lain, yang mengatakan, "Kalau mau ditolong Allah, tolonglah hamba-Nya yang sedang kesusahan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu pula Karta seperti diingatkan, lalu bilang pada anaknya, "Bilangin sama kawan kamu itu, Bapak aja yang jadi bapaknya." Anaknya girang. "Oke, Pak. Saya akan bilangin dia. Dia pasti senang, tuh!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil memberi uang saku pada anaknya, Karta juga memberi tambahan Rp 5.000 pada si anak."Buat saya nih, Pak? Tambahan?""Bukan. Itu buat kawan kamu. Kan kamu udah, sepuluh ribu.""Oh, kirain buat saya," ujar anaknya sembari tertawa kecil. "Baik Pak, akan saya berikan pada dia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karta beristigfar. Bersyukur, itulah yang dia lakukan. Anaknya masih punya diri dia sebagai bapak. Dan ia masih memiliki anak sebagai anaknya. Hari ini ia bisa membahagiakan orang. Inilah yang ia syukuri. Benar juga Haji Muhidin, jika mau bertambah rezeki, harus bisa bersyukur dulu. "Berbagi dan bersedekah adalah salah satu wujud dari bersyukur," kata Haji Muhidin, waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karta tersenyum. Lalu ia berharap, "Mudah-mudahan ada yang memodali saya. Buat memperbesar dagangan." Menjelang lohor, dagangan Karta sudah habis. Selama ini ia berdagang memang hanya sampai siang, dan setelah itu pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, hari itu, menjelang pulang, ada kawan Karta yang menghampiri. "Karta, saya pinjam motormu dulu, ya...."Karta meminjamkan motornya, sambil berpesan, "Jangan lama-lama, ya. Saya udah mau pulang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 15 menit, kawan itu kembali dan memulangkan motor Karta. "Karta, makasih, ya. Ini kuncinya, ini STNK-nya, dan ini buat ganti bensin," ujar si teman. Karta tertegun. Dia diberi uang Rp 100.000, yang katanya buat ganti bensin. "Allah Mahabenar Janji-Nya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karta ingat, tadi pagi ia berniat menanggung biaya pendidikan kawan anaknya, dan memberi uang saku pada dia Rp 5.000. Siang ini Allah membalas dengan Rp 100.000. Bagi Karta, rezeki ini bukan dari si peminjam motor, melainkan dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Karta memahami bahwa cara Allah memberi tambahan rezeki dari banyak jalan. Dan, ternyata pula, rezeki itu tidak harus dicari-cari dengan menambahi modal dulu. Cukup dengan diawali bersyukur, berbagi, bersedekah, maka rezeki bisa bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian siang itu memberi pelajaran baru pada Karta. Memang, otak terkadang dipenjarakan dengan hitung-hitungan kita sendiri bahwa kalau mau untung harus begini harus begitu. Termasuk dengan menambah jumlah modal. Banyak manusia yang lupa atau tidak tahu --termasuk Karta- untuk menemukan jalan bersyukur lebih dahulu, supaya Allah, Yang Maha Memberi Nikmat, menambah perbendaharaan rezeki buat kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-114119869424180598?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/114119869424180598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=114119869424180598' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114119869424180598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114119869424180598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/03/berbagi.html' title='Berbagi ...'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-114084176555684357</id><published>2006-02-25T13:29:00.000+09:00</published><updated>2006-02-25T13:29:25.616+09:00</updated><title type='text'>Negeri Koruptor atau Ahli Surga?</title><content type='html'>Oleh SOEROSO DASAR&lt;br /&gt;sumber : &lt;a href="http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/2006/022006/25/0901.htm"&gt;http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/2006/022006/25/0901.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DI sebuah sudut maktab di kawasan Jarwal Mekah baru-baru ini penulis berdiskusi dengan seorang mahasiwa S-3 Islamic University New Delhi India, dari NAD (Nanggroe Aceh Darussalam). Apalagi diskusi yang menarik kalau tidak tentang masalah korupsi di Indonesia. Setelah lama berdiskusi, penulis terperangkap dengan suatu pertanyaan yang mengentakkan. "Sebenarnya Indonesia itu negeri para koruptor atau ahli surga? Menurutnya, ahli surga karena jumlah jemaah haji Indonesia, setiap tahun adalah merupakan jumlah yang terbanyak di dunia, peningkatan terus terjadi setiap tahunnya. Bahkan kunjungan ibadah umrah pun mengalami hal yang sama. Sehingga bisnis KBIH di republik ini bak jamur di musim hujan, tentu saja suatu bisnis yang menguntungkan. Kemudahan untuk menunaikan haji di sini dalam bentuk waiting list yang hanya 1 tahun. Tidak seperti di Malaysia, penantian itu sekitar 3 tahun. Bahkan di Cina sampai meninggal pun bisa tidak berangkat ke haji walaupun puluhan tahun sudah terdaftar. Jemaah haji Indonesia juga bisa berulang-ulang berangkat ke tanah suci. Tragisnya, pada sisi yang lain, Indonesia dikenal dengan julukan salah satu negara yang terkorup di dunia. Sebuah julukan yang menyakitkan kita sebagai sebuah bangsa. Siapa pun dan badan dunia mana pun yang melakukan kajian tentang masalah korupsi di Indonesia, tetap hasilnya republik ini berada pada peringkat 5 besar. Padahal penduduknya dikenal sebagai orang timur yang santun dan agamis, serta terhormat. Aneh, kok tidak signifikan antara jumlah jamaah haji dengan para koruptor? Seharusnya kurva kunjungan haji dengan koruptor akan memotong (signifikan), bukan berbanding lurus sedikit mengilmiahkan pendapatnya. Dia menunjuk kualitas dari jamaah haji yang dipertanyakan. Berapa persen mereka yang ahli masjid?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan banyaknya para koruptor di republik ini tak perlu disangsikan lagi. Bahkan terakhir disinyalir sekira 200 orang manajemen BUMN terlibat dalam masalah korupsi. Apakah mereka akan mengaku? Tentu saja tidak, karena kalau mereka mengaku maka penjara akan penuh, begitu kata orang bijak. Tingginya tingkat korupsi di Indonesia, sehingga dijuluki "surga bagi para koruptor". Ucapan sinis dan frustrasi banyak orang untuk menggambarkan betapa parahnya masalah korupsi. Dengan kata lain, secara implisit banyak yang berpendapat bahwa masalah korupsi merupakan masalah yang sangat serius dan sulit untuk diberantas. Karena yang muncul adalah negara kebiadaban, bukan negara kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Format baru masalah korupsi terjadi pada era desentralisasi (sebuah dinamika negatif otonomi daerah). Muncul "raja-raja baru" di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, yang mengakibatkan korupsi semakin mengganas. Sebagai suatu strategi, masalah desentralisasi sangat menggiurkan. Tetapi sejumlah studi kasus mendokumentasikan akibat tersembunyi dan sering merusak, sehingga desentralisasi merupakan tantangan terhadap apa yang oleh Naomi Caiden dan Aaron Wildavsky disebut "mitos desentralisasi" (lihat: Naomi Caiden &amp;amp; Aaron Wildavsky: Planning and Budgeting in Poor Countries, New York, Jhon Wiley). Inilah format baru masalah korupsi, yang membuat korupsi semakin liar. Semuanya karena elite lokal akan menangguk manfaat-manfaat suatu aktivitas yang terjadi pada tingkat kabupaten/kota. Desentralisasi sering mengikis kekuasaan administratif dan politis, serta hak-hak istimewa sentral mulai mengurang. Untuk mengatasi masalah ini, perlu pengamatan tentang iklim politik, sifat, dan hakikat kebijaksanaan, dengan jenis penghubung yang merupakan suatu sarana koordinasi. Semuanya itu dilakukan guna mengeleminasi perbedaan pendapat yang kerap muncul dalam era otonomi daerah. (Corolie Bryant, Lovise G. White, Managing Development in Third World, Westview Press). Lihat kasus megapolitan Bodebek yang tarik menarik antara kepentingan pusat dan daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para koruptor, sebenarnya adalah mereka kaum pemuja dunia atau yang memberhalakan harta. Kaum pemuja dunia itu diibaratkan bagai anjing-anjing yang senantiasa menggonggong, atau binatang-binatang buas yang selalu siap menerkam. Mereka sebenarnya hidup pada dunia yang saling membenci, memusuhi, dan membunuh. Yang kuat dan berkuasa menzalimi atau menindas yang miskin dan hina dina. Yang besar menindas si kecil yang lemah tak berdaya. Sebagian mereka tiada bedanya dengan hewan-hewan terikat yang tak dapat berkutik, dan sebagiannya lagi terlepas bebas berbuat sekehendak hatinya. Mereka kehilangan akal sehatnya, sesat jalannya. Pemuja dunia tersebut, berkeliaran di lembah-lembah terjal dan licin tebing-tebingnya, tanpa didampingi penggembala yang memimpin dan membenarkan arah dalam hidupnya. Dijerumuskan oleh dunia ke lembah dan jalan yang gelap gulita. Dibutakan penglihatannya sehingga tidak lagi mampu melihat mercusuar kebenaran. Mereka terlunta-lunta, tersesat dalam hutan rimba, dan terbenam dalam "kenikmatannya", lalu menjadikan dunia sebagai "tuhan" yang mempermainkan mereka. (Surat-surat Sang Sufi, Muhammad Ibn Abbad). Padahal dalam kehidupan ini dunia merupakan kenikmatan semu dan menipu (Al-Hadid : 20). Bahkan suatu konsep kehidupan dunia secara eksplisit dikatakan: Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan (Al-Kahfi : 46). Namun kenapa peringatan itu justru tidak melemahkan banyak orang untuk menghabiskan semua energi mengejar kefanaan dunia? Bahkan dengan berbagai cara seperti, fitnah, bunuh, tipu, korup, dan berbagai perilaku negatif lainnya hidup dengan suburnya di republik ini? Di republik ini, kerja keras dan keringat dipandang hina, sedangkan jalan pintas dengan cara merampok uang negara atau rakyat lebih terpuji. Kekaguman bukan pada prestasi seseorang atau seberapa jauh orang itu bermanfaat bagi orang lain. Khairon naasiman yanfaunnaasi. Kekaguman justru terjadi kepada orang yang menempati strata sosial tinggi, kaya raya, terlepas dari mana sumber harta itu dia peroleh. Saat ini, Firaun bukanlah seorang manusia, tetapi sebuah sistem. Karun merupakan kelas masyarakat, dan Balam adalah sains, ideologi, dan seni, kata Dr. Ali Sariati.&lt;br /&gt;Pendidikan yang selama ini hanya bertakhta pada otak manusia dan kurang menghiraukan keadilan serta nilai-nilai Ilahi telah membuat sepertiga penduduk bumi menjadi orang kaya, sisanya dua pertiga adalah penduduk miskin. Format pendidikan seperti itu juga telah menghasilkan generasi yang kronis dan terjadinya "split personality" tidak ada keseimbangan antara akal dan batin yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan, sehingga tidak ada integrasi antara otak dan hati. Indonesia yang lebih menekankan nilai akademik, kurang menilai masalah kecerdasan emosi yang mengajarkan tentang integritas, kejujuran, komitmen, visi, kreativitas, ketahanan mental, kebijaksanaan, keadilan, prinsip kepercayaan, penguasaan diri atau sinergi telah membentuk manusia-manusia atau sumber daya manusia yang saat ini kita saksikan. Sebuah kualitas sumber daya manusia yang patut dipertanyakan. Manusia yang buta hati dengan krisis moral yang tajam. Pada sisi lain pendidikan agama tidak dipahami atau dimaknai secara mendalam, tetapi lebih pada pendekatan simbol-simbol dan acara ritual sehingga terjadi pemisahan kehidupan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergeseran sistem nilai dan orientasi hidup di republik ini relatif terlambat. Penghambaan terhadap dunia secara membabi buta terus muncul pada rentang waktu belakangan ini. Padahal di belahan lain dari negeri ini, etika kehidupan dan sistem nilai begitu dijunjung tinggi dan diletakkan ditempat terhormat. Prinsip-prinsip yang lebih egaliter dan menghargai kehidupan lebih mengemuka. Spiritualisme muncul di berbagai lini kehidupan. Karena diyakini kehidupan yang diwarnai spiritualisasi, akan menuai keberhasilan dan kebahagiaan. Dalam Megatrends 2000, John Naisbitt dan Patrica Aburdene mencatat banyak perusahaan nasional dan multinasional yang mengeluarkan dana tidak sedikit untuk menbayar konsultan. Langkah ini dikenal dengan julukan spiritual baru, News Age. Oleh karena itu, kita tidak perlu terkejut dan kaget, bahkan heran menemukan orang-orang suci, mistikus, sufi, di perusahaan surat kabar, dosen, dokter, atau lainnya. Mereka bukan hanya terdapat di masjid, gereja, kuil, atau di wihara. Setiap manusia dapat menjadi pengusaha, anggota DPR, direktur, dekan, dan pada saat yang sama dapat hidup sejahtera secara spiritualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseimbangan hidup tanpa konflik antara dunia dan akhirat inilah, merupakan hidup yang paling indah. Apalagi dunia sudah jelas sebagai penipuan. Akankah kita pertuhankan agenda demi agenda yang mampu mengebiri diri kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun manusia yang mencari rida Allah sehingga terbentuk suatu pribadi yang memiliki komitmen dan integritas tinggi perlu dilakukan percepatan apabila negeri ini ingin menghampiri sesuatu yang dinamakan kemakmuran. Inilah jawaban untuk mengatasi krisis multidimensi yang sedang melanda negeri tercinta. Manusia yang tidak merasa kesepian ditengah keramaian (lonely incrowd) atau manusia merasa miskin ditengah limpahan harta dan tanpa makna (emptiness). Perenungan-perenungan baik secara pribadi, kelompok, terus dilakukan. Bisakah republik ini akan terbebas dari koruptor? Di atas pesawat dari Bangkok ke Kuala Lumpur penulis bertemu dengan seorang pemikir Islam dari Cina, yang akan mengembangkan usahanya di kawasan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Menurutnya, Islam hanya lahir di tanah Arab, dibesarkan di sekitarnya, dan dimuliakan serta berjaya di Asia Tenggara . Dia menunjuk pemikir Islam yang bukan dari Arab seperti Ibnu Sina, Ar Razi, Abdul Qosim, Ibnu Haitam, Nasruddin At Tausi, Ibnu Batutah, Ibnu Majid, Abudzal Al Gifari, sampai Ali Sariati, dan lainnya. Semuanya pemikir Islam yang bukan dari Arab, tetapi dari negara-negara sekitar Arab seperti : Mesir, Suriah, Iran, Yaman, dan lainnya. Tentang kejayaan Islam akan terjadi di Asia Tenggara, pernah muncul diskusi pada kelompok kecil di Masjid At-Tubashi. Beberapa teman melihat dan berpendapat bahwa batu hitam yang ada di Kabah mengarah ke Asia Tenggara. Apakah ini pertanda Islam nantinya akan berjaya di Asia Tenggara, termasuk Indonesia ? Kalau benar, korupsi akan lenyap dari negeri ini bak ditiup angin. Hanya Allah yang mengetahui. Namun, apa pun yang dikehendaki Allah, semuanya bisa terjadi. Kunfayakun. Allahu Akbar.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penulis, peneliti senior pada Pusat Penelitian Kependudukan dan Pengembangan SDM (PPK-SDM) Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran. Tulisan ini pendapat pribadi.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-114084176555684357?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/114084176555684357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=114084176555684357' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114084176555684357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/114084176555684357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/02/negeri-koruptor-atau-ahli-surga_25.html' title='Negeri Koruptor atau Ahli Surga?'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-113982767919793147</id><published>2006-02-13T19:46:00.000+09:00</published><updated>2006-02-13T19:47:59.216+09:00</updated><title type='text'>Mang Endan</title><content type='html'>Oleh : KH Didin Hafidhuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mang Endan, demikian ia biasa dipanggil, adalah sosokyang mungkin tidak Anda kenal. Bahkan saya secarapribadi pun tidak terlalu mengenalnya secara dekat,hingga wajahnya muncul dalam sebuah acara reality showdi sebuah stasiun televisi swasta pada bulan Ramadhanlalu. Ia mendapatkan kesempatan untuk menunaikanibadah haji secara gratis pada tahun 2007 yang akandatang. Kemudian ia pun mendapatkan pula ''hadiah''uang tunai dalam acara reality show lain yangdiselenggarakan oleh stasiun televisi yang berbeda.Mungkin banyak yang bertanya-tanya, siapakah MangEndan itu? Hal apa yang telah dilakukannya sehingga ialayak mendapat perhatian kita semua? Satu hal pokok yang membuat saya sangat kagumterhadapnya adalah faktor kepribadiannya. Ternyata,berbagai hadiah yang diterimanya secara mendadaktersebut, bukanlah sesuatu yang "tiba-tiba" jatuh darilangit tanpa ada penyebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiah-hadiah tersebutsesungguhnya merupakan karunia dan rahmat dari AllahSWT sebagai balasan atas ketakwaan yang tercermindalam akhlak dan perilaku hamba-hamba-Nya. Allah telahberjanji untuk memberikan rezeki kepada siapa sajayang Ia kehendaki, melalui pintu yang tidak didugasebelumnya, sebagaimana firman-Nya dalam QSAt-Thalaq:2-3. Mang Endan adalah sosok pribadi sederhana, yangtinggal di sebuah kampung di daerah Kabupaten Bogor.Sosok yang memiliki nama asli Toyibal Ardani ini hidupdi tengah-tengah kampung yang 90 persen masyarakatnyaterkategorikan sebagai warga miskin yang layakmendapatkan dana kompensasi BBM. Ia dikenal olehmasyarakat di kampungnya sebagai ustadz yang terbiasamengajar ngaji anak-anak dan membimbing pengajianmajelis taklim ibu-ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik adalah ia tidakpernah meminta bayaran tertentu kepada mereka yang iabimbing, semuanya diserahkan kepada kemampuanmasing-masing binaannya. Bahkan tidak sedikit yangtidak mampu memberikan apa pun dalam bentuk materikepadanya. Jiwa sosialnya pun luar biasa. Ia tidak segan-seganuntuk membantu tetangganya yang sakit. Jika ada yangmeninggal, dialah yang pertama mengurus jenazahnyahingga ke pemakaman, termasuk ikut menggali kubur.Sungguh, ini adalah fenomena yang sangat jarang.Seorang da'i sederhana yang keihklasannya mampumengayomi masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang membuat saya sangat respek kepadanyaadalah ia tidak merasa takut terhadap rezeki yangdidapatnya. Ia selalu merasa yakin akan kebesaranAllah, dan selalu merasa cukup atas apa yang telahAllah berikan kepadanya, meskipun untuk mencukupikebutuhan hidup sehari-hari, ia hanya berjualan bubur,yang dilakukannya selepas shalat subuh hinggamenjelang waktu dzuhur setiap harinya. Sedangkan sisaharinya, ia habiskan untuk berdakwah kepadamasyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengagumkan juga, setiap hari iaselalu menabung sebesar 5 ribu rupiah, dengan tujuanagar pada bulan Ramadhan ia tidak perlu berjualanbubur, sehingga bisa berkonsentrasi penuh untukibadah. Merasa cukup, itulah sikap mental yang dimilikinya,yang patut untuk dijadikan contoh. Sebuah sikap mentalyang sangat langka dalam kehidupan yang serbamaterialistis seperti saat ini. Seorang tukang bubur,dengan seorang istri dan empat orang anak, memilikiperasaan yang demikian luhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sesungguhnyamakna "kaya" yang hakiki dalam ajaran Islam.Rasulullah SAW bersabda : "yang dikatakan kaya itubukanlah semata-mata pada banyaknya harta, akan tetapipada kekayaan batin (merasa cukup dengan haknya)" (HRBukhari-Muslim). Yang tidak kalah penting, Mang Endan pun mengembalikankartu kompensasi BBM yang diterimanya. Alasannyasederhana, ia melihat banyak yang lebih miskin darinyayang tidak mendapatkan kartu tersebut, sehingga iamerasa tidak layak dan tidak patut untukmemanfaatkannya. Padahal, menurut petugas BPS yangmelakukan survei, ia termasuk yang berhak menerimanya.Luar biasa! Apalagi hal tersebut ia lakukan ditengah-tengah kondisi masyarakat yang berebut untukmendapatkan dana kompensasi BBM, yang bahkan dibeberapa daerah sampai menimbulkan konflik berdarah.Kerelaan untuk mendahulukan orang lain (itsar),merupakan salah satu akhlak yang selalu dipraktikkanoleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya, sebagaimanadinyatakan dalam QS Al-Hasyr:9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah situasi bangsa dan negara yangsemakin sulit dan terpuruk, kita membutuhkan MangEndan-Mang Endan dalam seluruh level kehidupan. Kitayakin, apabila para pejabat, birokrat, politisi, alimulama, cendekiawan, tokoh masyarakat, dan rakyatsecara keseluruhan memiliki mental dan jiwa sepertiMang Endan, maka berbagai problematika tersebut, insyaAllah, akan dapat diatasi, karena sesungguhnya esensipersoalan bangsa sekarang ini terletak pada rusaknyasikap mental yang tercermin dalam perilaku keseharianyang destruktif. Wallahu'alam bi ash-shawab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; © 2005 Hak Cipta oleh Republika Online&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-113982767919793147?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/113982767919793147/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=113982767919793147' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/113982767919793147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/113982767919793147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/02/mang-endan.html' title='Mang Endan'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-113962716357430786</id><published>2006-02-11T12:03:00.000+09:00</published><updated>2006-02-11T12:32:03.203+09:00</updated><title type='text'>ANATOMY OF THE SPIRIT</title><content type='html'>Tujuh Tahap Panduan Penyembuhan AlternatifPenulis: Caroline Myss, PhDPenerbit: Mizan, Oktober 2005, 439 halaman.&lt;br /&gt;sumber : &lt;a href="http://www.gatra.com/artikel.php?id=92181"&gt;http://www.gatra.com/artikel.php?id=92181&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANDAI Anda seorang vegetarian dan berlari enam mil sehari, tapi kehidupan sosial Anda rusak, misalnya Anda membenci pekerjaan atau setiap hari bertengkar dengan orangtua, Anda gampang jatuh sakit. Sebaliknya, meskipun hanya menyantap makanan kucing, dan Anda bisa segar bugar, itu karena hidup Anda damai. Ilustrasi ini menunjukkan bahwa situasi emosional menjadi kontributor utama dalam kesehatan seseorang.Bagaimana kisah Peter, seorang pasien yang sudah divonis terkena HIV positif. Tapi, enam minggu berikutnya, tes darahnya menunjukkan HIV negatif. Ia sembuh total. Terapinya, ia menjalani hidup dengan tenang, tanpa keluh kesah. Cuma itu. Bagaimana mukjizat itu bisa terjadi? "Keajaiban itu alamiah. Kekeliruanlah yang menyebabkan keajaiban tidak terjadi," ungkap Caroline Myss, PhD, penulis Anatomy of The Spirit: Tujuh Tahap Panduan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyembuhan Alternatif.Setiap penyakit selalu ada kaitannya dengan situasi emosional dan psikologis. Korelasi ini sudah lama diteliti Caroline Myss, bersama Dr. Norm Shealy, seorang ahli bedah saraf, pendiri American Holistic Medical Association. Hasil riset tersebut dipublikasikan pada 1998 dalam buku terdahulunya, The Creation of Health. Ia sendiri sebenarnya bukanlah seorang dokter. Ia lulusan sekolah jurnalistik dan pernah berkarier sebagai wartawan. Tapi tiba-tiba ia dianugerahi intuisi untuk memindai setiap penyakit dengan melihat medan energi pasien.Karena tertarik menjadi penyembuh, ia meninggalkan profesinya dan memutuskan mempelajari teologi, mistisme, dan skizofrenia hingga jenjang doktor. Sejak 1983, Caroline bekerja sebagai seorang intuitif medis dengan sepenuh hati. Ia tak hanya menyembuhkan, juga membantu orang memahami energi emosional, psikologis, dan spiritual yang berada di balik penyakit, gangguan kesehatan, atau krisis hidup mereka.Menurut dia, kemampuan intuitif atau penglihatan simbolis bukanlah bakat atau penemuan spiritual, melainkan keterampilan. Yaitu keterampilan yang dilandasi penghargaan terhadap diri sendiri. Mereka yang terbiasa dengan sikap meditatif dan reflektif akan membuka ruang untuk menerima intuisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap penyakit bisa dideteksi sendiri menggunakan penglihatan simbolis ini (intuisi). Sebab tubuh manusia dikelilingi medan energi yang luasnya sepanjang rentang tangan dan setinggi badan Anda. Medan itu merupakan pusat informasi sekaligus sistem persepsi yang sensitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mengidap satu penyakit, energinya mengalami gangguan.Berdasarkan hasil risetnya, orang yang menderita penyakit jantung adalah mereka yang tak mendapatkan kehangatan dan cinta. Orang yang nyeri punggung di bawah terus-menerus memiliki kekhawatiran soal uang. Sedangkan pengidap kanker memiliki hubungan masa lalu yang tak terselesaikan, persoalan bisnis, dan emosional yang terus menggantung. Orang yang menderita gangguan darah biasanya memiliki konflik yang tertanam kuat berkaitan dengan keluarga asal mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan emosional merupakan sebuah energi yang dikonversikan dalam materi biologis melalui proses yang kompleks. Tiap organ dan sistem dalam tubuh akan menyerap dan memproses energi emosional dan psikologis. Wilayah tubuh yang tidak mentransmisi energi itu dalam frekuensi yang normal, di situlah letak masalahnya.Tubuh manusia diliputi tujuh medan energi yang disebutnya cakra. Cakra ketujuh yang tertinggi merupakan energi untuk berhubungan dengan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika energi spiritual itu diaktifkan, tiap orang akan memahami tujuan hidup di dunia. Ia bisa melampaui ilusi kesenangan yang disuguhkan materi. Kemudian mampu menemukan kekuatan batin dalam jiwa.Dalam tradisi meditasi dan pengobatan alternatif, seperti reiki, konsep cakra sudah lama dikenal. Di Indonesia, kelompok meditasi, contohnya Sirnagalih yang didirikan pada 2002, juga mengajarkan pengenalan terhadap tujuh cakra untuk meningkatkan kualitas hidup dan kedekatan dengan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata Caroline Myss, pengetahuan tentang energi ini bisa membawa kesenangan, ketenangan pikiran, serta kesembuhan emosional dan fisik.Dalam bukunya, ia banyak mengutip hikmah dan kebijakan kuno yang sangat mendalam dari tradisi spiritual, cakra Hindu, sakramen Kristiani, dan pohon kehidupan dalam Kabbalah. Ia sengaja tak menyertakan ajaran Islam sebagai referensi dalam bukunya, karena mengaku belum menguasai dan bergaul lama dengan tradisi Islam. Buku ini tak hanya memuat konsep-konsep spiritual, melainkan juga mengajarkan teknik praktis untuk memiliki intuisi penyembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kholis Bahtiar Bakri[Buku, Gatra Nomor 13 Beredar Senin, 6 Februari 2005]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-113962716357430786?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/113962716357430786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=113962716357430786' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/113962716357430786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/113962716357430786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/02/anatomy-of-spirit.html' title='ANATOMY OF THE SPIRIT'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-113956532814560099</id><published>2006-02-10T18:53:00.000+09:00</published><updated>2006-02-11T12:33:22.143+09:00</updated><title type='text'>Jangan bersedih 2</title><content type='html'>Minggu, 07 Desember 2003&lt;br /&gt;Hidup Sekali, Janganlah Bersedih!&lt;br /&gt;Sumber :&lt;a href="http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=147084&amp;kat_id=319&amp;amp;kat_id1=&amp;kat_id2"&gt;http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=147084&amp;amp;kat_id=319&amp;kat_id1=&amp;amp;kat_id2&lt;/a&gt;=&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini (La Tahzan) mencegah Anda untuk tidak menyesali kehidupan, menentang takdir, atau menolak dalil-dalil normatif (Al-Quran dan As-Sunnah) yang telah digariskan.&lt;br /&gt;Hal yang pasti dalam kehidupan adalah apa yang disebut "masalah" atau persoalan hidup. Di mana pun, kapan pun, apa pun, dan siapa pun, semuanya berpotensi untuk memunculkan masalah. Bila dicermati, terdapat beragam sikap manusia dalam menghadapi aneka persoalan. Ada yang begitu sedih, kalut, dan selalu cemberut, tetapi ada pula yang menyikapinya dengan sabar, tenang, atau bahkan menikmatinya sebagai rahmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan sebenarnya bukan terletak pada "masalah"-nya, melainkan pada sikap manusianya. Oleh karena itu, siapa pun yang ingin menikmati hidup ini dengan indah dan bahagia, mutlak baginya untuk terus menerus meningkatkan keterampilan memenej segala macam masalah. Manusia senantiasa dituntut melakukan yang terbaik bagi kehidupan dunia dan akhiratnya, semaksimal kemampuan yang Allah berikan. Namun, pada saat yang sama, harus disadari sepenuhnya bahwa manusia hanyalah makhluk yang memiliki sekian keterbatasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula, masalah hidup seringkali terjadi di luar dugaan dan kemampuan manusia. Andaikan seseorang terlalu larut tenggelam dalam sikap dan tindakan yang salah, betapa hari-harinya akan berlalu dengan penuh kekecewaan, penyesalan, keluh kesah, bimbang, cemas, dan kegalauan. Padahal hidup hanya sekali, sementara peristiwa demi peristiwa datang silih berganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana bila suatu ketika Anda dilanda problema hidup? Jangan bersedih! Itulah pesan 'Aidh al-Qarni, penulis buku yang berjudul asli La Tahzan ini. Dengan kata kunci ini Anda tidak akan merisaukan masa lalu atau mencemaskan masa depan. Sebab, hidup sesungguhnya bergantung pada upaya masa kini dengan segenap kekuatan dan pikiran Anda serta menyerahkan hasil akhirnya kepada Yang Mahakuasa. Kata al-Qarni, dalam satu rentang waktu hanya ada satu kata: sekarang! Ini seolah terjabarkan dalam petuah seorang kyai: Berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja, hidup sekali hiduplah yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan buku-buku how to (pengembangan diri) lainnya, semisal How to Stop Worrying and Start Living, karya Dale Carnegie, The Magic of Thinking Big, tulisan David J. Schwart, atau The Seven Habits of Highly Effective People, karangan Steven R. Covey, buku La Tahzan sarat dengan pesan-pesan religius tanpa mengesampingkan aspek-aspek duniawi. Pembaca akan dibawa untuk menatap dunia ini dalam perspektif yang seimbang: menjadi idealis dengan tetap realistis, meraih duniawi dan ukhrawi sekaligus, bekerja pada masa kini namun juga tidak melalaikan masa depan, berusaha keras tapi sesekali diajak bersantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia ini kenyataannya penuh dengan kenikmatan, godaan, kelezatan, selain juga bercampur dengan kesengsaraan, susah payah, dan kesulitan. Allah memang menghendaki kehidupan dunia sebagai sesuatu yang saling berpasangan: baik dan buruk, perdamaian dan permusuhan, senang dan sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mustahil jika dalam diri ayah, istri, sahabat, tempat tinggal atau lingkungan kerja ada hal yang tidak Anda sukai, bahkan yang membuat hidup Anda lebih buruk lagi. Maka, padamkan bara yang Anda benci itu dengan siraman lembut kebaikan. Anda dapat menghindarinya dengan sesuatu yang menjadi pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan judulnya La Tahzan (Jangan Bersedih!), buku ini mencegah Anda untuk tidak menyesali kehidupan, menentang takdir, atau menolak dalil-dalil normatif (Al-Quran dan As-Sunnah) yang telah digariskan. Anda diajak hidup dalam dunia kenyataan, tidak mengambang dalam fantasi khayalan. Sebab tidak mungkin orang --terdekat dengan Anda sekalipun-- atau kehidupan yang Anda hadapi luput dari cacat. Kesempurnaan hanya milik Dzat Allah.&lt;br /&gt;Toh tatkala nafas Anda sampai tercekik oleh berbagai permasalahan, teriakkan dalam diri Anda, "jangan bersedih!" dengan suara lantang, niscaya Anda keluar dari belenggu kesulitan. Percaya atau tidak, al-Qarni pernah membuktikannya, lalu berbagi pengalaman berharga dalam buku setebal 534 halaman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan buku ini tampak pada bahasan-bahasannya yang lebih terfokus, penuh hikmah, dan selalu memberi waqfah (rehat) untuk merenung sebelum melanjutkan bahasan berikutnya. Kemudian pada bagian penutupnya disegarkan dengan kata-kata bijak yang menjadi saripati tulisan-tulisan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran, bila edisi Arab buku ini, dalam cetakan pertama (Beirut: Ibnu Hazm, 2001), sudah habis terjual kurang dari waktu sebulan dan bertahan menjadi buku terlaris selama dua tahun. Al-Qarni --doktor Hadits pada Al-Imam Islamic University, Riyadh-- sendiri dinobatkan sebagai penulis paling produktif di Saudi Arabia saat ini. Selain hafal Alquran, al-Qarni juga hafal 5000 hadits dan lebih dari 10000 bait syair Arab klasik hingga kontemporer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali salah satu kekurangan buku edisi terjemahan ini ada pada penulisan bait-bait syair dengan memakai font yang terlalu kecil dan bertumpuk-tumpuk sehingga sedikit mengganggu kenikmatan memahami kekuatan makna di dalamnya. Tentu saja ini kesalahan sekunder. Setidaknya bobot buku ini sebagai katalisator untuk menjadi manusia paling bahagia --di dunia dan akhirat-- tetap utuh serta merangsang pembaca untuk menelaahnya berulang-ulang sehingga menemukan mutiara-mutiara hikmah yang menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ahmad fatoni, alumnus International Islamic University Islamabad&lt;br /&gt;Judul Buku : La Tahzan, Jangan Bersedih!Penulis : Dr 'Aidh 'Abdullah al-QarniPenerjemah : Samson Rahman, MAPenerbit : Qisthi Press, JakartaCetakan : I, September 2003, 534 halaman&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-113956532814560099?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/113956532814560099/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=113956532814560099' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/113956532814560099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/113956532814560099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/02/jangan-bersedih-2.html' title='Jangan bersedih 2'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-113956514642031058</id><published>2006-02-10T18:50:00.000+09:00</published><updated>2006-02-11T12:34:51.660+09:00</updated><title type='text'>Jangan Bersedih</title><content type='html'>Ganti Itu Dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan asli ada pada : &lt;a href="http://blog.boleh.com/rhendrax/?do=showblog&amp;pv=16453"&gt;http://blog.boleh.com/rhendrax/?do=showblog&amp;amp;pv=16453&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak pernah mencabut sesuatu dari anda kecuali Dia menggantinya dengan yang lebih baik. Tetapi, itu bila anda bersabar dan tetap ridha dengan segala ketetapanNya.Barangsiapa Kuambil dua kekasihnya (matanya) tetap bersabar maka Aku akan mengganti kedua (mata)nya dengan surga (Al Hadist)Barangsiapa Kuambil orang yang dicintainya didunia tetap mengharapkan ridhaKu niscaya Aku akan menggantinya dengan surga (Al Hadist)Yakni, barangsiapa kehilangan anaknya tetap berusaha untuk bersabar maka di alam keabadian kelak akan dibangunkan untuknya sebuah Baitul Hamd (Istana Pujian).Maka Anda tak usah terlalu bersedih dengan musibah yang menimpa Anda sebab yang menentukan semua itu memiliki surga, balasan, pengganti dan ganjaran yang besar.Para Waliyullah yang pernah tertimpa musibah, ujian dan cobaan akan mendapatkan penghormatan di yang agung di surga Firdaus. Itu tersirat dalam firmanNyaSelamat atasmu karena kesabaranmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (QS Ar Rad 24)Betapapun kita selalu harus melihat dan yakin bahwa dibalik musibah terdapat ganti dan balasan dari Allah yang akan selalu berujung pada kebaikan kita. Dengan begitu kita akan termasuk,Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka dan mereka itulah orang orang yang mendpata petunjuk. (QS Al Baqarah 157)Ini merupakan ucapan selamat bagi orang orang yang mendapat musibah dan kabar gembira bagi orang-orang yang mendapat bencana. Umur dunia ini sangat pendek dan gudang kenikmatannya pun sangat miskin. Adapun akhirat lebih baik dan kekal. Sehingga barangsiapa di dunia mendapat musibah ia akan mendapat kesenangan di akhirat kelak dan barangsiapa hidup sengsara didunia ia akan hidup bahagia di akhirat.Lain halnya dengan mereka yang memang lebih mencintai dunia hanya mendambakan kenikmatan dunia saja dan lebih senang pada keindahan dunia. Hati mereka akan selalu gundah gulana, cemas tidak mendapatkan kenikmatan dunia dan takut tidak nyaman hidupnya di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ini hanya mengingnkan kenikmatan dunia saja sehingga mereka selalu memandang musibah sebagai petaka besar yang mematikan. Mereka juga akan memandang cobaan sebagai sesuatu yang gelap gulita selamanya. Ini adalah karena mereka selalu memandang kearah bawah telapak kakinya dan hanya mengagunggakn dunia yang sangat fana dan tidak berharga ini. Wahai orang-orang yang tertimpa musibah, sesungguhnya tak ada sesuatu pun yang hilang dari kalian. Kalian justru beruntung karena Allah selalu menurunkan sesuatu kepada para hamba hamba nya dengan ?surat ketetapan? yang disela sela huruf kalimatnya terdapat suatu kelembutan, empati, pahala, ada balasan dan juga pilihan. Maka dari itu, siapa saja yang tertimpa musibah yang hebat, ia harus menghadapinya dengan sabar, mata jernih dan pola pikir yang panjang. Dengan begitu ia akan menyaksikan bahwa buah manis dari musibah itu adalahLalu diadakan diantara mereka dinding yang mempunyai pintu. Disebelah dalamnya ada rahmat dan disebelah luarnya dari situ ada siksa (QS Al Hadid 13).Dan sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik lebih abadi lebih utama dan lebih mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari buku : La Tahzan (Jangan Bersedih) karya DR Aidh Al-Qarni p. 23-24 Mudah-mudahan Allah menggolongkan kita menjadi orang-orang yang sabar. Amien. wistiawati@yahoo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-113956514642031058?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/113956514642031058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=113956514642031058' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/113956514642031058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/113956514642031058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/02/jangan-bersedih.html' title='Jangan Bersedih'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-113940721744927113</id><published>2006-02-08T22:59:00.000+09:00</published><updated>2006-08-25T14:32:03.083+09:00</updated><title type='text'>Kecerdasan emosional Rosulullah Muhammad SAW</title><content type='html'>oleh : Djony Edward&lt;br /&gt;JAKARTA (&lt;a href="http://www.Bisnis.com"&gt;www.Bisnis.com&lt;/a&gt; : Feb8,2006):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali Rosulullah hendak ke pasar Ukaz selalu melewati satu gang kecil yang merupakan jalan tembus terdekat ke pasar tersebut.&lt;br /&gt;Namun di kiri-kanan gang tersebut banyak dihuni rumah petakan kaum yahudi. Mereka sering mencemooh, memaki, meledek, bahkan ada seorang yahudi kasar sering melempar Rosulullah SAW dengan kotoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir setiap kali Rosul ke pasar, sapaan kasar, hinaan, dan lemparan kotoran mendarat di telinga dan wajah serta badannya. Namun karena mental seorang utusan Tuhan, maka sikap sabar dan senyum selalu menghiasai wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, justru sikap anaknya Fatimah az Zahra, para sahabat seperti Abu Bakar dan Umar sangat prihatin dan emosional atas perlakuan Yahudi terhadap Rosulullah. Bahkan malaikat Izrail yang ditakdirkan tanpa emosipun ikut panas melihat perlakuan pemuda bergelar Al Amin tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Engkau kan Rosulullah, mengapa tidak marah dan membalas lemparan kotoran dan makian Yahudi itu?" demikian celoteh Fatimah as. Apa jawab Rosul: "Innahum ma laa ya'lamuun" (Sesungguhnya mereka tak tahu apa yang mereka kerjakan).&lt;br /&gt;Sikap serupa disampaikan Abu Bakar Shiddiq, "Wahai Rosul, kalau Engkau berkenan, aku akan membalas sikap kasar mereka kepada Engkau." Jawab Rosul pun sama: "Innahum ma laa ya'lamuun".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ketinggalan Umar bin Khattab yang mantan preman pasar Ukaz lebih tegas menyatakan: "Wahai Rosulullah, jika Engkau mengizinkan akan aku tebas batang leher yahudi brengsek yang sering melempari kotoran terhadap-Mu!" Rosul pun konsisten dengan jawabannya: "Innahum ma laa ya'lamuun".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika Rosulullah SAW membersihkan kotoran bekas lemparan si Yahudi usil di bawah pohon dekat sebuah bukit, datang malaikat Izrail dengan wajah sedih bercampur geram. "Wahai Rosul, aku tak tega melihat perlakuan mereka terhadap Engkau. Jikalau Engkau berkenan akan aku balikkan bukit ini dan aku tumpahkan di atas kediaman mereka. Atau aku akan cabut nyawa mereka dengan cara yang paling menyakitkan," demikian pinta Izrail.&lt;br /&gt;Tapi, itulah dia Muhammad SAW. Dengan kecerdasan emosional yang optimum tetap mengatakan "Innahum ma lla ya'lamuun".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Rosul kembali melewati gang yang sama menuju pasar Ukaz. Tapi hari itu Rosul tidak mendapati lemparan kotoran dan makian si yahudi yang sengit itu. Lalu Rosul bertanya kepada para tetangga Yahudi itu," Kemana saudaraku yang rajin menegurkan (baca: melempar kotoran) kala aku lewat di gang ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetangga itu berkata: "Dia sedang sakit di ruang atas, badannya panas dan menggigil, dia seperti hendak berpulang karena sakitnya parah!" Lantas Rosul pun beranjak ke atas menemui Yahudi usil tersebut, ketika dihampiri Rosul si Yahudi ketakutan bukan main dan dengan tubuh gemetar dan keringat menjagung dia memohon: "Jangan, jangan kau sakiti aku, aku minta maaf atas keburukan perilakuku. Tapi bila Engkau hendak membalas dendam, aku akan pasrah menerimanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosul pun tersenyum dan mendekati si Yahudi sambil mengambil segelas air zam-zam, lalu air itu dibacakan doa untuk si Yahudi. "Minumlah ini air, Insya Allah kamu akan sembuh," ujar Rosulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontan saja, setelah air diminum tubuh si Yahudi tampak lebih bugar dan sehat. "Kalau boleh aku minta maaf sekali lagi, tapi siapakah Anda hai Bapak?" Rosul pun menjawab: "Sayalah Muhammad, Rosul Allah yang ditugaskan untuk memperbaiki akhlaq!" Sejak saat itu si Yahudi bertobat dan memeluk agama yang diajarkan Rosulullah. "Subhanallah, begitu agung akhlaq-Mu Ya Rosul," ujar Abu Bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain waktu, Rosulullah selalu memiliki kebiasaan jika hendak bepergian ke luar kota. Dia membawa empat bungkus gandum matang (menyerupai roti) untuk bekal perjalanan, dan membawa empat bungkus uang dirham untuk diinfaqkan kepada fakir miskin. Di perbatasan kota ada seorang pengemis Yahudi tua, renta dan buta, yang selalu nyeracau dan memburuk-burukkan Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Muhammad brengsek, Muhammad manusia kasar, Muhammad penipu, penyihir, gila. Muhammad akan kubunuh kau," demikian dia memaki Rosul.&lt;br /&gt;Tapi setiap kali dicaci maki dan diumpat akan dibunuh, Rosul bukannya marah, malah sebaliknya tersenyum sambil mendekati sang Yahudi tua. Dikeluarkannya sebungkus gandum matang itu, lalu dihaluskan dan secara perlahan disuapkan gandum itu kemulut sang bapak tua. Tentu saja ceracau dan makian si kakek terhenti karena harus makan gandum yang sudah lembut, walau tak berucap terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan itu hampir rutin dilakukan Rosulullah ketika hendak pergi ke luar kota, dan kebiasaan memaki dan nyeracau itu pula yang sering dilakukan si kakek tua.&lt;br /&gt;Suatu hari, saat Rosul telah wafat dan khalifah Umar bin Khattab memimpin jazirah Arab, bertanyalah Umar kepada Fatimah az Zahra, anak Rosulullah. "Wahai Fatimah, amalan apa yang belum aku lakukan dari akhlaq mulia yang dilakukan Rosulullah?" Fatimah pun menjelaskan kebiasaan Rosul ketika hendak pergi ke luar kota selalu memberi suapan terhadap kakek Yahudi yang memakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pergilah Umar ke luar kota, betul saja, di perbatasan ada seorang kakek tua sedang nyeracau dan terus memaki Rosulullah. Karena kesal, gandum matang yang dibawanya langsung disumpalkan ke mulut sang kakek Yahudi, maka diamlah si kakek sambil menghabiskan gandum tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kenyang mengunyah sumpalan gandum matang itu, si kakek bertanya:"Rasanya anda bukan orang yang biasa menyapa saya dengan gandum halusnya, Anda siapa dan kemana orang yang selalu menyapa aku dengan kasih sayang itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar dengan tegas berteriak: "Aku adalah khalifah Umar bin Khattab, dan orang yang selalu menyuapi kamu dengan lembut itu adalah orang yang setiap hari kamu maki-maki!". Terkesiap si kakek Yahudi sambil matanya berlinang dan diam beribu basa sekitar 30 menit, maka pada menit berikutnya dia menangis sejadi-jadinya dan menyesali perbuatannya.&lt;br /&gt;"Ya khalifah, ampuni aku dan aku akan memeluk agama yang diajarkan Rosulmu," akhirnya si Yahudi tua pun tersungkur bersimpuh, menangisi kekasarannya terhadap Rosulullah.&lt;br /&gt;Menyimak akhlaq Rosulullah yang mulia, kendati dimaki, dicaci, bahkan dilempari kotoran, maka kita patut bertanya atas sikap emosional sebagian besar kaum muslim dunia atas penghujatan karikatur yang ditampilkan Jillands-Posten di Denmark. Bahkan sikap menculik, membakar, menghancurkan dan memboikot sebenarnya tak akan menghentikan sikap usil mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru sikap rasional dan sabar, terutama akhlaq mulia serta game of emotional yang matang dari Rosulullah akan membuat lawan menjadi segan. Sikap cerdas secara emosional dari Rosul patut ditiru agar pihak luar benar-benar salut dan menghargai kebesaran ajaran Rosulullah SAW!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-113940721744927113?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/113940721744927113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=113940721744927113' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/113940721744927113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/113940721744927113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2006/02/kecerdasan-emosional-rosulullah.html' title='Kecerdasan emosional Rosulullah Muhammad SAW'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20165524.post-113547200980860303</id><published>2005-12-26T03:10:00.000+09:00</published><updated>2005-12-25T10:08:52.400+09:00</updated><title type='text'>A few of messeges</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#cc9933;"&gt;Tulisan ini untuk mereka :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#cc9933;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#cc9933;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color:#996633;"&gt;[ pengusaha, penguasa, dan kuli, petani dan rakyat jelata,...]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:180%;color:#996633;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;...dimata mereka terlihat pesan, dan harapan yang besar padaku]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:130%;color:#996633;"&gt;Negeri ini butuh pengorbananku sepenuhnya ......]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:130%;color:#996633;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:130%;color:#996633;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#996633;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;color:#996633;"&gt;[cited from :acep irawan, 1994]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Acep irawan&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20165524-113547200980860303?l=acepirawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://acepirawan.blogspot.com/feeds/113547200980860303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20165524&amp;postID=113547200980860303' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/113547200980860303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20165524/posts/default/113547200980860303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://acepirawan.blogspot.com/2005/12/few-of-messeges.html' title='A few of messeges'/><author><name>Acep Irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02072474275140704794</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
